<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>IIQJKT-R Community:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/106" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/106</id>
  <updated>2026-04-06T06:29:15Z</updated>
  <dc:date>2026-04-06T06:29:15Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Keluarga Komunikatif Dalam Al-Quran (Studi Tematik-Komparatif Terhadap Tafsir Al-Quran Al-Azim dan Tafsir Al-Misbah)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4704" />
    <author>
      <name>Raihan Raudhatul Jannah, 21211765</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4704</id>
    <updated>2025-12-22T03:00:07Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Keluarga Komunikatif Dalam Al-Quran (Studi Tematik-Komparatif Terhadap Tafsir Al-Quran Al-Azim dan Tafsir Al-Misbah)
Authors: Raihan Raudhatul Jannah, 21211765
Abstract: Komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga keharmonisan&#xD;
keluarga. Namun, fakta menunjukkan masih banyak keluarga yang mengalami&#xD;
miskomunikasi, bahkan berujung pada konflik serius seperti perceraian hingga&#xD;
tindak kekerasan. Padahal, Al-Qur’an telah menyajikan banyak teladan komunikasi keluarga, salah satunya dalam kisah Nabi Yusuf. Penelitian ini bertujuan&#xD;
untuk menganalisis penafsiran Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Aẓīm&#xD;
dan M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Miṣbāḥ terhadap ayat-ayat komunikasi&#xD;
keluarga dalam kisah Nabi Yusuf, serta mengkaji relevansinya sebagai model&#xD;
komunikasi keluarga harmonis di era modern. Permasalahan utama dalam&#xD;
penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya&#xD;
komunikasi dalam keluarga. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan&#xD;
penelitian sebelumnya dari segi tema, tetapi berbeda dalam pendekatan dan&#xD;
fokus sumber, khususnya pada komunikasi Nabi Yusuf dengan saudarasaudaranya yang masih jarang dibahas secara mendalam.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan&#xD;
kepustakaan (library research). Sumber primer terdiri atas Tafsir Al-Qur’an&#xD;
Al-‘Aẓīm dan Tafsir Al-Miṣbāḥ, sementara sumber sekunder mencakup&#xD;
Qasasul Anbiya’, buku-buku pendukung, artikel ilmiah, dan literatur terkait.&#xD;
Data diperoleh melalui dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-analitiskomparatif menggunakan pendekatan tematik (Abdul Hayy Al-Farmawi), pendekatan komparatif, serta teori Family Communication Patterns (Koerner &amp;&#xD;
Fitzpatrick, 2006).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir cenderung menekankan&#xD;
aspek historis dan riwayat, sedangkan Quraish Shihab lebih menyoroti dimensi&#xD;
psikologis, linguistik, dan sosial. Komunikasi antara Nabi Yusuf dan Nabi&#xD;
Ya’qub (QS Yusuf: 4-5) mencerminkan pola komunikasi keluarga tipe konsensual, sedangkan interaksi Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya (QS Yusuf:&#xD;
59-61) menunjukkan pola komunikasi tipe protektif.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Memahami Ayat Al-Quran Melalui Ilmu Alat (Analisis Korelatif Metode Amsilati dan Kitab Irab Al-Quran)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4703" />
    <author>
      <name>Aghitsni Afwa Nur Maqbula, 21211606</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4703</id>
    <updated>2025-12-06T07:38:12Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Memahami Ayat Al-Quran Melalui Ilmu Alat (Analisis Korelatif Metode Amsilati dan Kitab Irab Al-Quran)
Authors: Aghitsni Afwa Nur Maqbula, 21211606
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi dan sinkronisasi antara&#xD;
metode Amṡilati dan kitab I‘rāb al-Qur’ān dalam menjelaskan i‘rāb ayat-ayat&#xD;
Al-Qur’an. Metode Amṡilati dikenal sebagai metode visual dan aplikatif dalam&#xD;
pembelajaran nahwu, sedangkan kitab I‘rāb al-Qur’ān merupakan rujukan&#xD;
klasik yang menyajikan analisis gramatikal secara mendalam terhadap lafadzlafadz Al-Qur’an.&#xD;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan&#xD;
teknik dokumentasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang dianalisis melalui&#xD;
kedua pendekatan tersebut. Adapun sumber data yang digunakan antara lain&#xD;
metode Amṡilati sebagai metode modern visual, serta kitab-kitab i‘rāb seperti&#xD;
karya Muḥyiddīn al-Darwīsh dan ulama lainnya sebagai rujukan utama dalam&#xD;
analisis klasik.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara&#xD;
metode Amṡilati dan kitab I‘rāb al-Qur’ān. Keduanya memiliki kesamaan&#xD;
dalam penggunaan objek ayat Al-Qur’an, namun berbeda dalam metode&#xD;
penyampaian dan tingkat kedalaman analisis. Amṡilati berfungsi sebagai&#xD;
pondasi awal untuk mengenalkan struktur kalimat Arab secara praktis,&#xD;
sedangkan kitab I‘rāb al-Qur’ān memperkuat pemahaman dengan pendekatan&#xD;
analitis dan argumentatif.&#xD;
Penelitian ini merekomendasikan integrasi kedua pendekatan tersebut&#xD;
