<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>IIQJKT-R Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1716" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1716</id>
  <updated>2026-06-05T05:06:03Z</updated>
  <dc:date>2026-06-05T05:06:03Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Kompetensi Pemahaman Qirâ’at Al-Qur’an Mahasiswi IIQ Jakarta</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2539" />
    <author>
      <name>Romlah Widayati, Ali Mursyid</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2539</id>
    <updated>2023-04-15T07:45:51Z</updated>
    <published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kompetensi Pemahaman Qirâ’at Al-Qur’an Mahasiswi IIQ Jakarta
Authors: Romlah Widayati, Ali Mursyid
Abstract: Penelitian ini berjudul Kompetensi Pemahaman Qirâ’at&#xD;
Mahasiswi IIQ Jakarta. Penelitian ini memiliki nilai penting minimal&#xD;
karena beberapa alasan: Pertama, karena Qirâ’at al-Qur’an adalah&#xD;
salah satu mata kuliah yang menjadi ciri khas IIQ Jakarta, selain&#xD;
tahfizh, nagham, rasm, ulumul Qur’an dan Tafsir. Meneliti ilmu&#xD;
Qirâ’at di IIQ Jakarta adalah sesuatu yang tepat dan signifikan.&#xD;
Kedua, meneliti mahasiswi IIQ Jakarta, berarti juga meneliti&#xD;
mahasiswi asal DKI Jakarta, karena dari penelitian ini, diketahui&#xD;
bahwa jumlah mahasiswi IIQ yang berasal dari DKI Jakarta&#xD;
mencapai 23 % setiap tahunnya.. Artinya meneliti mahasiswi IIQ&#xD;
terkait erat dengan meneliti mahasiswi asal DKI Jakarta.&#xD;
Masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah: (1) Sejauh&#xD;
mana kompetensi dan penguasaan Ilmu Qirâ’at mahasiswa IIQ&#xD;
Jakarta? (2) Bagaimana Metode Pengajaran yang tepat untuk&#xD;
pembelajaran Ilmu Qirâ’at? (3) Bagaimana pengaruh latar belakang&#xD;
pendidikan terhadap tingkat penguasaan mahasiswa terhadap mata&#xD;
kuliah ilmu Qirâ’at ? (4) Bagaimana keberadaan mahasiswi asal DKI&#xD;
Jakarta di IIQ dan bagaimana pula kompetensi Ilmu Qirâ’at mereka?&#xD;
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian itu,&#xD;
penelitian ini menggunakan pendekatan normative dan pendekatan&#xD;
empiris. Pendekatan normative diperlukan untuk mendapatkan&#xD;
gambaran tentang bagaimana metode dan model pengajaran Ilmu&#xD;
Qirâ’at dilakukan, terutama berdasarkan pengalaman dan teori yang&#xD;
ada. Sedangkan pendekatan empiris diperlukan untuk melihat&#xD;
sejauhmana tingkat kompetensi dan penguasaan mahasiswa IIQ&#xD;
Jakarta terhadap pengusaan Qirâ’at. Penelitian ini juga&#xD;
menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitiatif sekaligus. Ini&#xD;
yang disebut dengan penelitian kombinasi (mixed methods), dengan&#xD;
analisa dan penyajian secara deksriptif analitis.&#xD;
Dari hasil penelitian ini ditemukan hal-hal berikut: Pertama,&#xD;
Kompetensi mahasiswa Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta bidang&#xD;
Qira’at sangatlah baik. Indikatornya adalah bahwa nilai ujian ilmu&#xD;
Qira’at para mahasiswa lebih banyak yang mendapatkan nilai sangat&#xD;
baik dan baik. Konpetensi sangat baik dan baik ini meliputi&#xD;
pengetahuan teori qira’at dan parkatekknya (tathbiqnya).&#xD;
Kedua, Pengajaran yang tepat untuk mengajarkan Ilmu Qira’at&#xD;
bagi mahasiswi IIQ Jakarta adalah dengan cara pengajaran ilmu&#xD;
