Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/612
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAhmad Fathoni-
dc.contributor.advisorRomlah Widayati-
dc.contributor.authorLana Najiah, 212410496-
dc.date.accessioned2020-04-14T06:24:11Z-
dc.date.available2020-04-14T06:24:11Z-
dc.date.issued2015-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/612-
dc.description.abstractQirâ’ât adalah salah satu madzhab pembacaan Al-Qur‟an yang dipakai oleh salah seorang imam qurra‟ sebagai suatu madzhab yang berbeda dengan madzhab lainnya. Dari macam-macam qira‟ah, bisa menjadikan lahirnya keberagaman hukum Islam. Perbedaan qirâ’ât Al-Qur‟an yang berkaitan dengan substansi lafazh atau kalimat, adakalanya mempengaruhi makna dari lafazh atau kalimat tersebut, dan adakalanya tidak. Berkenaan dengan ilmu qirâ’ât, salah satu mufassir yang memiliki perhatian yang sangat besar dalam bidang ini adalah Ibn „Âsyûr. Hal ini terbukti ketika Ibn „Âsyûr menafsirkan ayat-ayat Al-Qur‟an, ia banyak mengangkat berbagai qirâ’ât yang terkait dengan bacaan ayat-ayat tersebut, dan seringkali menjelaskan sisi perbedaan di antara qirâ’ât tersebut, bahkan dampak hukum dari perbedaan qirâ’ât tersebut. Pokok masalah penelitian ini dapat dirumuskan dalam sebuah pertanyaan, Bagaimana konsep penafsiran Ibn „Âsyûr terhadap ragam qirâ’ât pada ayat-ayat ahkâm dalam surat Al-Baqarah sampai surat al-Mâidah? Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bahwa ilmu qirâ’ât bukan hanya sebatas ilmu untuk membaca Al-Qur‟an saja, melainkan ilmu ini juga dapat digunakan untuk menafsirkan Al-Qur‟an yang berimplikasi terhadap istinbât hukum. Melalui analisa literatur, Penulis akan mengumpulkan ayat-ayat ahkâm yang terdapat perbedaan qirâ’ât di dalam tafsir At-Tahrîr wa at-Tanwîr. Kemudian meneliti lafal qirâ’ât yang disandarkan pada kaidah-kaidah qirâ’ât yang ada dan menyimpulkan hasil penelitian tersebut serta mengklasifikasikannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Sedangkan pengumpulan data ditempuh melalui penelitian pustaka (library research). Perbedaan qirâ‟ât ada yang berimplikasi terhadap produk hukum hasil ijtihad yang berbeda. Sering kali ibn „Âsyûr mendukung salah satu qirâ‟ât saja, atau beliau hanya mengkompromikan antara qirâ‟ât yang berbeda bacaan. Begitu pula dengan kecenderungan madzhab, ibn „Âsyûr terkadang menyatakan bahwa ia lebih cenderung terhadap pendapat madzhab malikî. Akan tetapi, itu tidak mendominasi penafsirannya. Karena ibn „Âsyûr lebih banyak bersikap netral atau tidak mengungkapkan kecenderungan madzhab. Dilihat dari penafsiran Ibn „Âsyûr dan mufassir lainnya, Ibn „Âsyûr merupakan salah satu mufassir yang memasukkan qirâ‟ât dalam setiap penafsirannya. Akan tetapi, banyak ikhtilaf qira‟at yang tidak dibahas hukum fiqihnya. Ibn „Âsyûr sering kali hanya menyebutkan ragam qirâ‟ât yang terdapat dalam ayat yang sedang ditafsirkan tanpa menjelaskan penafsiran yang berkaitan dengan qirâ‟ât tersebut secara meluas, sebagaimana yang dilakukan beberapa mufassir di antaranya: Wahbah Az-Zuhailî, Abu Hayyân, Al-Qurthubî, dan lainnya.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherPascarajana Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectQiraaten_US
dc.subjectAyat-Ayat Ahkamen_US
dc.titleImplikasi Ragam Qiraat Terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Ahkam Telaah Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir Karya Ibn 'Asyur Pada Surat Al-Baqarah Sampai Al-Maidahen_US
dc.typeTesisen_US
Appears in Collections:Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
212410496-Lana Najiah.pdf
  Restricted Access
212410496-Tesis4.87 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.