<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>IIQJKT-R Collection:</title>
    <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/377</link>
    <description />
    <pubDate>Thu, 23 Apr 2026 01:02:22 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-23T01:02:22Z</dc:date>
    <item>
      <title>Analisis Dampak Program BAZNAS Microfinance dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4470</link>
      <description>Title: Analisis Dampak Program BAZNAS Microfinance dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Authors: Mau’izatil Hasanah, 21120051
Abstract: Zakat produktif memiliki potensi besar dalam meningkatkan&#xD;
kesejahteraan mustahik. Namun, data menunjukkan bahwa zakat produktif&#xD;
belum mencapai tingkat optimal dan dampaknya belum terukur secara jelas,&#xD;
mengingat banyaknya mustahik yang belum mencapai kemandirian ekonomi.&#xD;
Keterbatasan akses terhadap modal usaha menjadi faktor utama yang&#xD;
menghambat pencapaian tujuan ini, banyak pelaku UMKM terpaksa mencari&#xD;
pinjaman modal usaha dari rentenir. Untuk menjawab tantangan tersebut,&#xD;
BAZNAS Kabupaten Hulu Sungai Selatan menginisiasi program BAZNAS&#xD;
Microfinance sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan permodalan dan&#xD;
memberantas praktik rentenir.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa observasi alami&#xD;
dan wawancara terfokus. Sumber data primer pada penelitian ini yaitu&#xD;
wawancara dengan Kepala program BAZNAS Microfinance, dan dua&#xD;
mustahik. Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari&#xD;
berbagai literatur jurnal, laporan, dan dokumen pendukung.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, Mekanisme operasional&#xD;
dan prosedur pembiayaan program BAZNAS Microfinance di Kabupaten&#xD;
Hulu Sungai Selatan menerapkan skema qarḍul ḥasan. Penyaluran dana&#xD;
dilakukan secara selektif melalui beberapa tahapan. Dengan sistem pinjaman&#xD;
bergulir, program ini bertujuan agar manfaat zakat dapat dirasakan oleh lebih&#xD;
banyak mustahik. Program ini terbukti mendukung penguatan ekonomi&#xD;
mandiri mustahik, memberantas rentenir dan mendorong pemberdayaan usaha&#xD;
mikro di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kedua, Program BAZNAS&#xD;
Microfinance di Kabupaten Hulu Sungai Selatan telah mencapai dampak&#xD;
optimal dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Namun, meskipun&#xD;
dampak program ini telah berjalan optimal, masih ada peluang untuk&#xD;
memperkuat keberlanjutan dan dampak jangka panjang melalui&#xD;
pendampingan dan pelatihan usaha, hal ini bertujuan agar dampak yang dirasakan mustahik akan lebih terasa secara signifikan.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4470</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Strategi Pengelolaan Aset Wakaf Di Yayasan Pondok Pesantren Al-Intiba Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4469</link>
      <description>Title: Strategi Pengelolaan Aset Wakaf Di Yayasan Pondok Pesantren Al-Intiba Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan
Authors: Aufa Nazlatul Ukhro, 21120058
Abstract: Indonesia memiliki potensi besar aset wakaf berupa tanah yang&#xD;
tersebar di ratusan ribu titik dengan luas puluhan ribu hektar, terutama&#xD;
dimanfaatkan untuk fasilitas keagamaan dan sosial-ekonomi seperti masjid,&#xD;
pesantren, dan sekolah. Namun, pemanfaatan aset wakaf masih cenderung&#xD;
konsumtif sehingga kontribusinya terhadap pembangunan sosial-ekonomi&#xD;
belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh regulasi yang lambat, lemahnya&#xD;
manajemen, serta kurangnya orientasi pada produktivitas.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan aset&#xD;
wakaf di Yayasan Pondok Pesantren Al-Intiba Kecamatan Ciputat, Kota&#xD;
Tangerang Selatan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat&#xD;
dalam pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan&#xD;
pendekatan studi kasus dan evaluasi deskriptif. Data dikumpulkan melalui&#xD;
wawancara mendalam dengan pimpinan yayasan, pengurus, dan observasi&#xD;
langsung terhadap kegiatan pengelolaan wakaf.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, strategi pengelolaan&#xD;
meliputi pemanfaatan fasilitas wakaf secara multifungsi, keseimbangan antara&#xD;
kebutuhan internal dan sosial, pemberdayaan masyarakat dan santri, serta&#xD;
kemitraan dengan berbagai pihak. Peran nazir, khususnya KH. Kholil Anshor,&#xD;
sangat sentral meskipun belum didukung oleh kelembagaan nazir yang formal.&#xD;
Kedua, adapun faktor pendukung meliputi keikhlasan wakif, dedikasi&#xD;
pengurus, keterlibatan masyarakat, ketersediaan infrastruktur, dan lingkungan&#xD;
sosial keagamaan yang kondusif. Dan hambatan utamanya adalah&#xD;
keterbatasan SDM profesional, ketergantungan pada donatur insidental,&#xD;
minimnya sosialisasi regulasi, serta kegagalan usaha produktif akibat&#xD;
lemahnya Manajemen. Pengelolaan wakaf yang optimal membutuhkan&#xD;
