<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>IIQJKT-R Community:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2</id>
  <updated>2026-10-03T18:46:06Z</updated>
  <dc:date>2026-10-03T18:46:06Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Air Dalam Tafsir Al-Azhar: Kajian Ayat Siklus Air dengan Pendekatan Hidrologi</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4841" />
    <author>
      <name>Iffaty Zamimah, Hilma Nurlaila Azhari2</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4841</id>
    <updated>2026-09-25T03:39:24Z</updated>
    <published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Air Dalam Tafsir Al-Azhar: Kajian Ayat Siklus Air dengan Pendekatan Hidrologi
Authors: Iffaty Zamimah, Hilma Nurlaila Azhari2
Abstract: Bencana alam yang berhubungan dengan air yang kerap terjadi di Indonesia, seperti banjir dan kekeringan. Para ahli menyebutkan salah satu faktor utamanya adalah gangguan pada siklus air. Untuk meminimalisir bencana-bencana itu terjadi, diharuskan untuk lebih memperkenalkan siklus air kepada khalayak umum agar bisa lebih dimengerti bahwasanya siklus air sangat dipengaruhi oleh kegiatan manusia. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air tanpa henti dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke bumi melalui proses kondensi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan lebih dalam mengenai ayat siklus air dalam tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dengan pendekatan hidrologi  menggunakan teori Chay Asdak mengenai siklus air. Siklus air dalam tafsir Al-Azhar terbagi menjadi tiga tahap: pertama, tahap menguapnya air dari lautan ke atmosfer yang banyak dipengaruhi oleh cahaya matahari dan energi angin; kedua, tahap air turun dari atmosfer ke bumi yang mencakup proses pengembunan, berpindahnya awan dari satu tempat ke tempat lainnya dan presipitasi (hujan); ketiga, tahap aliran air di bumi yang mencakup proses infiltrasi, limpasan dan aliran permukaan. Buya Hamka menegaskan jikalau proses meresapnya air ke dalam tanah sangat bergantung dengan adanya tumbuh-tumbuhan di permukaan tanah yang berfungsi sebagai penahan air, agar tidak menjadi banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Selain itu, tanaman juga mempercepat laju proses pengisian ulang air tanah yang penggunaannya banyak dimanfaatkan di Indonesia.</summary>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Epistemologi Tafsir dan Metode Penafsiran Al-Qur’an</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4840" />
    <author>
      <name>Ade Naelul Huda</name>
    </author>
    <author>
      <name>Muhammad Azizan Fitriana</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4840</id>
    <updated>2026-08-31T08:36:01Z</updated>
    <published>2026-05-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Epistemologi Tafsir dan Metode Penafsiran Al-Qur’an
Authors: Ade Naelul Huda; Muhammad Azizan Fitriana</summary>
    <dc:date>2026-05-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Nirkekerasan Terhadap Perempuan (Studi Analisis Ayat-Ayat Kesetaraan dan Perlindungan Perspektif Tafsir Maqasidi)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4839" />
    <author>
      <name>Iffaty Zamimah, 317440028</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4839</id>
    <updated>2026-07-27T08:51:16Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Nirkekerasan Terhadap Perempuan (Studi Analisis Ayat-Ayat Kesetaraan dan Perlindungan Perspektif Tafsir Maqasidi)
Authors: Iffaty Zamimah, 317440028
Abstract: Kekerasan kepada perempuan merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan isu global dengan dampak besar pada korban, keluarga, dan masyarakat. Kekerasan berbasis gender bertentangan dengan falsafah hidup bangsa, setiap warga negara berhak sepenuhnya mendapatkan perlindungan sebagaimana tertera dalam UUD 1945 beserta aturan turunannya. Kekerasan berbasis gender terjadi tanpa memandang usia, kelas, ras, dan suku. Secara global, diperkirakan 30 persen wanita di atas lima belas tahun sudah pernah mendapatkan kekerasan. &#xD;
