Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3111
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorRifdah Farnidah-
dc.contributor.authorNeng Intan Khoirunisa, 18211027-
dc.date.accessioned2023-06-21T04:16:11Z-
dc.date.available2023-06-21T04:16:11Z-
dc.date.issued2022-
dc.identifier.urihttp://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/3111-
dc.description.abstractSkripsi ini membahas tentang fenomena living Qur’an yang terjadi di sekitar masyarakat Labuan, Banten. Majelis Taklim sebagai lembaga pendidikan agama Islam non formal menjadi salah satu sentral pembangunan karakter beragama masyarakat yang berfungsi sebagai wadah untuk menyampaikan keislaman. Pandemi menjadi salah satu masalah bagi langgengnya proses yang dibangun oleh majelis taklim. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Majelis Taklim Riyadushalihin dalam pembelajaran baca Al-Qur’an bagi masyarakat desa Labuan, Banten terkhusus ibu-ibu pengajian selama pandemi covid-19 berlangsung sehingga dapat dipertanyakan apa problematika yang dialami ibu-ibu dalam proses belajar membaca Al-Qur’an. Penelitian ini membahas peran Majelis Taklim dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di masyarakat. Akan tetapi, yang menjadikan penelitian ini berbeda dengan penelitian lainnya adalah Majelis taklim Riyadusshalihin sebagai objek penelitian masih tetap eksis dan mencarikan alternatif agar pembelajaran baca Al-Qur’an di masa pandemi Covid terus berjalan. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian studi lapangan. Dengan menggunakan metode desktriptif kualitatif yang berdasar pada studi living Qur`an. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi di gagas oleh Edmund Husserl dan menggunakan teori Resepsi di pelopori oleh Hans Robert Jauss sebagai alat analisa. Sumber data primer didapatkan dari wawancara terhadap ibu ibu pengajian di Majelis taklim Riyadusshalihin Labuan Banten. Sedangkan data sekunder berbentuk buku, tesis, jurnal, dokumen atau pustaka yang didapatkan secara online maupun tercetak. Hasil dari penelitian ini berupa adanya peran Majelis Taklim Riyadushalihin sebagai wadah pembelajaran baca Al-Qur’an bagi masyarakat desa Labuan Banten. Dalam prosesnya, majelis taklim Riyadusshalihin menggunakan metode bandongan dan tahsin Al-Qur’an secara tatap muka. Adapun problematika yang muncul bagi berjalannya kegiatan ini pada saat pandemi covid-19 adalah pembatasan sosial, kecemasan jama’ah serta tidak mungkinnya melaksanakan kegiatan di majelis taklim Riyadusshalihin secara daring dikarenakannya faktor lansia yang tidak mengerti internet.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherInstitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakartaen_US
dc.subjectMajelis Taklimen_US
dc.subjectLiving Qur’anen_US
dc.subjectPandemi Covid-19en_US
dc.subjectWadah Pembelajaranen_US
dc.titleMajelis Taklim Riyadusshalihin Sebagai Wadah Pembelajaran Baca Al-Qur’an Di Era Pandemi COVID 19 ( Studi Living Qur’an di Desa Labuan Pandeglang)en_US
dc.typeSkripsien_US
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
18211027.pdf
  Restricted Access
3.15 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.