dalam pembelajaran nahwu agar tercipta proses belajar yang holistik, dari&#xD;
praktis ke teoretis, serta dari simbol ke pemahaman mendalam terhadap&#xD;
bahasa Al-Qur’an.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Karakteristik Dabt Mushaf Kuno Nusantara (Studi Komparasi Mushaf Kuno NB 246 dan Mushaf Kuno NB 752 Koleksi PNRI)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4702" />
    <author>
      <name>Nurus Saadah, 21211753</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4702</id>
    <updated>2025-12-06T07:35:17Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Karakteristik Dabt Mushaf Kuno Nusantara (Studi Komparasi Mushaf Kuno NB 246 dan Mushaf Kuno NB 752 Koleksi PNRI)
Authors: Nurus Saadah, 21211753
Abstract: Kajian terhadap mushaf kuno hingga kini masih tergolong terbatas di&#xD;
kalangan akademisi. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seluruh&#xD;
mushaf Al-Qur‟an memiliki kesamaan dalam teks dan bentuk penulisannya.&#xD;
Padahal, sepanjang sejarah, aspek ḍabṭ Al-Qur‟an mengalami perkembangan&#xD;
dan perubahan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap khazanah&#xD;
sekaligus menelusuri keautentikan mushaf kuno yang tersimpan dalam&#xD;
koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, khususnya melalui telaah&#xD;
konsep ilmu ḍabṭ serta perbandingan penerapannya pada Mushaf Kuno NB&#xD;
246 dan NB 752.&#xD;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi&#xD;
kepustakaan dan penelusuran digital. Analisis data dilakukan dengan metode&#xD;
deskriptif-analitis dan komparatif, menggunakan sumber primer berupa&#xD;
Mushaf Kuno NB 246 dan NB 752, serta sumber sekunder berupa literatur&#xD;
berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan filologi dan ilmu&#xD;
ḍabṭ.&#xD;
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua mushaf kuno pada&#xD;
umumnya mengikuti kaidah ilmu ḍabṭ sebagaimana dijelaskan dalam Irsyād&#xD;
aṭ-Ṭālibīn ilā Ḍabṭ al-Kitāb al-Mubīn karya Muḥammad Sālim al-Muḥaisin&#xD;
(1929–2001 M), dengan kecenderungan pada tradisi mazhab masyāriqah.&#xD;
Persamaan penerapan ḍabṭ pada kedua mushaf digital meliputi bentuk tanda&#xD;
baca untuk harakat, tanwin, tasydid, mad, hamzah qaṭ„, alif waṣl, serta huruf&#xD;
ziyādah. Adapun perbedaannya tampak pada penggunaan tanda sukun, mad&#xD;
wajib, mad badal, serta huruf tertentu yang dihilangkan dalam rasm.&#xD;
Kesamaan tersebut dipengaruhi oleh keseragaman riwayat rasm dan mazhab&#xD;
ḍabṭ yang dianut, sedangkan perbedaan lebih disebabkan oleh variasi qirā‟ah&#xD;
dan ijtihad penyalin mushaf.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Konsep Penerimaan Takdir Perspektif Al-Quran (Studi Analisis Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4701" />
    <author>
      <name>Nurul Lailatul Hidayati, 21211750</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4701</id>
    <updated>2025-12-22T03:03:57Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Konsep Penerimaan Takdir Perspektif Al-Quran (Studi Analisis Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab)
Authors: Nurul Lailatul Hidayati, 21211750
Abstract: Latar Belakang penelitian ini berangkat dari problematika&#xD;
pemahaman umat mengenai takdir yang sering menimbulkan sikap&#xD;
fatalistik atau bahkan penolakan terhadap ketentuan Allah. Padahal, AlQur’an mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal dengan&#xD;
dasar sabar, syukur, serta ridha. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep&#xD;
penerimaan takdir melalui penafsiran Quraish Shihab dalam Tafsir AlMiṣbāh agar pemahaman tersebut lebih komprehensif dan kontekstual.&#xD;
Kajian tentang penerimaan takdir dalam perspektif Al-Qur’an&#xD;
masih jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini memiliki kesamaan&#xD;
dengan penelitian sebelumnya yang membahas takdir, namun berbeda dari&#xD;
sisi objek kajian. Jika penelitian terdahulu menyoroti tafsir klasik atau&#xD;
pemikiran tokoh, penelitian ini fokus pada penerimaan takdir melalui&#xD;
Tafsir Al-Miṣbāh karya Quraish Shihab, sehingga memberi kontribusi baru&#xD;
yang aplikatif dan relevan dengan kondisi modern.&#xD;
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan&#xD;
deskriptif-analitis. Sumber primer penelitian ini adalah Tafsir Al-Miṣbāh&#xD;
karya Quraish Shihab, sedangkan sumber sekundernya meliputi kitab tafsir,&#xD;
buku akademik, dan jurnal ilmiah.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quraish Shihab menafsirkan&#xD;
penerimaan takdir sebagai sikap aktif, yakni memadukan ikhtiar, tawakal,&#xD;
husnuzhan, dan ridha, bukan pasrah buta. Konsep ini relevan dengan&#xD;
dinamika kehidupan modern karena mampu menumbuhkan optimisme,&#xD;
ketenangan batin, dan keseimbangan antara usaha manusia dengan&#xD;
penyerahan hasil kepada Allah Swt.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

