Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4828
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAhmad Syukron-
dc.contributor.authorSri Rianti, 224411236-
dc.date.accessioned2026-07-27T06:33:16Z-
dc.date.available2026-07-27T06:33:16Z-
dc.date.issued2026-
dc.identifier.urihttps://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4828-
dc.description.abstractAntropologi modern pada umumnya berangkat dari pandangan hidup sekuler yang menafikan dimensi metafisik dalam memahami hakikat manusia. Cara pandang ini melahirkan pemahaman yang reduksionistik, yakni memandang manusia sebatas makhluk biologis, psikologis, atau sosial, tanpa mengakui realitas ruhani, fitrah ketuhanan, serta tujuan akhir eksistensinya. Reduksi tersebut berdampak serius pada krisis makna, disorientasi nilai, dan munculnya berbagai problem kemanusiaan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manusia perspektif al-Qur’an melalui pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas serta menilai relevansinya sebagai kritik dan koreksi terhadap antropologi modern. Penelitian ini memiliki persamaan dengan kajian-kajian sebelumnya dalam menyoroti kritik terhadap reduksionisme modern dan pentingnya dimensi spiritual dalam memahami manusia. Namun, perbedaannya terletak pada penekanan terhadap integrasi wahyu, akal, dan adab sebagai kerangka epistemologis dan ontologis yang utuh dalam memahami hakikat manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian pustaka terhadap karya-karya utama al-Attas serta ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan penciptaan, fitrah, dan tujuan hidup manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut al-Attas, manusia diciptakan dengan tujuan yang jelas, yaitu beribadah kepada Allah dan menjalankan amanah kekhalifahan di bumi, serta telah mengakui keesaan Allah sejak perjanjian primordial. Manusia dianugerahi akal dan jiwa untuk memperoleh pengetahuan yang benar, yang harus dipandu oleh wahyu agar terhindar dari kekeliruan epistemologis. Konsep adab menempati posisi sentral sebagai inti kemanusiaan, karena melalui adab manusia mampu menempatkan Tuhan, diri, ilmu, dan alam semesta secara proporsional. Konsep manusia perspektif al-Qur’an menurut al-Attas bersifat integral, seimbang, dan aplikatif, serta relevan sebagai landasan pembinaan individu, pendidikan berbasis ta’dīb, dan pembangunan peradaban Islam yang berkeadilan dan bermakna.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana IIQ Jakartaen_US
dc.subjectHakikat Manusiaen_US
dc.subjectTa’diben_US
dc.subjectSyed Muhammad Naquib al-Attasen_US
dc.titleManusia Perspektif Al-Qur’an: Analisis Pemikiran Syed Naquib Al-Attas (L. 1931)en_US
dc.typeTesisen_US
Appears in Collections:Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
224411236_Sri Rianti.pdf
  Restricted Access
224411236_Tesis2.15 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
224411236_Sri Rianti_BAB 1&5.pdf
  Restricted Access
224411236_Tesis_BAB 1&51.36 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.