Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2478
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAhsin Sakho Muhammad-
dc.contributor.advisorZainun Kamal-
dc.contributor.authorMuhammad Sari, 299410077-
dc.date.accessioned2022-12-12T08:12:30Z-
dc.date.available2022-12-12T08:12:30Z-
dc.date.issued2003-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2478-
dc.description.abstractAyat mutasyabihat mempunyai arti wahyu yang berkeserupaan makna, kebalikannya adalah ayat-ayat muhkamat yang mempunyai satu makna jelas dan terang. Dengan beranekaragam rupa makna ayat-ayat mutasyabihat (fawatih al-suar), menjadi permasalahan dan renungan para ulama. Para ulama berbeda-beda dalam memberikan batas makna yang melhirkan beranekaragam penafsiran kepercayaan kaum muslimin. Para ulama dalam pengambilan petunjuk hasil penafsiran-penafsirannya, banyak alternatif makna penafsiran yang beranekaragam definisi dan makna yang menjadi petunjuk keyakinan kaum muslimin. Allah menunjuki ayat-ayat nask Mansukh, mukham mujmal, muawwal musykil dan mutasyabihnya keyakinan kaum muslimin sebagai I’tibar ajaran hidup dan kehidupannya pada ayat Al-Qur’an (Q.S. 3:7, 13:16, 39:23, 4:157, 6:141-142, 2:25 dan 70, dan 6:99 dan 142); Q.S. 3: 7 dan Allah memberi tahu kepada hamba-hambanya bahwa ada orang yang berpegang teguh kepada keadaan yang nyata, tidak nyata dan kenyataan. Asumsi semacam itu tergantung pada niat dan manfaat tinjauan penafsiran ayat-ayatnya. Q.S. 13:16 Allah menciptakan semua makhluk pada asalnya hanya satu disains sebagaimana dzat keesaan tuhannya maka tidak ada sesuatu yang menyamai dia. Q.S. 39:23 Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai tata aturan hidup yang teratur, nyaman, dan selamat. Q.S. 4:157 Allah memberi penghargaan kepada kaum muslimin yang beriman dan beramal shaleh dengan kenikmatan surga, setelah menyiksa orang-orang yang kafir pembangkang ajaran Allah dan rasulnya. Q.S. 6: 141-142 Allah memberitahu ulang keada kaum muslimin bahwa yahudi Nasrani ajarannya tersesat dari kebenaran sifat keesaan Tuhan. Q.S. 2:25 dan 70 Allah memberi ketahanan mentalitas para Nabi dan Rasulnya menghadapi rintangan dan tantangan yahudi Nasrani. Dengan sebab itu Q.S. 6:99 dan 142 Allah mengembangbiakan segala macam makhluk dan beranekaragam karakteristiknya menunjukan kesempurnaan dan kekuasaannya yang mesti dijadikan satu bukti kepercayaan dan keyakinan kaum muslim terhadap keesaan dan kekuasaan tuhannya. Para ulama salaf, khalaf dan modern menambahkan penjelasan terhadap keberadaan Al Qur’an yang dijelaskan dalam ayat (Q.S. 3:7) dan bacaan wakaf lafadz “Allah” bahwa kaum muslimin kepercayaannya berpegang pada Allah, bila diwakafkan pada lafadz fii’lmi maka pengamalan Islam mencontoh Nabi Muhammad SAW mengembangkan kasih sayang sesame ciptaan yang ada di muka bumi ini merupakan petunjuk keyakinan yang benar yang hendaknya kita amankan Bersama karena hal itu merupakan pertolongan dan penyelamatan dari Tuhan kita Allah SWT. Oleh sebab itu agar kita tidak terperangkap dengan kesamaran keyakinan yang hak aku berlindung dengan Allah SWT (Q.S 2:67).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectAyat-Ayat Mutasyabihaten_US
dc.subjectPenafsiran Ulamaen_US
dc.titlePenafsiran Ayat-Ayat Mutasyabihat dalam Al-Qur’an (Petunjuk Keyakinan Kaum Muslimin)en_US
dc.typeTesisen_US
Appears in Collections:Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
299410077-Muhammad Sari.pdf
  Restricted Access
299410077-Tesis15.89 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.