qirâ’at persis pada masa Rasulullah, sahabat, tabi’in, yang dilakukan&#xD;
iv&#xD;
dengan sistem talaqqi, atau musyafahah (Rasulullah saw dengan para&#xD;
sahabat atau berhadapan langsung antara guru dengan murid).&#xD;
Ketiga, berdasarkan penelitian melalui angket tentang latar&#xD;
belakang mahasiswa dan nilai mata kuliah yang diperoleh mahasiswa&#xD;
berlatar belakang pesantren dan bukan pesantren menunjukkan&#xD;
bahwa: latar belakang pendidikan pesantren atau bukan pesantren&#xD;
tidak memiliki signifikansi pada kompetensi, penguasaan atau nilai&#xD;
prestasi mahasiswi IIQ Jakarta dalam bidang Qira’at. Karena&#xD;
memang, mahasiswa baik lulusan pesantren atau bukan lulusan&#xD;
pesantren, faktanya membuktikan mereka bisa mendapatkan nilai&#xD;
sangat baik, dan ada juga yang nilainya sekedar baik saja. Begitu juga&#xD;
mahasiswa lulusan non pesantren, yang nilainya sangat baik juga&#xD;
banyak dan ada juga yang nilainya sekedar baik saja. Jadi, baik&#xD;
lulusan pesantren maupun bukan lulusan pesantren, kemampuan&#xD;
mahasiswi IIQ Jakarta di bidang Qira’at, rata-rata sangat baik dan&#xD;
baik, tidak ada yang cukup saja atau bahkan buruk.&#xD;
Keempat, mahasiswa IIQ Jakarta, khusus yang berasal dari DKI&#xD;
Jakarta, jumlahnya 23% dari jumlah seluruhnya. Artinya keberadaan&#xD;
mahasiswi asal DKI Jakarta di DKI, cukup seginifikan, dan artinya&#xD;
proses pembelajaran di IIQ memiliki urgensi dan arti signifikan bagi&#xD;
upaya pencerdasan generasi muda DKI. Ini ditambah lagi, fakta&#xD;
membuktikan bahwa Sementara itu untuk mahasiswa IIQ asal DKI&#xD;
Jakarta, yang secara keseluruhan adalah 23 % dari jumlah seluruh&#xD;
mahasiswi IIQ, ternyata juga menunjukkan kualitas kempetensi Ilmu&#xD;
Qira’at nya juga membanggakan, 53 % diantaranya mendapatkan&#xD;
nilai A, dan 47 % mendapat nilai B. Tidak ada yang prestasi atau&#xD;
kompetensinya buruk (C)</summary>
    <dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sejarah, Qirâ’ât dan Tafsir Al-Qur’an di Maroko (Sebuah Studi Pendahuluan)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2538" />
    <author>
      <name>Ali Mursyid</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2538</id>
    <updated>2023-04-15T07:30:11Z</updated>
    <published>2014-12-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Sejarah, Qirâ’ât dan Tafsir Al-Qur’an di Maroko (Sebuah Studi Pendahuluan)
Authors: Ali Mursyid
Abstract: Maroko, negeri Islam yang terletak di wilayah Barat Arab&#xD;
(Maghrib ‘Arabî) ini menarik untuk dikaji. Selain karena memang&#xD;
studi mengenai berbagai kajian Islam dari negeri ini belum banyak&#xD;
dimunculkan, juga karena negeri ini memberi warna yang berbeda&#xD;
dan khas dalam kajian keislaman.&#xD;
Makalah ini, berusaha melakukan studi pendahuluan terhadap&#xD;
salah satu tema kajian Islam di Maroko, yaitu mengenai sejarah,&#xD;
qirâ’at dan tafsir Al-Qur’an di Maroko. Sejarah yang dimaksud&#xD;
adalah bagaimana Al-Qur’an masuk ke Maroko dan bagaimana&#xD;
penyebarannya. Sementara untuk qirâ’ât dan tafsir Al-Qur’an diulas&#xD;
perkembangannya tahap demi tahap dari awal perkembangannya.&#xD;
Studi pendahuluan ini bertujuan untuk membuka cakrawala para&#xD;
pembaca tentang kekayaan kahzanah Islam dan studi Al-Qur’an di&#xD;
Maroko, yang masih perlu dikaji lebih dalam dan lebih luas lagi.
