Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4837Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Nurkhalis Muchtar | - |
| dc.contributor.advisor | M. Dawud Arif Khan | - |
| dc.contributor.author | Ahmad Rifat Mathar, 223420466 | - |
| dc.date.accessioned | 2026-07-27T08:26:12Z | - |
| dc.date.available | 2026-07-27T08:26:12Z | - |
| dc.date.issued | 2026 | - |
| dc.identifier.uri | https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4837 | - |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan implementasi prinsip good corporate governance (GCG) dan kepatuhan syariah pada dua Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) terkemuka di Indonesia, Dompet Dhuafa dan Baitulmaal Muamalat. Di tengah tantangan seperti potensi fraud dan rendahnya kepercayaan publik, tata kelola yang baik dan kepatuhan syariah menjadi fondasi krusial bagi LAZNAS. Latar belakang yang kontras, di mana Dompet Dhuafa lahir dari inisiatif masyarakat sipil sementara Baitulmaal Muamalat dibentuk oleh korporasi perbankan syariah, menjadi dasar analisis untuk memahami bagaimana asal usul kelembagaan tersebut memengaruhi model tata kelola, pendekatan operasional, dan strategi dalam menjaga amanah dana umat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, termasuk laporan tahunan dan peraturan internal, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan di kedua lembaga. Analisis difokuskan pada perbandingan penerapan lima prinsip GCG (Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, Keadilan), implementasi good amil governance (GAG) yang mencakup aspek integritas dan kompetensi amil, serta mekanisme penjaminan kepatuhan syariah dalam seluruh proses, dari penghimpunan hingga pendayagunaan dana sesuai fatwa MUI dan peraturan perundang undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lembaga telah menerapkan GCG dan kepatuhan syariah dengan baik, meski dengan pola yang berbeda. Dompet Dhuafa cenderung menggunakan pendekatan tata kelola yang lebih organik dan berorientasi pada dampak sosial, sedangkan Baitulmaal Muamalat menampilkan model yang lebih terstruktur dan formal. Keduanya tetap sejalan dalam aspek fundamental seperti transparansi laporan, profesionalisasi amil, dan penguatan peran Dewan Pengawas Syariah. Penelitian ini menegaskan bahwa latar belakang kelembagaan memengaruhi bentuk implementasi tata kelola dan menghadirkan kekuatan serta tantangan masing-masing. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Program Pascasarjana IIQ Jakarta | en_US |
| dc.subject | Good Corporate Governance | en_US |
| dc.subject | Kepatuhan Syariah | en_US |
| dc.subject | Lembaga Amil Zakat | en_US |
| dc.title | Implementasi Prinsip Good Corporate Governance dan Kepatuhan Syariah pada Lembaga Amil Zakat (Analisis Implementasi di Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa dan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Muamalat) | en_US |
| dc.type | Tesis | en_US |
| Appears in Collections: | Tesis S2 Hukum Ekonomi Syariah | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 223420466_Ahmad Rifat Mathar.pdf Restricted Access | 223420466_Tesis | 2.26 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
| 223420466_Ahmad Rifat Mathar_BAB 1&5.pdf Restricted Access | 223420466_Tesis_BAB 1&5 | 1.27 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.