<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/7">
    <title>IIQJKT-R Community:</title>
    <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/7</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4814" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4813" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4802" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4801" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-06-06T13:37:55Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4814">
    <title>Al-Qur’an dan Cyber Crime di Mayantara: Studi Analisis Tafsir TematikTentang Hate Speech</title>
    <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4814</link>
    <description>Title: Al-Qur’an dan Cyber Crime di Mayantara: Studi Analisis Tafsir TematikTentang Hate Speech
Authors: M. Nuruddiin Z, 224411231
Abstract: Perkembangan teknologi digital di era modern telah melahirkan berbagai bentuk kejahatan siber (cyber crime), salah satunya adalah hate speech (ujaran kebencian) yang marak terjadi di ruang siber (mayantara). Fenomena ini tidak hanya berdampak pada aspek hukum dan sosial, tetapi juga menimbulkan persoalan moral dan etika yang serius dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menganalisis hate speech di mayantara menggunakan perspektif Al-Qur’an &#xD;
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang melibatkan kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan larangan ujaran kebencian, seperti penghinaan, pencemaran nama baik, ghibah, fitnah, dan provokasi, serta analisis penafsiran mufassir terhadap ayat-ayat tersebut. &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hate speech dilarang keras apa pun bentuknya karena merendahkan martabat manusia dan berpotensi menimbulkan perpecahan sosial. Hate speech dalam al-Qur’an diistilahkan dengan syukhriyah, istihza’, namimah, ghibab, tanabis bi alqab, dan lamz Nilai-nilai etika komunikasi yang diajarkan Al-Qur’an, seperti menjaga lisan, menghindari prasangka buruk, serta mengedepankan keadilan dan ketakwaan, relevan sebagai landasan normatif dalam upaya pencegahan hate speech di mayantara.&#xD;
Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitia sebelum, Banyak studi akademik tentang hate speech di mayantara menggunakan pendekatan sosio linguistik untuk menganalisis bahasa ujaran kebencian, pola komunikasi online, serta efek sosialnya. Sedangkan penelitian ini menekankan bahwa hate speech tidak hanya dilihat dari segi linguistik, tetapi terikat pada kriteria moral dan normatif Al-Qur’an, terutama dalam tafsir klasik yang menilai ujaran kebencian sebagai pelanggaran prinsip moral Islam.</description>
    <dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4813">
    <title>I’jaz Balaghi dalam Surah Yasin (Studi Komparatif Kitab Tafsir Al-Kasysyaf dan Safwah At-Tafasir)</title>
    <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4813</link>
    <description>Title: I’jaz Balaghi dalam Surah Yasin (Studi Komparatif Kitab Tafsir Al-Kasysyaf dan Safwah At-Tafasir)
Authors: Rosmila, 223411221
Abstract: Al-Qur’an yang merupakan wahyu dari Allah swt. keasliannya tidak pernah diragukan sejak zaman dahulu. Akan tetapi, keotentikan Al-Qur’an masih seiring dipertanyakan oleh kelompok orientalis yang ingin membantahnya. Al-Qur’an memiliki aspek kemukjizatan yang luar biasa. Salah satu kemukjizatan Al-Qur’an terdapat dalam aspek keindahan bahasanya, atau yang disebut dengan I’jāz Balāghi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keotentikan Al-Qur’an melalui kajian I’jāz Balāghi dalam Surah Yāsīn dengan menggunakan metode komparatif tafsir al-Kasysyāf  dan Ṣafwah At-Tafāsir.&#xD;
Penelitian ini memiliki kemiripan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Khoirul ‘Ibad dalam tesisnya yang berjudul “Uslub Tikrar Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Kitab Tafsir Al-Kasysyāf dan afsir Al-Bahr Al-Madid fi Tafsir Al-Qur’an Al-Majid)” yang membantah perkataan orientalis melalui aspek balaghah. Perbedaan tesis ini dengan tesis sebelumnya adalah pada ayat Al-Qur’an yang diteliti, dan aspek balaghah serta Tafsir yang digunakan.&#xD;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode komparatif antara Tafsir al-Kasysyāf  dan Ṣafwah at-Tafāsir guna melihat aspek I’jāz Balāghi atau keindahan gaya Bahasa Al-Qur’an.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa I’jāz Balāghi yang terdapat dalam Surah Yāsīn menurut Tafsir al-Kasysyāf  dan Ṣafwah at-Tafāsir merupakan gaya bahasa yang mengandung aspek ma’ani (memberi pemahaman makna sesuai kondisi mukhattab), aspek bayan (membuat kejelasan makna yang bersastra tinggi), dan aspek badi’ (manyuguhkan keindahan bahasa, sesuai rima/saja’). Dari penjelasan kedua tafsir ini sangat tampak jelas kemukjizatan Al-Qur’an dari aspek kebahasaan yang sungguh luar biasa dan tak tertandingi.</description>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4802">
