Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4797| Title: | Al-Qur’an dan Diskriminasi Gender: Analisis Alpha Women Perspektif Husein Muhammad (L. 1953 M) |
| Authors: | Fatihah, 224411250 |
| Advisor: | Samsul Ariyadi |
| Issue Date: | 2026 |
| Publisher: | Program Pascasarjana IIQ Jakarta |
| Abstract: | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena alpha women akibat perubahan social modern. Isu gender dalam Islam selama ini lebih sering menyoroti diskriminasi terhadap perempuan akibat system patriarki. Namun, perubahan social modern menghadirkan fenomena baru berupa perempuan berdaya, mandiri, dan berpengaruh yang dikenal dengan sebutan alpha women. Perempuan yang memiliki kapasitas tersebut sering di anggap menimbulkan bentuk diskriminasi gender terhadap laki-laki. Oleh karena itu, tema ini menarik untuk diteliti lebih lanjut. Islam telah menempatkan laki-laki dan perempuan di tempat yang setara. Dalam al-Qur’an tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, keduanya sama-sama manusia yang diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya. Untuk itu, tidak seharusnya baik laki-laki maupun perempuan dimarginalkan, disubordinasikan bahkan didiskriminasi. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode pengumpulan data dan menggunakan library research. Pendekatan yang digunakan sebagai pisau analisis untuk membedah diskriminasi gender dalam fenomena alpha women melalui pemikiran Husein Muhammad dengan teori analisis sosiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep diskriminasi gender dalam konteks alpha women dipahami dalam al-Qur’an serta bagaimana relevensinya dengan pemikiran Husein Muhammad. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian ini menemukan bahwa bahwa al-Qur’an tidak menempatkan perempuan berdaya atau alpha women sebagai sumber ketidakadilan bagi laki-laki. Figure qur’ani seperti Ratu Bilqis menunjukan bahwa pemimpin perempuan bukan anomali, melainkan bagian dari konstruksi egaliter islam. Diskriminasi laki-laki yang muncul dalam fenomena alpha women bukanlah berasal dari ayat al-Qur’an, melainkan berasal dari struktur patriarki dan konstruksi peran gender yang kaku, seperti tuntutan laki-laki untuk selalu menjadi pemimpin, pencari nafkah utama, dan representasi otoritas keluarga. Husein Muhammad menegaskan bahwa patriarki merugikan keduanya baik perempuan secara struktual dan laki-laki secara psikologis dan karena itu menafsirkan ayat-ayat gender harus melalui prinsip kesalingan, keadilan dan konteks social. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relevansi pemikiran Husein Muhammad terletak pada kemampuannya menggeser paradigma relasi gender dari hierarki menuju kemitraan, sehingga fenomena alpha women tidak lagi di pahami sebagai ancaman, tetapi sebagai bagian dari dinamika social yang adil dan manusiawi, dan sejalan dengan nilai Qur’ani. |
| URI: | https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4797 |
| Appears in Collections: | Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 224411250_Fatihah.pdf Restricted Access | 224411250_Tesis | 1.65 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
| 224411250_Fatihah_BAB 1&5.pdf Restricted Access | 224411250_Tesis_BAB 1&5 | 1.15 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.