Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3711
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSamsul Ariyadi-
dc.contributor.advisorM. Ziyad Ulhaq-
dc.contributor.authorNur Azizah, 219410921-
dc.date.accessioned2024-07-27T06:59:46Z-
dc.date.available2024-07-27T06:59:46Z-
dc.date.issued2023-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3711-
dc.description.abstractAbraham Geiger ingin membuktikkan ajaran Islam berasal dari Yudaisme serta menunjukkan keunggulan Yudaisme atas agama lain. dia tidak menganggap Nabi Muhammad SAW sebagai seorang nabi, tetapi menganggapnya sebagai seseorang yang mencoba menciptakan campuran agama agar satu agama terbentuk di dunia. Subjek utama karyanya bahwa agama Islam bukanlah formula baru, itu adalah agama campuran dari agama dan budaya kuno. Secara metodologi penelitian yang diusung peneliti merupakan analisis historis. Metode pendekatan dalam suatu penelitian secara konkrit adalah pola fikir (al-ittijâh ial-fikrî) yang dipergunakan untuk membahas suatu masalah.Pendekatan yang menuntut untuk berfikir cermat dan kritis penulis gunakan untuk mencari jawaban secara mendasar, integral, dan sistematis tentang klaim Abraham Geiger terkait plagiarisme ajaran yudaisme. Hasil penelitian Geiger menunjukan pandangan yang berbeda dengan pandanganYahudi Ortodoks tentang Taurat, tidak menganggap lima kitab yang diwahyukan kepada Musa sebagai wahyu, serta menggunakan sumber Yahudi yang ditulis setelah Islam diwahyukan. Konteks agama Kristen dalam karyanya dipengaruhi oleh guru Kristen-nya, Georg Wilhelm Friedrich Freytag. Meskipun demikian, penguasaan Geiger terhadap sumber-sumber Yahudi dan kemampuannya mengaitkan perumpamaan dan konsep dalam Al-Qur’an dengan sumber-sumber Yahudi diakui oleh kalangan Cendikiawan Kristen dan dianggap berharga. Penulis juga menolak klaim bahwa kata-kata asing dalam Al-Qur’an mengancam kedudukannya sebagai kitab suci berbahasa Arab, dengan argumen bahwa bahasa adalah dinamis dan terintegrasi dengan baik dalam Al-Qur’an, serta bahwa pandangan ulama menegaskan karakteristik unik Al-Qur’an yang berbeda dari agama-agama sebelumnya, meskipun perlu dihindari penggunaan klaim semacam itu untuk meragukan posisi Al-Qur’an sebagai pedoman spiritual yang relevan dalam evolusi bahasa dan budaya.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectPlagiarisme Al-Qur’anen_US
dc.subjectAbraham Geigeren_US
dc.subjectYudaismeen_US
dc.subjectNabi Muhammad SAWen_US
dc.titleKlaim Plagiarisme Al-Qur’an Terhadap Ajaran Yudaisme (Studi Kritik Analisis Historis Terhadap Buku Was hat Mohammed aus dem judenthume aufgenommen?)en_US
dc.typeTesisen_US
Appears in Collections:Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
219410921_Nur Azizah.pdf
  Restricted Access
219410921_Tesis1.99 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.