Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1830
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAde Naelul Huda-
dc.contributor.authorNurin Nisa Arizmi, 18211041-
dc.date.accessioned2022-09-07T08:15:57Z-
dc.date.available2022-09-07T08:15:57Z-
dc.date.issued2022-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1830-
dc.description.abstractIslam memandang bahwa pernikahan mempunyai kedudukan yang tinggi dalam kehidupan individual, kekeluargaan maupun kehidupan bangsa. Namun, angka perceraian di Indonesia hingga saat ini selalu melonjak tinggi. Salah satu sebabnya adalah faktor ekonomi, faktor keturunan, faktor perselingkuhan (pihak ketiga), dan faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Oleh karena itu, penulis melihat hal penting bahwa perlu adanya pembacaan dan penafsiran ulang terhadap teks Al Qur’an dan hadis yang adil kepada laki-laki dan perempuan menggunakan metode qirā’ah mubādalah, agar permasalahan-permasalahan dalam keluarga dapat dicegah atau diselesaikan secara baik-baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang konsep kesalingan dalam rumah tangga, yang akan ditinjau dalam perspektif Faqihuddin Abdul Kodir studi kasus pada buku qirā’ah mubādalah dan pandangan para penggiat gender di Indonesia dan bagaimana pencegahan perceraian diupayakan menggunakan teori qirā’ah mubādalah. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Yang menjadi sumber utama dalam penelitian ini adalah buku qirā’ah mubādalah karya Faqihuddin Abdul Qodir. Sedangkan dalam pendekatan penelitian, penulis menggunakan pendekatan tokoh-Nya Abdul Mustaqim. Hasil dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan Allah Swt. dan teks teks hadis yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw. tertuju kepada perempuan dan laki-laki. Keduanya. Yang ketika dimaknai dan dibaca dengan metode mubādalah, dengan tegas Islam meminta masing-masing laki-laki dan perempuan menjadi pribadi yang baik, mengajak mereka bersama-sama membina rumah tangga yang bahagia (sakinah, mawaddah, dan rahmah), mendorong mereka bersama sama membangun masyarakat yang lebih baik (khairu ummah) dan mewujudkan negara yang sentosa (baldah thayyibah), dan konsep kesalingan perspektif Faqihuddin Abdul Kodir menegaskan bahwa setiap permasalahan dan kebaikan yang terdapat dalam rumah tangga adalah milik pasangan tersebut, dimana ketika mubādalah dijadikan kesadaran penuh setiap rumah tangga, maka hal-hal seperti perceraian dapat dicegah dengan mudah.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherInstitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectpernikahanen_US
dc.subjectperceraian,en_US
dc.subjectqirā’ah mubādalahen_US
dc.titleKONSEP KESALINGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERCERAIAN DALAM BERUMAH TANGGA PERSPEKTIF FAQIHUDDIN ABDUL KODIR (Studi Analisis Buku Qirā’ah Mubādalah)en_US
dc.typeSkripsien_US
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
18211041.pdf
  Restricted Access
2.64 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.