Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4861Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Artani Hasbi | - |
| dc.contributor.advisor | Ahmad Syukron | - |
| dc.contributor.author | Aisyah Tsabita, 222411099 | - |
| dc.date.accessioned | 2026-10-17T06:03:42Z | - |
| dc.date.available | 2026-10-17T06:03:42Z | - |
| dc.date.issued | 2024 | - |
| dc.identifier.uri | https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4861 | - |
| dc.description.abstract | Prolonged Grief Disorder diartikan sebagai perasaan rindu dan sedih yang berkepanjangan terhadap seseorang yang sudah meninggal. kesedihan yang berkepanjangan ini menyebabkan seseorang terus mengingat orang yang dicintainya hingga mengganggu aspek lain dalam kehidupannya seperti aspek sosial. Penyebab munculnya gangguan mental ini disebabkan oleh kematian orang yang dicintai dengan kondisi yang tidak stabil, terlalu banyak sumber stress lain yang dihadapi, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar sebagaimana yang terjadi ketika COVID-19 melanda atau saat dalam keadaan perang. Al-Qur’an diketahui juga membahas mengenai beberapa perasaan manusia seperti sedih (huzn), takut (khouf) dan prasangka-prasangka hati dalam berbagai kondisi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Al-Qur’an menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan prolonged grief disorder serta melihat solusi yang Al-Qur’an berikan terkait dengan penyakit mental tersbut. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) dengan metode analisis tafsir tematik dari Kumpulan ayat-ayat yang berhubungan dengan tema dan mencari penafsirannya. Di antara hasil penelitian yang diperoleh yaitu Al-Qur’an menyebutkan beberapa ayat yang berkenaan dengan qadha dan qadar bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti sehingga tidak dapat dihindari oleh setiap manusia dalam surat Al-Hadid ayat 22-23. Allah Swt memberikan solusi dengan meyakini bahwa takdir yang terjadi adalah ketetapanNya serta telah diukur kadar dan porsinya sehingga mampu dilalui oleh seluruh manusia. Al-Qur’an juga menjawab dengan menjalani takdir dengan rasa sabar serta sholat sebagai penguat kehidupan. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Program Pascasarjana IIQ Jakarta | en_US |
| dc.subject | Prolonged Grief Disorder | en_US |
| dc.subject | Tafsir Tematik | en_US |
| dc.subject | Qadha dan Qadar | en_US |
| dc.title | Prolonged Grief Disorder: Musibah yang Berhubungan dengan Qadha dan Qadar (Studi Analisis Tafsir Tematik dengan Pendekatan Psikologi) | en_US |
| dc.type | Tesis | en_US |
| Appears in Collections: | Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 222411099_Aisyah Tsabita.pdf Restricted Access | 222411099_Tesis | 2.76 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
| 222411099_Aisyah Tsabita_BAB 1&5.pdf Restricted Access | 222411099_Tesis_BAB 1&5 | 2.07 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.