Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/148
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorIffaty Zamimah-
dc.contributor.authorAprilianni, 15210644-
dc.date.accessioned2019-11-08T05:57:54Z-
dc.date.available2019-11-08T05:57:54Z-
dc.date.issued2019-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/148-
dc.description.abstractFenomena hijrah terlihat berbelok arah, hijrah yang sekarang ini di cirikan dengan sebuah “sebutan” yang memaknai sesuatu pergerakan kaum muslim sebagai suatu simbolik bahwasanya ia telah “berpindah” menjadi yang lebih baik, memang betul saja yang terjadi sekarang bukanlah hijrah berpindah tempat seperti yang dilakukan Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Hal tersebut membuat penulis tertarik untuk meneliti ayat-ayat tentang hijrah yang tentunya di sebutkan di dalam Al-Qur‟an dan menganalisis dari segi penafsiran, objek penafsiran yang akan di komparasikan yakni mufassir kontemporer yang berada di dua kondisi tempat yang berbeda yaitu Hasbi Ash-Shiddieqy yang merupakan mufassir Nusantara yang akan di bandingkan dengan Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya‟rawi yang merupakan mufassir Arab. Penelitian ini akan membahas penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy dan Asy-Sya‟rawi dalam menafsirkan ayat-ayat hijrah, yang dibatasi oleh penulis hanya pada : Q.S Al Baqarah [2]: 218, Q.S Ali „Imrân [3]: 195, Q.S Al-Muddatsir [74]: 5, Q.S Al-Mumtahanah [60]: 10, Q.S An-Nisâ [4]: 100, Q.S An-Nisâ [4]:97, Q.S An-Nûr [24]: 22. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu Pengumpulan data dengan cara membaca, menelaah buku dan literatur lainnya yang berhubungan dengan tema yang penulis ambil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan metode muqarran dan dibantu dengan analisis deskriptif dalam pemaparannya. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat persamaan dan perbedaan penafsiran menurut Teuku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dan Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya‟rawi terhadap ayat-ayat hijrah. Persamaan dari kedua penafsiran tersebut terdapat pada ayat tentang: hijrah sebagai bentuk taubat, balasan untuk orang yang berhijrah, ancaman bagi orang yang tidak berhijrah dan tidak mempersulit orang yang berhijrah. Perbedaanannya terdapat pada ayat pada Q. S Al-Muddatsir [74]: 5, Q. S Al-Mumtahanah [60]: 10 Asy- Sya‟rawi tidak menafsirkan kedua ayat tersebut, sedangkan Hasbi menafsirkan kedua ayat tersebut. Dan pada Q.S Al Baqarah [2]: 218, Hasbi menafsirkan bahwa hijrah yang adalah hijrah makâniyyah (hijrah secara tempat) dari Makkah ke Madinah, sedangkan Asy-Sya‟rawi tidak menjelaskan demikian.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherInstitut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectHijrahen_US
dc.subjectHasbi Ash-Shiddieqyen_US
dc.subjectAsy-Sya‟rawien_US
dc.subjectTafsiren_US
dc.titlePenafsiran Ayat-Ayat Tentang Hijrah (Studi Komparatif Tafsir An-Nûr dan Tafsir Asy-Sya’rawi)en_US
dc.typeSkripsien_US
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
15210644.pdf
  Restricted Access
3.92 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.