Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3098
Title: Istidrāj Menurut Al-Qur’an (Studi Komparatif makna Istidrāj Tafsir Aṭ-Ṭabarī, Tafsir Al-Qurṭubī dan Tafsir Al-Misbāh
Authors: Dinda Fachrunnisa, 18210950
Advisor: Sofian Effendi
Issue Date: 2022
Publisher: Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta
Abstract: Istidrāj merupakan sebuah istilah dalam Al-Qur’an yang masih banyak yang orang yang merasa asing dan tidak begitu memahaminya terhadap arti dari istidrāj itu sendiri. Hal ini dikarenakan istidrāj merupakan sebuah musibah dari Allah SWT tanpa ada campur tangan manusia atau pun makhluk lain, dengan cara memberikan nikmat yang banyak seara terus menerus akan tetapi nikmat tersebut bukanlah kemurahan Allah SWT, melainkan tipuan Nya. Banyak diantara kita, hidup sibuk mengejar dunia, demi mencari harta untuk kehidupan yang layak, mengejar jabatan tinggi, tidak sedikit orang-orang yang diberikan kenikmatan yang banyak, mereka menjadi lalai dan berpaling dari Nya. Namun mereka tidak menyadari apakah mereka memang sedang diberi kenikmatan oleh Allah SWT atas kemurahanNya, atau justru itu adalah Istidrāj untuknya. Dalam rangka menelaah makna istidrāj , maka penulis melakukan penelitian dengan judul, “Istidrāj menurut Al-Qur’an (Studi Komparatif Penafsiran Makna Istidrāj Tafsir Aṭ-Ṭabarī, Tafsir Al-Qurṭubī dan Tafsir Al-Misbāh)”, untuk dapat menjawab secara signifikan terkait pertanyaan-pertanyaan yang muncul yaitu; bagaimanakah perbandingan penafsiran ayat-ayat yang berhubungan dengan Istidrāj menurut Ibnu Jarīr, Imam Al-Qurṭubī dan M. Quraish Shihab. Kitab tafsir yang digunakan oleh penulis diantaranya adalah kitab Tafsir Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an karya Ibnu Jarir At-Tabari, kitab Tafsir al-Jami’ li Ahkām al-Qur’an karya imam Al-Qurthubi, dan kitab Tafsir al-Misbah. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan (library reseach) yang menggunakan metode penelitian deskriptif-analisis. Kemudian pendekatan yang digunakan ialah, pendekatan tematik. Sedangkan teori yang digunakan penulis ialah, teori komparatif menurut al-Farmāwi. Adapun penafsiran makna istidrāj menurut para mufassir, tidak jauh berbeda, yaitu istidrāj merupakan tipuan dari Allah SWT, kepada kaum pembangkang atau yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan Rasul Nya, akan tetapi terdapat perbedaan dalam segi tujuan kepada siapa istidrāj akan menimpa. Salah satunya menurut Quraish Shihab, beliau berpendapat bahwa istidrāj tidak hanya ditujukan kepada orang-orang kafir, namun juga dapat ditujukan kepada orang muslim yang durhaka terhadap Allah SWT. Hal itu sangat memungkinkan terjadi di zaman sekarang dilihat dari tidak sedikitnya orang-orang muslim yang sibuk mengejar dunia hingga melupakan perintahNya. Maka ketika kita telah menyadari bahwa tidak ada nilai-nilai kebaikan terhadap kenikmatan yang kita miliki, bersegeralah memperbaiki diri dan kembali kepada Nya. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun.
URI: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3098
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
18210950.pdf
  Restricted Access
1.41 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.