Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1784
Title: Tradisi Pembacaan Ayat Al-Hirz (Kajian Living Qur'an Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan Madura)
Authors: Rummanah, 18211069
Advisor: Arison Sani
Issue Date: 2022
Publisher: Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta
Abstract: Skripsi ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena living qur’an yang berada di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan Madura yaitu tradisi pembacaan ayat al-Ḥirz atau sering disebut juga dengan ayat penjagaan (pembentengan) diambil dari potongan-potongan ayat Al-Qur’ān yang dijadikan bacaan khusus dan menjadi wirid harian oleh para santri setiap hari, yang diyakini apabila membaca ayat al-ḥirz ini maka akan terjaga dari sesuatu yang membahayakan, seperti perampokan, pencurian, pembegalan, gangguan binatang buas, dan sebagainya. Adapun tujuan peneletian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tradisi pembacaan ayat al-Ḥirz. Menjelaskan makna, fungsi dan dampak yang dirasakan para santri setelah membaca ayat al-Ḥirz. Perbedaan dari penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah subjek penelitiannya dan objek penelitian adalah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan Madura, yang sebelumnya belum ada peneliti lain yang membahas hal tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field reseach) yang menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Peneliti menggunakan analisis triangulasi chek-rechek. Dalam kajian Living Qur’an ini, penulis menggunakan pendekatan fenomenologi dan resepsi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi Max Weber. Max Waber mengidentifikasi tiga jenis otoritas agen yaitu: otoritas tradisional, otoritas kharismatik dan otoritas legalrasional. Jika melihat teori Weber terlihat bahwa tradisi di pesantren ini adalah otoritas tradisional. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tradisi pembacaan ayat al-Ḥirz di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen merupakan salah satu amalan atau tradisi yang telah dilakukan sejak lama oleh para santri sebagai bentuk ikhtiyar untuk medapatkan ketenangan, perlindungan, dan kesembuhan dari Allah SWT. Dampak yang dirasakan santri setelah membaca ayat al-Ḥirz sangat beragam, antara lain rasa dekat dengan Allah, terhindar dari segala musibah yang menimpa mereka, mendapatkan imun tambahan sehingga mereka tidak mudah sakit, dan sebagian dari mereka 22 tidak merasa apapun setelah membaca ayat al-Ḥirz selain ketenangan dalam hati.
URI: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1784
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
18211069.pdf
  Restricted Access
3.77 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.