Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/229
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorDede Rosyada-
dc.contributor.advisorAsep Saepudin Jahar-
dc.contributor.authorMohamad Mahrusillah, 212810085-
dc.date.accessioned2019-11-19T02:59:46Z-
dc.date.available2019-11-19T02:59:46Z-
dc.date.issued2015-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/229-
dc.description.abstractPesantren merupakan sebuah kehidupan yang unik sebagaimana dapat dilihat dari penampilan lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah sistem, yaitu sekelompok orang yang hidup bersama dalam sebuah komunitas dengan ikatan-ikatan aturan tertentu. Biasanya, lokasi berdirinya pesantren tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sekitarnya. Keunikan dunia pesantren bisa ditemukan dari tiga unsur penting yang tidak bisa dipisahkan, yaitu santri sebagai anak didik, Kiai sebagai pendidik dan kitab kuning sebagai kurikulum. Sebuah pertanyaan signifikan yang selayaknya dilontarkan ketika mendengar nama pesantren yaitu; mengapa pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan mampu bertahan sampai sekarang di tengah bermunculan konsep pendidikan modern? Saat ini, banyak pesantren melakukan perubahan dengan pendekatan sistemik dalam mengelola kegiatannya dengan harapan para santri dapat secara aktif mengembangkan potensi yang diperlukan untuk dirinya dan masyarakat. Penulis akan mengkaji bagaimana pesantren Maslakul Huda mengatur sistem pesantren dalam mengembangkan tiga elemen penting yang dimilikinya: Pertama, Pesantren sebagai lembaga pendidikan dengan mengedepankan tradisi-tradisi klasik, Kedua, Pesantren sebagai lembaga pengembangan masyarakat, Ketiga, Pesantren secara mandiri mendirikan unit-unit usaha tanpa menghilangkan pengaruhnya di masyarakat. Ketiga elemen tersebut bermuara pada terwujudnya kehidupan bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Metode penelitian kualitatif yang digunakan merujuk pada buku M. Burhan Bugin, yang berjudul Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial lainnya. Tujuan dari penelitian yaitu untuk meng-upgrade ilmu pengetahuan sehingga ilmu pengetahuan itu menjadi lebih up-to-date, canggih, aplicated, serta setiap saat aksiologis bagi masyarakat. Tiga elemen tersebut menjadi laboratorium bagi para santri: laboratorium pendidikan, laboratorium sosial dan laboratorium ilmu bisnis. Oleh karenanya, tiga institusi itu saling melengkapi satu sama lain yang menyatu dalam satu kesatuan lembaga, yaitu Pesantren Maslakul Huda.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherPascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakartaen_US
dc.titleSistem Pendidikan Dan Pengembangan Pesantren Dalam Pembentukan Insan Mandirien_US
dc.title.alternativeStudi Kasus Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati Jateng 2014-2015en_US
dc.typeTesisen_US
Appears in Collections:Tesis S2 Pendidikan Agama Islam

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Mohamad Mahrusillah (212810085).pdf
  Restricted Access
Tesis-2128100854.72 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.