<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>IIQJKT-R Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1669" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1669</id>
  <updated>2026-06-05T02:50:45Z</updated>
  <dc:date>2026-06-05T02:50:45Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Penafsiran ayat-ayat Tipu Daya Setan (Analisis Kontekstual dengan Pendekatan Mana Cum Magza)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4688" />
    <author>
      <name>Triana Nursafitri, 21211853</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4688</id>
    <updated>2025-12-06T05:52:59Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Penafsiran ayat-ayat Tipu Daya Setan (Analisis Kontekstual dengan Pendekatan Mana Cum Magza)
Authors: Triana Nursafitri, 21211853
Abstract: Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman telah membawa&#xD;
tantangan baru dalam kehidupan beragama umat Islam. Di tengah kemajuan&#xD;
teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, manusia semakin mudah&#xD;
terpapar pada gaya hidup bebas, konten negatif, dan pemikiran yang&#xD;
menjauhkan dari nilai-nilai spiritual. Dalam perspektif Al-Qur’an, fenomena&#xD;
tersebut tidak terlepas dari peran setan sebagai musuh nyata yang terusmenerus menyesatkan manusia melalui berbagai bentuk tipu daya. Oleh&#xD;
karena itu, diperlukan upaya penafsiran ulang terhadap ayat-ayat yang&#xD;
membahas tentang strategi dan pengaruh setan dalam kehidupan manusia&#xD;
modern.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan ayat-ayat tentang tipu daya&#xD;
setan, khususnya pada QS. Al-A‘rāf: 16-17, QS. Al-Isra’: 64, dan QS. AlBaqarah: 268, dengan menggunakan pendekatan tafsir kontekstual dan metode&#xD;
ma’nā cum maghzā. Pendekatan ini memungkinkan penggalian makna ayat&#xD;
tidak hanya secara tekstual, tetapi juga pesan moral dan sosialnya yang relevan&#xD;
dengan konteks kekinian. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode&#xD;
kepustakaan, menggunakan data dari kitab-kitab tafsir dan literatur&#xD;
kontemporer terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif tematik dengan&#xD;
mengaitkan teks ayat dan dinamika sosial umat Islam saat ini.&#xD;
Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, ayat-ayat yang dikaji&#xD;
menunjukkan bahwa tipu daya setan bersifat sistemik, menyeluruh, dan terusmenerus melalui godaan dari segala arah, perhiasan maksiat, serta&#xD;
membangkitkan rasa takut dan kekhawatiran terhadap kehilangan dunia.&#xD;
Kedua, pendekatan ma’nā cum maghzā mengungkap bahwa pesan ayat-ayat&#xD;
tersebut relevan dengan realitas kontemporer, di mana tipu daya setan hadir&#xD;
dalam bentuk kecanduan media sosial, hedonisme, individualisme, serta&#xD;
keraguan terhadap nilai-nilai agama. Ketiga, hasil kajian ini mendorong&#xD;
perlunya kesadaran spiritual yang lebih mendalam dan pemahaman Al-Qur’an yang kontekstual sebagai benteng dalam menghadapi tipu daya setan di era&#xD;
modern</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Dzikir Jahar Dan Dzikir Khofi Sebagai Sarana Penyehat Batin Manusia Berdasarkan Perspektif Al-Quran</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4670" />
    <author>
      <name>Nesthya Fitri Nasrul, 19211249</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4670</id>
    <updated>2025-12-06T04:40:27Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Dzikir Jahar Dan Dzikir Khofi Sebagai Sarana Penyehat Batin Manusia Berdasarkan Perspektif Al-Quran
Authors: Nesthya Fitri Nasrul, 19211249
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya manusia sering&#xD;
mengalami gangguan psikologis seperti stress, kecemasan dan kegelisahan&#xD;
batin. Kondisi ini memicu pencarian berbagai bentuk terapi spiritual yang&#xD;
dapat membantu menyeimbangkan kondisi kejiwaan. Salah satu bentuk terapi&#xD;
yang memiliki akar kuat dalam ajaran Islam adalah dzikir, yakni mengingat&#xD;
Allah dengan lisan dan batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji zikir jahr&#xD;
dan zikir khofi sebagai sarana penyehat batin manusia berdasarkan perspektif&#xD;
Al-Qur'an. Dalam konteks kehidupan modern yang dipenuhi tekanan&#xD;
emosional, zikir menjadi salah satu bentuk terapi spiritual yang relevan untuk&#xD;
membangun ketenangan dan keseimbangan jiwa.&#xD;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi&#xD;
kepustakaan (library research), yakni menganalisis penafsiran para mufassir&#xD;
terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan zikir jahr dan khafi,&#xD;
seperti QS. Al-Baqarah [2] : 200, QS. Al-A‘rāf [7]: 55 &amp; 205. Beberapa karya&#xD;
tafsir yang dikaji antara lain Tafsir An-Nur, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Maragi,&#xD;
Tafsir Al-Muyassar, Tafsir Al-Jalalain, Tafsir fi Zhilalil Quran, Tafsir Ibnu&#xD;
Katsir. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik&#xD;
dokumentatif dengan Analisa deskriptif-analisis. Adapun pendekatan dalam&#xD;
penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu’i).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik zikir jahr maupun khafi&#xD;
memiliki peran penting dalam menyembuhkan batin manusia, dengan&#xD;
karakteristik dan kondisi penerapan yang berbeda. Dzikir khofi lebih&#xD;
menekankan pada kesunyian dan kedalaman spiritual, sementara zikir jahr&#xD;
dapat menumbuhkan semangat dan kekuatan batin secara kolektif. Kedua&#xD;
bentuk zikir ini, jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan,&#xD;
mampu memberikan ketenteraman, membebaskan dari kegelisahan, dan&#xD;
memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Mengembalikan Ayat Muhkam pada Ayat Mutasyabih</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4231" />
    <author>
      <name>Istiq, Istiqomah</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4231</id>
    <updated>2025-09-28T11:12:21Z</updated>
    <published>2000-09-21T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Mengembalikan Ayat Muhkam pada Ayat Mutasyabih
Authors: Istiq, Istiqomah</summary>
    <dc:date>2000-09-21T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Waqf dan Ibtidā’ dalam Mushaf Al-Qur’an</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4230" />
    <author>
      <name>Istiqomah, Istiq</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4230</id>
    <updated>2025-09-28T01:49:26Z</updated>
    <published>2021-08-30T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Waqf dan Ibtidā’ dalam Mushaf Al-Qur’an
Authors: Istiqomah, Istiq
Abstract: Tulisan ini membahas perbedaan waqf dan ibtidā’ antara Mushaf &#xD;
Standar Indonesia, Mushaf Bombay, Mushaf Kudus dan Mushaf Madinah &#xD;
berdasarkan tanda waqf yang digunakan dalam tiap-tiap mushaf, serta &#xD;
pengaruhnya terhadap makna. Penelitian ini menggunakan metode &#xD;
deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan waqf dan &#xD;
ibtidā’ antara Mushaf Standar Indonesia, Mushaf Bombay, Mushaf Kudus &#xD;
dan Mushaf Madinah terletak pada tanda yang digunakan, juga pada cara &#xD;
penempatatannya. Dari perbedaan tersebut melahirkan suatu pemahaman &#xD;
yang boleh jadi berbeda dengan pemahaman yang muncul dari waqf dan &#xD;
ibtidā’ pada lafazh lain dalam ayat yang sama. Hanya saja perbedaan &#xD;
makna yang lahir dari perbedaan tanda waqf dan ibtidā’ tersebut tidaklah &#xD;
kontradiktif.</summary>
    <dc:date>2021-08-30T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

