Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/155
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorIstiqomah-
dc.contributor.authorIfatul Malihah, 15210657-
dc.date.accessioned2019-11-08T06:12:43Z-
dc.date.available2019-11-08T06:12:43Z-
dc.date.issued2019-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/155-
dc.description.abstractSebagai mahasiswi Institut Ilmu Al-Qur‟an yang dipandang oleh masyarakat sebagai ahli Al-Qur‟an, maka mahasisiwi IIQ dituntut untuk selalu siap menjawab pertanyaan dan permintaan dari masyarakat mengenai Al-Qur‟an. Kegiatan mahasiswi IIQ Jakarta selain belajar di bangku perkuliahan, beberapa dari mereka juga menjadi pengajar Al-Qur‟an baik di lembaga formal maupun nonformal atau privat. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi mahasisiwi IIQ menjadi pengajar Al-Qur‟an salah satunya adalah karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Mengambil upah dari mengajarkan Al-Qur‟an merupakan salah satu bentuk dari at-Takassub bi Al- Qur’an. Tidak semua orang memahami tentang istilah at-Takassub bi Al- Qur’an, termasuk mahasiswi IIQ. Maka dalam skripsi ini penulis menjelaskan makna at-Takassub bi Al-Qur’an. Selain itu juga menjelaskan hukum dari at-Takassub bi Al-Qur’an serta menjelaskan tingkat pemahaman dan pandangan mahasiswi IIQ sebagai pengajar Al-Qur‟an tentang at- Takassub bi Al-Qur’an. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian mix methods yakni dengan mengkombinasikan antara dua metode penelitian sekaligus, kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitafif dilakukan secara sistematis, terstruktur, serta terperinci dengan menggunaan angka dan diagram untuk menampilkan hasil data/ informasi yang diperoleh. Kemudian dari data yang diperoleh dianalisa dan dijelaskan dengan menggunakan metode kualitatif. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan wawancara terstruktur terhadap responden yang dipilih secara purposive or judgemental sampling, yaitu peneliti memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang ditetapkan oleh penulis adalah mahasiswi aktif Institut Ilmu Al-Qur‟an Jakarta yang menjadi guru privat Al-Qur‟an. Skripsi ini menyimpulkan bahwa pemahaman mahasisiwi IIQ menganai at-Takassub bi Al-Qur‟an sangatlah kurang. Hal ini dibuktikan dengan data yang diperoleh dalam penelitian. Sebanyak 14 orang dari 30 narasumber yakni 46,70% menyatakan tidak faham mengenai at-Takassub bi Al-Qur’an. Sedangkan hanya 11 orang dari 30 narasumber yakni 36,70% menyatakan faham. Adapun sisanya yakni 5 orang atau 16,7% menyatakan sedikit faham. Mahasiswi yang menyatakan faham berpendapat bahwa mengambil upah dari mengajarkan Al-Qur‟an itu diperbolehkan sebagaimana pendapat dari Imam Syafii dan Imam Maliki.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherInstitut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectLiving Quranen_US
dc.titleResepsi Mahasiswi terhadap at-Takassub bi Al-Qur’an (Studi Living Qur‟an Pada Institut Ilmu Al-Qur‟an Jakarta)en_US
dc.typeSkripsien_US
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
15210657.pdf
  Restricted Access
3.13 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.