Penelitian ini termasuk ke dalam kategori kajian kepustakaan (library research) yang mengeksplor penafsiran tiga tafsir yang dikategorikan memiliki pendekatan maqāṣidī tentang ayat-ayat kesetaraan dan perlindungan perempuan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan selanjutnya dianalisis dengan pendekat tafsir maqāṣidī Waṣfī ‘Āsyūr Abū Zayd . Penulis juga membaca hasil penafsiran ulama dengan pendekatan teori sosial.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan : pertama, maqāṣid ’āmmah kesetaraan dalam upaya perlindungan perempuan menekankan kesetaraan laki-laki dan perempuan adalah mutlak. Keduanya memiliki kemuliaan dan memiliki mandat yang sama sebagai hamba dan khalifah serta wajib berinteraksi dengan prinsip kesalingan dan kebaikan. Perlindungan perempuan baik fisik, psikis maupun ekonomi adalah menjadi hak bagi perempuan. Adapun al-maqāṣid al-khāṣṣah dari bentuk-bentuk kekerasan yaitu fisik tergambar pada larangan untuk menyakiti perempuan atas fisiknya, baik berupa pukulan, trafficking hingga pembunuhan. Pada kekerasan psikis menyoroti praktik poligami, qadzaf dan bullying, Perlindungan kekerasan ekonomi menekankan hak yang dapat diperoleh baik dari mahar hingga hak ketika dicerai. Semua kekerasan ini memiliki dampak yang luas sehingga sangat perlu dicegah.&#xD;
Kedua, Reinterpretasi tafsir maqāṣidī memungkinkan penerapan prinsip-prinsip syariah secara relevan dengan kondisi dan tantangan zaman modern. kekerasan dapat dimaknai dari hal yang paling halus, karena kekerasan kadang terjadi tanpa disadari. Semua ayat-ayat yang menjadi kajian menunjukkan perlindungan, hal ini selaras dengan tujuan syariat yang memiliki tujuan menjaga jiwa, agama, akal, nasab dan harta. Semua perlindungan tersebut sangat dinamis dalam bentuknya aplikasinya sesuai dengan illat dan kondisi Sehingga pencegahan maupun penanganannya sangat dapat berkembang.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Implementasi Konsep Manajemen dan Pelayanan Rumah Sakit Syariah di Rumah Sakit Islam dan Kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI No.107 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah (Studi Kasus di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati Jawa Tengah)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4838" />
    <author>
      <name>Luthfi Wildani, 219420374</name>
    </author>
    <id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4838</id>
    <updated>2026-07-27T08:38:08Z</updated>
    <published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Implementasi Konsep Manajemen dan Pelayanan Rumah Sakit Syariah di Rumah Sakit Islam dan Kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI No.107 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah (Studi Kasus di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati Jawa Tengah)
Authors: Luthfi Wildani, 219420374
Abstract: Berlandaskan fatwa DSN-MUI No.107/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah, untuk mencukupi syarat suatu RS sebagai rumah sakit syari’ah, ada dua komponen vital yang mesti dipenuhi, yakni manajemen serta pelayanan. Komponen menejemen mencakup 11 dimensi nilai-nilai syariah, dan komponen pelayanan mencakup 13 dimensi nilai-nilai syariah yang diterapkan rumah sakit.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konsep manajemen dan pelayanan rumah sakit syariah di Rumah Sakit Umum Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati serta relevansinya terhadap fatwa DSN-MUI No.107/DSN-MUI/X/2016 serta mengetahui peluang dan tantangan mengimplementasikan rumah sakit syariah di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati.&#xD;
Peneliti melakukan penelitian tentang bagaimana implementasi konsep manajemen dan pelayanan rumah sakit syariah di Rumah Sakit Umum Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati dan seperti apa relevansinya terhadap fatwa DSN-MUI No.107/DSN-MUI/X/2016. Peneliti mendapatkan referensi utama dari fatwa yang berkaitan dan data dari RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati. Sedangkan referensi tambahan diambil dari studi literatur, misalnya jurnal dan pustaka yang berkaitan dengan rumah sakit syariah. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif berupa studi kasus dengan pendekatan yuridis empiris.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan, Pertama, RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati sudah menerapkan beberapa poin manajemen rumah sakit syariah. Dari 11 aspek manajemen, 2 unsur yang belum terlaksana sempurna, yaitu penggunaan obat-obatan, makanan, minuman dan kosmetik yang halal; yang kedua, penggunaan jasa lembaga keuangan. Kedua, RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati sudah menerapkan sebagian nilai-nilai pelayanan rumah sakit syariah; dari 13 aspek pelayanan, 3 unsur yang belum terpenuhi. Ketiga, Peluang mengimplementasikan konsepsi RS syari’ah di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati sangat besar manfaatnya dan menjadi pioneer RS syari’ah di kawasan Pati raya; Adapun tantangannya ada di Sumber Daya Manusia (SDM).</summary>
    <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

