Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3026
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorRif'at Syauqi Nawawi-
dc.contributor.authorSukiyah, 96310306-
dc.date.accessioned2023-06-13T04:44:21Z-
dc.date.available2023-06-13T04:44:21Z-
dc.date.issued2002-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3026-
dc.description.abstractNabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta, khususnya bagi umat manusia untuk memperbaiki budi pekerti. Seluruh ajaran Islam mengandung pesan-pesan berupa hikmah yang tentunya mempunyai tujuan sebagai penyempurna akhlak manusia, guna memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Kejayaan bangsa dan kejayaan umat terletak kepada akhlaknya. Selama bangsa itu masih berpegang teguh kepada norma-norma, etika dan akhlak yang baik, maka selama itu pula bangsa menjadi jaya dan bahagia. Adapun tujuan umum dari pendidikan Islam ialah pembentukan akhlak dan budi pekerti yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, bukan hanya memenuhi murid-murid dengan ilmu pengetahuan tetapi juga memberikan pendidikan akhlak dengan memperhatikan pelbagai dimensi, baik itu kesehatan, pendidikan fisik dan mental serta menyiapkan anak-anak menjadi anggota masyarakat. Moral tinggi inilah yang disuarakan oleh para pendidik Islam dan dituntut supaya ditanamkan di dalam jiwa anak-anak dalam bidang pendidikan di mana saja. Pembinaan moral seharusnya dilaksanakan sejak anak masih kecil,sesuai dengan kemampuan dan umurnya. Karena setiap anak yang lahir, belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan belum tahu batas-batas dan ketentuan yang berlaku dalam lingkungannya. Pendidikan budi pekerti sangatlah urgen bagi anak-anak dan membiasakan mereka kepada tingkah laku yang baik sejak keci􀀚 karena pembentukan yang utama ialah di waktu kecil, maka jika seorang anak dibiarkan melakukan perbuatan yang kurang baik dan kemudian telah menjadi kebiasaan, maka akan sukarlah meluruskannya atau mengembalikannya kepada hal-hal yang baik. Anak yang telah mendapatkan pendidikan yang baik dan benar dari para orang tua dan para pendidik lainnya terpancar pada dirinya kepribadian serta moral yang baik. Karena anak merupakan benih dari suatu masyarakat, namun sebaliknya anak yang tidak dibekali pendidikan yang baik, dari orang tua maupun dari pendidik lainnya akan menghasilkan generasi yang kurang baik, sehingga akan menghasilkan masyarakat yang tidak berakhlak.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherInstitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectPendidikan Akhlaken_US
dc.subjectPerspektif Islamen_US
dc.titlePendidikan Akhlak Bagi Anak Didik Dalam Perspektif Islam (Telaah Surat Ash-ShaffatAyat 100-111)en_US
dc.typeSkripsien_US
Appears in Collections:Skripsi S1 Pendidikan Agama Islam

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
36. Sukiyah.pdf
  Restricted Access
5.87 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.