Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4864| Title: | Masadir dalam Tafsir (Analisis al-Asil dan ad-Dakhil Surah an-Nur Kitab Tafsir al-Qummi) |
| Authors: | Ahmad Syifa’ul Abror, 224411241 |
| Advisor: | Ade Naelul Huda |
| Issue Date: | 2026 |
| Publisher: | Program Pascasarjana IIQ Jakarta |
| Abstract: | Perbedaan latar belakang keilmuan, ideologi, dan kecenderungan mazhab menyebabkan lahirnya keragaman penafsiran Al-Qur’an. Dalam perkembangannya, tidak semua penafsiran dibangun di atas sumber yang otoritatif, sehingga sebagian di antaranya mengandung unsur ad-dakhîl, seperti penggunaan riwayat lemah, hadis palsu, penakwilan yang bertentangan dengan konteks ayat, maupun penafsiran yang dipengaruhi kepentingan ideologis. Oleh karena itu, kajian terhadap maṣâdir at-tafsîr menjadi penting untuk membedakan penafsiran yang tergolong al-aṣîl dan ad-dakhîl. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi maṣâdir at-tafsîr dalam penafsiran Surah An-Nûr pada Tafsîr al-Qummî yang termasuk kategori al-aṣîl dan ad-dakhîl, serta menganalisis bentuk-bentuk ad-dakhîl yang terdapat di dalamnya. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji konsep al-aṣîl dan ad-dakhîl dalam berbagai kitab tafsir, di antaranya Afri Ramdani (2021) pada Tafsîr al-Qummî Surah Yûsuf dan Shidqia Al-Muntadhar (2024) pada Tafsîr al-Kâsyif Surah al-Kahfi. Penelitian ini melengkapi kajian tersebut dengan menjadikan Surah An-Nûr dalam Tafsîr al-Qummî sebagai objek kajian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang digolongkan ke dalam penelitian kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori al-Aṣîl dan ad-Dakhîl melalui metode deskriptif-analitis dan komparatif. Maṣâdir penafsiran Surah An-Nûr dalam Tafsîr al-Qummî dianalisis melalui penelusuran sanad dan matan riwayat, kemudian dibandingkan dengan riwayat-riwayat tafsir, hadis, serta literatur rijâl yang relevan. Hasil analisis tersebut selanjutnya diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu penafsiran yang tergolong al-aṣîl dan penafsiran yang tergolong ad-dakhîl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penafsiran Surah An-Nûr terdapat 20 riwayat tafsîr bi al-ma’ṡûr yang menjadi objek kajian, terdiri atas 10 riwayat yang tergolong al-aṣîl dan 10 riwayat yang tergolong ad-dakhîl. Adapun bentuk-bentuk ad-dakhîl yang ditemukan meliputi pengalihan peristiwa sejarah, pemaknaan lafaz secara khusus, klaim terjadinya nasakh, ta'wîl simbolik (batinî), penetapan karakteristik khusus bagi para imam Ahlulbait, penggunaan riwayat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta penetapan asbâb an-nuzûl yang tidak didukung oleh riwayat-riwayat yang mu‘tabar. |
| URI: | https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4864 |
| Appears in Collections: | Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 224411241_Ahmad Syifa’ul Abror.pdf Restricted Access | 224411241_Tesis | 4.58 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
| 224411241_Ahmad Syifa’ul Abror_BAB 1&5.pdf Restricted Access | 224411241_Tesis_BAB 1&5 | 2.42 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.