Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1708
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorMuhammad Ulinnuha-
dc.contributor.advisorM. Ziyad Ulhaq-
dc.contributor.authorNur Mahbubah, 219410918-
dc.date.accessioned2022-07-14T04:23:29Z-
dc.date.available2022-07-14T04:23:29Z-
dc.date.issued2022-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1708-
dc.description.abstractTesis ini dilatar belakangi karena peminat tafsir bi al-līsān yang sangat signifikan dengan berbagai alasan. Menurut penulis, hal itu disebabkan penafsiran yang masih baku belum bisa menawarkan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari. Alasan lain, budaya membaca, terlebih mengenai literatur tafsir, untuk kalangan masyarakat awam adalah suatu hal yang langka. Apalagi jika ditinjau keadaan di Indonesia, masyarakat yang berada di pelosok desa bahkan tidak mampu membaca. Maka dari itu untuk memenuhi asupan agama, mereka lebih senang mendengarkan tausiyah. Melalui oral tafsir (Tafsir Lisan), penafsiran Al-Qur’an akan lebih mudah disesuaikan dengan tuntutan zaman, permasalahan-permasalahan yang sudah berkembang di masyarakat akan dilingkarkan secara langsung dengan Al Qur’an untuk dicarikan solusi darinya. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menganalisa tafsir bi al-Līsān KH. Ahmad Bahauddin Nursalim yang fokus pada ayat-ayat ahkam. Sejauh mana relevansinya dengan hukum perundang-undangan di Indonesia. Serta mengurai metodologi penafsiran yang digunakan meliputi sumber, metode dan corak hingga kecenderungan ideologinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan, Penyajian data dalam tulisan ini berupa deskriptif-analisis, penguraian data tafsir bi al-Līsān KH. Ahmad Bahauddin Nursalim yakni penulis akan mendeskripsikan pembahasan apa adanya dari data rekaman berupa video maupun audio di YouTube channel Santri Gayeng, lalu disaring sesuai penelitian yang akan penulis teliti, yakni penafsiran KH. Ahmad Bahauddin Nursalim mengenai ayat-ayat ahkam. Kemudian dianalisa metodologi dan relevansinya dengan hukum perundang-undangan di Indonesia. Temuan penulis menunjukkan tafsir bi al-Līsān KH. Ahmad Bahauddin Nursalim secara metodologi umumnya menggunakan sumber metode bi ar-ra’y (pemikiran). Metode penafsiran yang digunakan adalah maudhū‘ī ijmālī dengan corak Fiqih (hukum). Secara ideologi penafsirannya berteologikan Sunni Asy‘arî yang bermazhab Syafi’i.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectTafsir bi al-Līsānen_US
dc.subjectAyat-ayat Ahkamen_US
dc.subjectAhmad Bahauddin Nursalimen_US
dc.titlePemahaman Ayat-Ayat Ahkam (Analisis Tafsir bi al-Lisan KH. Ahmad Bahauddin Nursalim)en_US
dc.typeTesisen_US
Appears in Collections:Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
219410918-Nur Mahbubah.pdf
  Restricted Access
219410918-Tesis1.93 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.