integrasi aspek spiritual, sosial, dan manajerial, disertai peningkatan kapasitas&#xD;
SDM dan dukungan regulasi berkelanjutan agar wakaf berkembang secara&#xD;
produktif dan berkontribusi nyata bagi pembangunan sosial-ekonomi.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4469</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Optimalisasi Pendayagunaan Zakat Produktif Pada Program Bantuan Modal Usaha Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di BAZNAS Kabupaten Bekasi</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4468</link>
      <description>Title: Optimalisasi Pendayagunaan Zakat Produktif Pada Program Bantuan Modal Usaha Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di BAZNAS Kabupaten Bekasi
Authors: Een Syukrillah Yuningsih, 21120046
Abstract: Zakat produktif berperan penting dalam proses pemberdayaan dan&#xD;
peningkatan kemandirian mustahik. Meskipun diatur dalam UU No. 23 Tahun&#xD;
2011, implementasinya masih menghadapi berbagai masalahan, seperti&#xD;
ketidaktepatan sasaran, lemahnya pendampingan, dan kurang optimalnya&#xD;
pemantauan program. Hal inilah yang menjadi dasar bagi penulis untuk&#xD;
mengkaji lebih dalam mengenai pendayagunaan zakat produktif dalam&#xD;
meningkatkan kesejahteraan mustahik di BAZNAS Kabupaten Bekasi.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara&#xD;
terfokus dan studi dokumentasi untuk menganalisis pendayagunaan zakat&#xD;
produktif pada Program Bantuan Modal Usaha di BAZNAS Kabupaten&#xD;
Bekasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan empiris, dengan data&#xD;
primer yang diperoleh dari hasil wawancara pihak BAZNAS dan mustahik,&#xD;
serta data sekunder dari dokumen dan arsip terkait. Data dianalisis secara&#xD;
interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan untuk&#xD;
memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai proses pengelolaan&#xD;
zakat produktif.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, program Bantuan&#xD;
Modal Usaha BAZNAS Kabupaten Bekasi belum sepenuhnya optimal dalam&#xD;
meningkatkan kesejahteraan mustahik, baik secara ekonomi, pendidikan,&#xD;
sosial, religius, maupun kesehatan. Kedua, program ini telah dijalankan sesuai&#xD;
dengan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Namun,&#xD;
pemantauan dan pendampingan masih perlu diperkuat agar manfaat zakat&#xD;
produktif dapat lebih maksimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, program&#xD;
ini belum memberikan hasil yang signifikan dalam jangka panjang, tetapi&#xD;
memiliki potensi besar untuk mendorong kemandirian mustahik serta&#xD;
meningkatkan kualitas hidup mereka jika pengelolaan dan pendampingan&#xD;
lebih ditingkatkan.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4468</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis SWOT terhadap Strategi Fundraising dalam Meningkatkan Dana ZIS di Kabupaten Tangerang (Studi pada BAZNAS Kabupaten Tangerang)</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4467</link>
      <description>Title: Analisis SWOT terhadap Strategi Fundraising dalam Meningkatkan Dana ZIS di Kabupaten Tangerang (Studi pada BAZNAS Kabupaten Tangerang)
Authors: Nurul Indah Fitriani, 2112053
Abstract: BAZNAS Kabupaten Tangerang menghadapi sejumlah tantangan&#xD;
dalam penghimpunan dana zakat, salah satunya adalah kesenjangan antara&#xD;
potensi dan realisasi zakat. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam&#xD;
menunaikan zakat melalui BAZNAS menjadi kendala utama dalam strategi&#xD;
fundraising. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis&#xD;
strategi fundraising dalam meningkatkan dana ZIS di BAZNAS Kabupaten&#xD;
Tangerang.&#xD;
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik&#xD;
wawancara terfokus (focused interview) dan analisis SWOT (Strenghs,&#xD;
wekness, opportunity dan threats). Data primer diperoleh melalui wawancara&#xD;
dengan Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tangerang yang membidangi&#xD;
fundraising, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen resmi berupa&#xD;
tabel, catatan rapat, foto, maupun rekaman. Tujuan penelitian ini adalah: (1)&#xD;
untuk mengetahui strategi fundraising BAZNAS Kabupaten Tangerang dalam&#xD;
meningkatkan perolehan dana ZIS, dan (2) untuk mengidentifikasi faktor&#xD;
pendukung serta penghambat dalam pelaksanaan strategi fundraising.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fundraising yang&#xD;
diterapkan BAZNAS Kabupaten Tangerang meliputi upaya memelihara&#xD;
hubungan dengan muzakki serta meningkatkan kesadaran masyarakat melalui&#xD;
sosialisasi. Faktor pendukung antara lain keberadaan staf yang berpengalaman,&#xD;
struktur organisasi yang jelas, serta dukungan pemerintah dan masyarakat.&#xD;
Namun, terdapat faktor penghambat berupa rendahnya kesadaran masyarakat&#xD;
dan adanya persaingan dengan lembaga zakat lainnya.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4467</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