Description: Al-Fanar: Jurnal Ulum al-Qur’an dan Hadis, ISSN: 2085-8175, Vol. 6 No. 2&#xD;
Desember 2014, terbit dengan menyajikan 6 (enam) artikel ilmiah. Salah satu di&#xD;
antaranya adalah artikel ilmiah yang ditulis oleh Ali Mursyid, dengan judul Sejarah,&#xD;
Qira’at dan Tafsir al-Qur’an di Maroko (Sebuah Studi Pendahuluan). Artikel yang&#xD;
merupakan hasil penelitian penulisnya di Maroko ini ditulis dalam 23 halaman (61-&#xD;
84).&#xD;
Artikel ilmiah yang ditulis dosen IIQ ini, berusaha melakukan studi pendahuluan&#xD;
terhadap salah satu tema kajian Islam di Maroko, yaitu mengenai sejarah, qirâ’at&#xD;
dan tafsir Al-Qur’an di Maroko. Sejarah yang dimaksud adalah bagaimana Al-Qur’an&#xD;
masuk ke Maroko dan bagaimana penyebarannya. Sementara untuk qirâ’ât dan&#xD;
tafsir Al-Qur’an diulas perkembangannya tahap demi tahap dari awal&#xD;
perkembangannya. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk membuka cakrawala para&#xD;
pembaca tentang kekayaan kahzanah Islam dan studi Al-Qur’an di Maroko, yang&#xD;
masih perlu dikaji lebih dalam dan lebih luas lagi.</summary>
    <dc:date>2014-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya (Discussing the Construction of Interpretation Criticism;History, Form, Legal Basis, Principles and Parameters)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2514" />
    <author>
      <name>Muhammad Ulinnuha</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2514</id>
    <updated>2023-03-20T03:18:41Z</updated>
    <published>2023-01-20T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya (Discussing the Construction of Interpretation Criticism;History, Form, Legal Basis, Principles and Parameters)
Authors: Muhammad Ulinnuha
Abstract: Tulisan ini berusaha mengetengahkan diskursus kritik tafsir; mulai dari definisi,&#xD;
sejarah, landasan hukum hingga prinsip dan parameter kritiknya. Untuk mendapat&#xD;
gambaran yang jelas, digunakan pendekatan historis dengan metode deskriptiffilosofis. Studi ini sampai pada kesimpulan bahwa kritik tafsir merupakan&#xD;
langkah-langkah ilmiah dan sistematis untuk melakukan analisis, evaluasi dan&#xD;
penilaian terhadap tafsir Al-Qur’an. Secara normatif, landasan hukum kritisisme&#xD;
penafsiran dapat dilacak dalam Al-Qur’an, Sunnah Nabi, pendapat sahabat&#xD;
dan kaidah-kaidah ilmiah. Adapun prinsip dan parameter kritik tafsir yang&#xD;
perlu dipedomani adalah bersikap adil dan proporsional, bersikap moderat,&#xD;
mengetahui aspek qaṭ‘īyāt, tidak melanggar ijma‘ (konsensus), memperhatikan&#xD;
norma adat (al-‘urf), memperhatikan konteks (siyāq), mempertimbangkan maslahat,&#xD;
dan menggunakan ilmu logika (manṭiq).</summary>
    <dc:date>2023-01-20T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Nama-Nama Surah Al-Qur’an: Tipologi, Metodologi, Karya, dan Maqāṣid yang Tersembunyi</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2513" />
    <author>
      <name>Muhammad Ulinnuha</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2513</id>
    <updated>2023-03-17T08:01:41Z</updated>