    <title>Al-Qur’an dan Zero Waste Lifestyle (Studi Analisis Tafsir Ekologi)</title>
    <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4802</link>
    <description>Title: Al-Qur’an dan Zero Waste Lifestyle (Studi Analisis Tafsir Ekologi)
Authors: Nur Aminah Al-Khairy, 222411122
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara prinsip Zero Waste Lifestyle  dan ajaran ekologi dalam Al-Qur'an. Zero Waste Lifestyle  merupakan pendekatan yang berfokus pada pengurangan limbah melalui prinsip 5R (Recycle, Refuse, Reduce, Reuse, dan Rot), yang sejalan dengan ajaran Islam tentang pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip tersebut tercermin dalam berbagai ayat Al-Qur'an, serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip ekologi dalam Islam.&#xD;
Metodologi penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data primer dikumpulkan dari tafsir Al-Qur'an yang relevan, termasuk Tafsir al-Kabīr oleh Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Tafsir 'Ilmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Tafsir Al-Azhar oleh Buya Hamka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, dan analisis data menggunakan metode deskriptif-analisis dengan pendekatan tematik menurut Al-Farmawi serta teori kontekstual oleh Abdullah Saeed.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Zero Waste Lifestyle  dapat diterapkan dalam ajaran Al-Qur'an melalui berbagai ayat, seperti QS. Al-Hijr [15]:19-20 mengenai daur ulang (Recycle), QS. Al-A'rāf [7]:85 tentang menolak kerusakan (Refuse), QS. Al-A’rāf [7]:31 tentang pengurangan konsumsi (Reduce), QS. Al-Māidah [5]:87 mengenai penggunaan kembali (Reuse), dan QS. Sād [38]:27 tentang pengomposan (Rot). Konsep Zero Waste Lifestyle  ini tidak hanya mencerminkan sikap hormat terhadap ciptaan Allah, tetapi juga sejalan dengan ajaran Al-Qur'an tentang moderasi, efisiensi, dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip Zero Waste Lifestyle  sesuai ajaran Al-Qur'an dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.</description>
    <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4801">
    <title>Talqi An-Nisa Lil Qur’an Al-Karim (Dirasah Tahliliyah li akhadj Al-Sanad fi Jami’ah Al-Wadi Al-Mubarak Al-Islamiyyah Bogor)</title>
    <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4801</link>
    <description>Title: Talqi An-Nisa Lil Qur’an Al-Karim (Dirasah Tahliliyah li akhadj Al-Sanad fi Jami’ah Al-Wadi Al-Mubarak Al-Islamiyyah Bogor)
Authors: Faldi Navis Suardi, 224411230
Abstract: يُعد الإسناد القرآني منهجاً أصيلاً لحفظ أصالة الأداء، غير أن توثيق دور المرأة في هذا النظام لا يزال محدوداً بسبب هيمنة سلاسل السند الذكورية. تهدف هذه الدراسة إلى تحليل عملية تحمل القرآن ونقل السند لدى الطالبات في جامعة الوادي المبارك الإسلامية، بالإضافة إلى صياغة استراتيجيات تمكينية شاملة للمرأة تضمن الحفاظ على الأصالة العلمية مع مواكبة التطورات في المؤسسات التعليمية الحديثة.&#xD;
	تختلف هذه الدراسة عن الأبحاث السابقة التي ركزت في غالبيتها على الشخصيات الرجالية أو شبكات الأسانيد العامة؛ حيث تسلط هذه الرسالة الضوء بشكل خاص على تمكين المرأة في البيئة الأكاديمية. وتركيزها الأساسي ينصب على دمج السلطة العلمية التقليدية في هيكلية التعليم العالي لضمان الاعتراف العلمي والروحي للمقرئات والمدرسات.&#xD;
	اعتمد البحث منهج دراسة الحالة النوعي، وتنوعت أدوات جمع البيانات بين المقابلات المتعمقة، وملاحظة عملية التلقي، وتحليل وثائق سلاسل الأسانيد. واستُخدم أسلوب التحليل الوصفي لتتبع شجرة السند (الجيولوجيا) لدى الطالبات وتقييم فاعلية المنهج الدراسي المطبق في الجامعة.&#xD;
	أظهرت النتائج أن نقل السند يمر بمراحل دقيقة تبدأ بالاختيار، ثم العرض المكثف، وصولاً إلى ضبط المتون العلمية. وأثبتت الدراسة اتصال أسانيد الطالبات بالنبي صلى الله عليه وسلم برواية حفص عن عاصم، مما يمنحهن شرعية علمية قوية. ولمواجهة تحديات الوقت، أوصت الدراسة باستراتيجية رباعية تشمل: تطوير منهج الآداب، وابتكار نماذج تعليمية مرنة، ورفع كفاءة المعلمات، ودعم البيئة المؤسسية.</description>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

