<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>IIQJKT-R Community:</title>
    <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2</link>
    <description />
    <pubDate>Mon, 24 Aug 2026 23:16:18 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-08-24T23:16:18Z</dc:date>
    <item>
      <title>Nirkekerasan Terhadap Perempuan (Studi Analisis Ayat-Ayat Kesetaraan dan Perlindungan Perspektif Tafsir Maqasidi)</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4839</link>
      <description>Title: Nirkekerasan Terhadap Perempuan (Studi Analisis Ayat-Ayat Kesetaraan dan Perlindungan Perspektif Tafsir Maqasidi)
Authors: Iffaty Zamimah, 317440028
Abstract: Kekerasan kepada perempuan merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan isu global dengan dampak besar pada korban, keluarga, dan masyarakat. Kekerasan berbasis gender bertentangan dengan falsafah hidup bangsa, setiap warga negara berhak sepenuhnya mendapatkan perlindungan sebagaimana tertera dalam UUD 1945 beserta aturan turunannya. Kekerasan berbasis gender terjadi tanpa memandang usia, kelas, ras, dan suku. Secara global, diperkirakan 30 persen wanita di atas lima belas tahun sudah pernah mendapatkan kekerasan. &#xD;
Penelitian ini termasuk ke dalam kategori kajian kepustakaan (library research) yang mengeksplor penafsiran tiga tafsir yang dikategorikan memiliki pendekatan maqāṣidī tentang ayat-ayat kesetaraan dan perlindungan perempuan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan selanjutnya dianalisis dengan pendekat tafsir maqāṣidī Waṣfī ‘Āsyūr Abū Zayd . Penulis juga membaca hasil penafsiran ulama dengan pendekatan teori sosial.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan : pertama, maqāṣid ’āmmah kesetaraan dalam upaya perlindungan perempuan menekankan kesetaraan laki-laki dan perempuan adalah mutlak. Keduanya memiliki kemuliaan dan memiliki mandat yang sama sebagai hamba dan khalifah serta wajib berinteraksi dengan prinsip kesalingan dan kebaikan. Perlindungan perempuan baik fisik, psikis maupun ekonomi adalah menjadi hak bagi perempuan. Adapun al-maqāṣid al-khāṣṣah dari bentuk-bentuk kekerasan yaitu fisik tergambar pada larangan untuk menyakiti perempuan atas fisiknya, baik berupa pukulan, trafficking hingga pembunuhan. Pada kekerasan psikis menyoroti praktik poligami, qadzaf dan bullying, Perlindungan kekerasan ekonomi menekankan hak yang dapat diperoleh baik dari mahar hingga hak ketika dicerai. Semua kekerasan ini memiliki dampak yang luas sehingga sangat perlu dicegah.&#xD;
Kedua, Reinterpretasi tafsir maqāṣidī memungkinkan penerapan prinsip-prinsip syariah secara relevan dengan kondisi dan tantangan zaman modern. kekerasan dapat dimaknai dari hal yang paling halus, karena kekerasan kadang terjadi tanpa disadari. Semua ayat-ayat yang menjadi kajian menunjukkan perlindungan, hal ini selaras dengan tujuan syariat yang memiliki tujuan menjaga jiwa, agama, akal, nasab dan harta. Semua perlindungan tersebut sangat dinamis dalam bentuknya aplikasinya sesuai dengan illat dan kondisi Sehingga pencegahan maupun penanganannya sangat dapat berkembang.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4839</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Implementasi Konsep Manajemen dan Pelayanan Rumah Sakit Syariah di Rumah Sakit Islam dan Kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI No.107 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah (Studi Kasus di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati Jawa Tengah)</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4838</link>
      <description>Title: Implementasi Konsep Manajemen dan Pelayanan Rumah Sakit Syariah di Rumah Sakit Islam dan Kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI No.107 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah (Studi Kasus di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati Jawa Tengah)
Authors: Luthfi Wildani, 219420374
Abstract: Berlandaskan fatwa DSN-MUI No.107/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah, untuk mencukupi syarat suatu RS sebagai rumah sakit syari’ah, ada dua komponen vital yang mesti dipenuhi, yakni manajemen serta pelayanan. Komponen menejemen mencakup 11 dimensi nilai-nilai syariah, dan komponen pelayanan mencakup 13 dimensi nilai-nilai syariah yang diterapkan rumah sakit.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konsep manajemen dan pelayanan rumah sakit syariah di Rumah Sakit Umum Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati serta relevansinya terhadap fatwa DSN-MUI No.107/DSN-MUI/X/2016 serta mengetahui peluang dan tantangan mengimplementasikan rumah sakit syariah di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati.&#xD;
Peneliti melakukan penelitian tentang bagaimana implementasi konsep manajemen dan pelayanan rumah sakit syariah di Rumah Sakit Umum Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati dan seperti apa relevansinya terhadap fatwa DSN-MUI No.107/DSN-MUI/X/2016. Peneliti mendapatkan referensi utama dari fatwa yang berkaitan dan data dari RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati. Sedangkan referensi tambahan diambil dari studi literatur, misalnya jurnal dan pustaka yang berkaitan dengan rumah sakit syariah. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif berupa studi kasus dengan pendekatan yuridis empiris.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan, Pertama, RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati sudah menerapkan beberapa poin manajemen rumah sakit syariah. Dari 11 aspek manajemen, 2 unsur yang belum terlaksana sempurna, yaitu penggunaan obat-obatan, makanan, minuman dan kosmetik yang halal; yang kedua, penggunaan jasa lembaga keuangan. Kedua, RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati sudah menerapkan sebagian nilai-nilai pelayanan rumah sakit syariah; dari 13 aspek pelayanan, 3 unsur yang belum terpenuhi. Ketiga, Peluang mengimplementasikan konsepsi RS syari’ah di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati sangat besar manfaatnya dan menjadi pioneer RS syari’ah di kawasan Pati raya; Adapun tantangannya ada di Sumber Daya Manusia (SDM).</description>
