Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4794| Title: | Kekerasan Seksual dalam Al-Qur’an: Analisis Penafsiran Zainab Al-Ghazali (w. 2005 M) dalam Kitab Nazarat fi Kitabillah |
| Authors: | Faizatut Daraini, 220410961 |
| Advisor: | Abdul Muhaimin Zen Ade Naelul Huda |
| Issue Date: | 2024 |
| Publisher: | Program Pascasarjana IIQ Jakarta |
| Abstract: | Tesis ini mengkaji fenomena kekerasan seksual yang saat ini marak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode telaah pustaka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengekplorasi tafsiran ayat-ayat tentang kekerasan seksual dalam Al-Qur’an dan memperluas wawasan melalui penafsiran ayat-ayat tentang kekerasan seksual dari perspektif Zainab Al-Ghazali dan mufassir lainnya. Persamaan penelitian ini dengan penelitian lainnya adalah menggunakan pendekatan yang sama yaitu pendekatan library research (kajian kepustakaan) untuk menelaah teks-teks Al-Qur’an dan tafsir para mufasir sebagai sumber utama kajian. Perbedaannya dengan banyak studi sebelumnya karena fokusnya secara eksklusif mengkaji penafsiran Zainab al-Ghazali seorang mufasir perempuan yang jarang menjadi objek kajian utama dalam disiplin tafsir gender, sehingga memberikan perspektif unik dan kontekstual yang berbeda dibandingkan para mufasir laki-laki atau tafsir tradisional umum. .Hasil dari penelitian ini adalah Zainab Al-Ghazali menafsirkan QS. Al-Baqarah:223 dengan pandangan bahwa perempuan sangatlah berharga, perempuan diumpamakan ladang karena menjadi tempat tinggal seorang anak (maud{i’ul walad) dan hal tersebut adalah sesuatu yang berharga. Seorang suami boleh mendatanginya kapanpun dan bagaimanapun yang dikehendaki selama sesuai dengan tempat yang ditentukan dan dihalalkan oleh Allah SWT., dan pada waktu-waktu yang telah diberikan batasan oleh Allah SWT. Pada QS. An-Nisa’:19, Zainab menjelaskan tentang peristiwa yang terjadi pada masa jahiliyah, ketika perempuan hanya dianggap sebagai komoditi dan tidak memikirkan sisi kemanusiaanya. Tradisi tersebut tidak hanya terjadi pada masa lalu, praktiknya juga terjadi hingga saat ini. Maka, Zainab mengutuk dengan sangat keras pada tradisi memalukan ini. Melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan kezaliman dan penindasan yang sangat besar. Kemudian pada Qs. An-Nisa’ 34 Zainab menegaskan laki-laki adalah pemimpin bagi seorang perempuan, karena ia memiliki hak qiyadah dalam keluarga. akan tetapi, hal demikian tidak meniadakan peran atau posisi dan tanggung jawab perempuan dalam rumah tangga. |
| URI: | https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4794 |
| Appears in Collections: | Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 220410961_Faizatut Daraini.pdf Restricted Access | 220410961_Tesis | 2.02 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
| 220410961_Faizatut Daraini_BAB 1&5.pdf Restricted Access | 220410961_Tesis_BAB 1&5 | 1.24 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.