Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3000
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAbdul Muhaimin Zein-
dc.contributor.advisorSyamsul Ariyadi-
dc.contributor.authorMoh. Maghfur, 220411010-
dc.date.accessioned2023-06-09T08:42:18Z-
dc.date.available2023-06-09T08:42:18Z-
dc.date.issued2023-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3000-
dc.description.abstractTesis ini mengkaji fenomena Childfree yang saat ini sedang berkembang di Indonesia, dan dianut oleh kalangan Muslim. Tujuannya agar pilihan, sikap dan gaya hidup Childfree diketahui sejarah, latar belakang pemikiran yang melahirkan, bentuk-bentuk dan dampaknya, kemudian hukum Childfree secara menyeluruh, yang berbeda dengan pengaturan dan pembatasan kelahiran, apalagi sekedar pemasangan alat kontrasepsi. Penelitian tentang Childfree sebelumnya hanya membahas seputar hukum membujang (tabattul) dan ‘azl termasuk penggunaan alat kontrasepsi. Termasuk kebiri, vasektomi, tubektomi dan aborsi, dengan segala pro dan kontranya. Sedangkan penelitian ini meliti semuanya, disertai berbagai aspek yang melatarbelakanginya, berikut dampaknya bagi pelaku, masyarkat, umat, negara, bahkan dunia. Sekaligus menawarkan solusi yang diberikan oleh Islam terhadap fenomena ini. Adapun metodologi yang digunakan di dalam penelitian adalah Library Reseach (penelitian kepustakaan). Dari berbagai aspek dan sudut pandang di atas, dengan menggunakan persepktif Tafsir Ayah Ahkam, khususnya ayat yang menyatakan larangan membunuh anak, baik karena faktor ekonomi, sosial maupun psikologi, ditopang dengan berbagai ayat yang menjelaskan tentang kesempurnaan Islam, larangan mengambil yang lain, selain Islam, serta akidah, ilmu Allah, Qadha’ dan Qadar, tawakal, rizki dan ajal, serta tanggungjawab di dunia dan akhirat, maka hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa pilihan dan gaya hidup Childfree jelas bukan dari Islam, bertentangan dan dilarang oleh Islam. Meski pada beberapa tindakan tertentu, seperti membujang (tabattul) dan ‘azl termasuk penggunaan alat kontrasepsi, sebagai bentuk pengaturan kelahiran (tanzhîm an-nasl), bukan menolak anak (man’u an-nasl), tetap diperbolehkan. Penelitian ini juga mengemukakan solusi yang diberikan oleh Al-Qur’an terhadap fenomena Childfree, melalui pendekatan preventif, dengan purifikasi dan revitalisasi akidah dan pemikiran Islam. Juga pendekatan kuratif, dengan dakwah dan edukasi, baik secara pribadi maupun berjamaah. Al-Qur’an juga memberikan solusi praktis, melalui kebijakan negara, baik di bidang sosial, ekonomi, politik maupun pertahanan. Dengan cara menerapkan secara kâffah apa yang Allah turunkan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectChildfreeen_US
dc.subjectTafsir Ayat Ahkamen_US
dc.subjectAkidahen_US
dc.subjectHukum Syariahen_US
dc.subjectMaqâshid Syarî’ahen_US
dc.titleFenomena Child Free Perspektif Tafsir Ayat Ahkam (Studi Analisis Q.s. Al-An’am: 151, Al-Isra’: 31 dan At-Takwir: 8-9)en_US
dc.typeTesisen_US
Appears in Collections:Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
220411010 - Moh. Maghfur.pdf
  Restricted Access
3.3 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.