      <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4838</guid>
      <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Implementasi Prinsip Good Corporate Governance dan Kepatuhan Syariah pada Lembaga Amil Zakat (Analisis Implementasi di Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa dan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Muamalat)</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4837</link>
      <description>Title: Implementasi Prinsip Good Corporate Governance dan Kepatuhan Syariah pada Lembaga Amil Zakat (Analisis Implementasi di Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa dan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Muamalat)
Authors: Ahmad Rifat Mathar, 223420466
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan implementasi prinsip good corporate governance (GCG) dan kepatuhan syariah pada dua Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) terkemuka di Indonesia, Dompet Dhuafa dan Baitulmaal Muamalat. Di tengah tantangan seperti potensi fraud dan rendahnya kepercayaan publik, tata kelola yang baik dan kepatuhan syariah menjadi fondasi krusial bagi LAZNAS. Latar belakang yang kontras, di mana Dompet Dhuafa lahir dari inisiatif masyarakat sipil sementara Baitulmaal Muamalat dibentuk oleh korporasi perbankan syariah, menjadi dasar analisis untuk memahami bagaimana asal usul kelembagaan tersebut memengaruhi model tata kelola, pendekatan operasional, dan strategi dalam menjaga amanah dana umat.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, termasuk laporan tahunan dan peraturan internal, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan di kedua lembaga. Analisis difokuskan pada perbandingan penerapan lima prinsip GCG (Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, Keadilan), implementasi good amil governance (GAG) yang mencakup aspek integritas dan kompetensi amil, serta mekanisme penjaminan kepatuhan syariah dalam seluruh proses, dari penghimpunan hingga pendayagunaan dana sesuai fatwa MUI dan peraturan perundang undangan yang berlaku.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lembaga telah menerapkan GCG dan kepatuhan syariah dengan baik, meski dengan pola yang berbeda. Dompet Dhuafa cenderung menggunakan pendekatan tata kelola yang lebih organik dan berorientasi pada dampak sosial, sedangkan Baitulmaal Muamalat menampilkan model yang lebih terstruktur dan formal. Keduanya tetap sejalan dalam aspek fundamental seperti transparansi laporan, profesionalisasi amil, dan penguatan peran Dewan Pengawas Syariah. Penelitian ini menegaskan bahwa latar belakang kelembagaan memengaruhi bentuk implementasi tata kelola dan menghadirkan kekuatan serta tantangan masing-masing.</description>
      <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4837</guid>
      <dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Implementasi Metode Klasikal dalam Meningkatkan Karakter Disiplin dan Hasil Hafalan Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Ogan Hilir</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4836</link>
      <description>Title: Implementasi Metode Klasikal dalam Meningkatkan Karakter Disiplin dan Hasil Hafalan Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Ogan Hilir
Authors: Anti Isnaeni, 224430414
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) pelaksanaan metode klasikal dalam pembelajaran Tahfidzh Al-Qur`an santri kelas X dan XII di pondok pesantren Al-Ittifaqiah Ogan Ilir Sumatera Selatan; (2) efektifitas penerapan metode klasikal pada kedisipilinan santri kelas X dan XII di pondok pesantren Al-Ittifaqiah Ogan Ilir Sumatera Selatan dalam proses menghafal Al-Qur`an; (3) implementasi metode klasikal berkontribusi dalam meningkatkan capaian hafalan Al-Qur`an santri kelas X dan XII di pondok pesantren Al-Ittifaqiah Ogan Ilir Sumatera Selatan dalam proses menghafal Al-Qur`an..&#xD;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pengatur kurikulum tahfidzh, 2 guru tahfidz, serta siswa kelas X dan XII yang berjumlah 6 orang. Data sekunder berasal dari dokumentasi sekolah literatur seperti buku, jurnal, tesis, dan artikel relevan. Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan.&#xD;
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan metode klasikal dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dilaksanakan secara terstruktur melalui tahap Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi, di mana guru membimbing bacaan secara bersama-sama, memberikan contoh yang benar, serta melakukan pengulangan dan setoran hafalan sehingga menciptakan proses pembelajaran yang tertib, terarah, dan sistematis. (2) Metode klasikal berkontribusi dalam meningkatkan karakter disiplin santri yang ditunjukkan melalui kedisiplinan kehadiran, kepatuhan terhadap aturan, serta konsistensi setoran hafalan dan muraja’ah, sekaligus meningkatkan hasil hafalan melalui penambahan hafalan yang lebih konsisten, kualitas bacaan yang lebih baik, kebiasaan muraja’ah yang terstruktur, serta meningkatnya motivasi menghafal Al-Qur’an.</description>
      <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4836</guid>
      <dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

