Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4856| Title: | Haqq At-Tilawah Perspektif Al-Qur’an: Studi Komparatif Penafsiran Ibnu ‘Asyur (W. 1873 M) dan Mahmud Al-Alusi (W.1854 M) |
| Authors: | Nisa Huwaina, 224411271 |
| Advisor: | M. Ziyadul Haq |
| Issue Date: | 2026 |
| Publisher: | Program Pascasarjana IIQ Jakarta |
| Abstract: | Penelitian ini menganalisis Haqq At-tilāwah perspektif Al-Qur’an, studi ini dilatarbelakangi oleh realitas empiris umat Islam dewasa ini menunjukkan adanya reduksi makna dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Terdapat kecenderungan kuat di mana apresiasi terhadap Al-Qur’an berhenti pada dimensi performatif dan rutinitas ritual lisan semata. Pembelajaran Al-Qur’an lebih banyak didominasi oleh orientasi kelancaran makharijul huruf, estetika suara (tahsin dan nagham), serta kuantitas khataman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research (studi kepustakaan) yaitu penelitian yang bersumber dari beragam literatur seperti kitab-kitab tafsir, buku-buku, jurnal, artikel, karya ilmiah, serta sumber daya relevan lainnya yang terkait dengan topik yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa Haqq At-Tilāwah adalah membaca Al-Qur’an dengan melibatkan tiga unsur aktif: lisan (bacaan tartil), akal (pemahaman makna), dan hati (penghayatan dan pengamalan), yaitu membaca dengan benar, memahami maknanya, mengamalkan isinya, dan tidak mengubah ajaran yang disampaikan. Kontekstualisasi Haqq At-Tilāwah adalah mengintegrasikan empat dimensi hak baca Al-Qur’an yang sebenar-benarnya: Teknis (Al-Lafzhi): Membaca dengan tajwid dan makhraj benar, Intelektual (Al-Fahmi): Memahami makna dan konteks ayat secara mendalam, Emosional (Al-Wijdani): Membaca dengan kesadaran hati penuh, Praktis (Al-Amali): Mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Haqq At-Tilāwah dalam perspektif Ibnu ‘Āsyūr dalam Tafsir At-Taḥrīr wa At-Tanwīr adalah Membaca Kitab Suci (Al-Qur’an dan kitab sebelumnya) secara benar, meliputi pelafalan tepat sekaligus memahami makna dan isi yang disampaikan. Haqq berarti kebenaran, berlawanan dengan kepalsuan, yang menuntut pelafalan disertai pemahaman makna. Sedangkan Haqq At-Tilāwah perspektif Maḥmūd Al-Ālūsī dalam Tafsir Rūḥ Al-Ma’ānī adalah Membaca dengan tata cara yang benar, pelafalan tepat, perenungan makna, dan kepatuhan pada perintah dan larangan yang terkandung dalam kitab. |
| URI: | https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4856 |
| Appears in Collections: | Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 224411271_Nisa Huwaina.pdf Restricted Access | 224411271_Tesis | 2.25 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
| 224411271_Nisa Huwaina_BAB 1&5.pdf Restricted Access | 224411271_Tesis_BAB 1&5 | 1.3 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.