    <published>2022-12-25T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Nama-Nama Surah Al-Qur’an: Tipologi, Metodologi, Karya, dan Maqāṣid yang Tersembunyi
Authors: Muhammad Ulinnuha
Abstract: Tulisan ini mendiskusikan tentang tipologi nama-nama surah Al-Qur’an, metodologi&#xD;
penetapannya, karya-karya yang dihasilkan para ulama, dan maqāṣid yang tersirat dari nama-nama&#xD;
tersebut. Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif library research, pengolahan data memakai&#xD;
deskriptif-analitik dan pendekatan maqāṣidī dan sosio-hostoris, terlihat bahwa sumber penamaan&#xD;
surah diambil dari awal kata, tema pokok surah, term-term yang asing dan unik, dan nama-nama&#xD;
tokoh. Secara tipologis, tiap-tiap surah memiliki beragam nama. Ada surah yang mempunyai satu&#xD;
nama, beberapa surah disebut dalam satu nama, dan ada yang memiliki lebih dari satu nama. Dari sisi&#xD;
redaksional, nama-nama tersebut ada yang berbentuk huruf, isim, dan fi‘il. Adapun metodologi&#xD;
penetapan surah dilakukan dengan tiga cara; melalui petunjuk Nabi Saw (tauqīfī), ijtihad sahabat atau&#xD;
tabi’in, dan gabungan antar keduanya. Sementara karya-karya seputar tema ini dapat diklasifikasi&#xD;
menjadi tiga model yaitu karya utuh, bagian dari book chapter, dan karya untuk kepentingan tugas&#xD;
akademik. Dari aspek maqāṣid-nya, tiap nama memiliki tujuan dan pesan yang selalu inheren dengan&#xD;
tema pokok surah. Bahkan nama-nama tersebut mengisyaratkan tentang tata aturan kehidupan, baik&#xD;
secara individual dan komunal, maupun sosial keagamaan, kebangsaan dan peradaban.
Description: Dari penjelasan di atas setidaknya terdapat beberapa catatan penting. Pertama, tidak ada naṣ&#xD;
ṣariḥ dari Nabi Saw yang melarang penyematan nama tertentu terhadap suatu surah. Karena itu,&#xD;
sepanjang tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama dan tidak mengganggu ketertiban umum,&#xD;
penyebutan nama satu surah dengan nama lainnya dapat ditolerir oleh para ulama. Misalnya, surah alFīl disebut dengan surah Alam Tara, dan surah al-Insyirāḥ dengan Alam Nasyraḥ. Kedua, kaedah umum&#xD;
yang dijadikan patokan dalam memberikan nama secara ijtihādī adalah tingkat urgensi tema yang&#xD;
dibicarakan surah. Hal ini biasanya diambil dengan pertimbangan prioritas, mayoritas dan&#xD;
urgensitasnya.&#xD;
Ketiga, jika distratifikasi, urutan nama surah yang paling utama adalah nama-nama yang ada&#xD;
riwayatnya dari Nabi Saw. Kemudian nama-nama dari sahabat, sebab dimungkinkan mereka pernah&#xD;
mendengarnya dari baginda Nabi, dan terakhir nama-nama yang berasal dari tabi’in atau ulama&#xD;
setelahnya. Keempat, dalam konteks hari ini, yang lebih penting dari itu semua adalah menguak rahasia&#xD;
dan hikmah di balik nama-nama surah, kemudian membumikan dan mengimplementasikannya dalam&#xD;
kehidupan. Karena itu, perlu dikembangkan kajian mengenai nama-nama surah agar pesan-pesan&#xD;
agung di balik nama-nama tersebut dapat diejawantahkan dalam rangka pengembangan peradaban.</summary>
    <dc:date>2022-12-25T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

