Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4867
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorM. Ziyadul Haq-
dc.contributor.authorAyyub Mukaffi Qomashirath, 224411245-
dc.date.accessioned2026-10-20T06:34:20Z-
dc.date.available2026-10-20T06:34:20Z-
dc.date.issued2026-
dc.identifier.urihttps://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4867-
dc.description.abstractKrisis institusi keluarga di era modern menuntut adanya mekanisme pertahanan psikologis dan struktural yang komprehensif. Kerangka kerja ketahanan keluarga (family resilience) dari Froma Walsh menawarkan pendekatan yang operasional, namun memiliki keterbatasan epistemologis akibat bias antroposentris sekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merumuskan konsep ketahanan keluarga perspektif Al-Qur'an, serta menyintesiskannya dengan Family Resilience Theory Froma Walsh. Melalui desain penelitian kualitatif berbasis kajian kepustakaan (library research) yang mengaplikasikan metode tafsir tematik (tafsir maudhu'i), penelitian ini menyingkap bahwa Al-Qur'an memuat cetak biru (blueprint) ketahanan yang melampaui batas dogma moral pasif menjadi sebuah sistem pertahanan yang dinamis. Ekstraksi tekstual menemukan empat pilar penyangga utama resiliensi keluarga Qur'ani. Pilar pertama adalah sakinah (QS. Ar-Rum: 21) yakni menjadi pusat ekuilibrium yang menetralisasi guncangan emosional. Pilar kedua mewujud dalam konsep wiqayah (QS. At-Tahrim: 6) yang difungsikan sebagai sistem imunitas preventif guna menyaring infiltrasi patogen sosial. Pilar ketiga mendekonstruksi pemahaman qawwamah (QS. An-Nisa: 34) menjadi bentuk akuntabilitas otoritas fungsional yang menjamin keluwesan adaptasi dalam menghadapi krisis ekonomi domestik. Keseluruhan sistem ini diikat oleh pilar keempat, yakni tasyawur (QS. Al-Baqarah: 233), yang melembagakan keagenan timbal balik (reciprocal agency) untuk mengelola resolusi konflik dan pengasuhan kolaboratif secara transparan. Hasil analisis integratif dalam penelitian ini membuktikan adanya kompatibilitas epistemologis yang sangat presisi antara landasan wahyu dan sosiologi modern. Pilar-pilar Qur'ani tersebut secara terukur mampu mengoperasionalkan instrumen resiliensi Froma Walsh di dunia nyata. Sakinah terbukti membingkai konstruksi pemaknaan positif terhadap krisis pada ranah sistem keyakinan; wiqayah dan qawwamah membangun batas perlindungan serta fleksibilitas pada ranah pola organisasi; sementara tasyawur menghidupkan transparansi pesan dan validasi empati pada ranah proses komunikasi. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa pertautan antara kedalaman teks Al-Qur'an dan kerangka analitis sosiologi menghasilkan instrumen mitigasi yang tidak hanya kukuh secara eskatologis, tetapi juga sangat aplikatif dan fungsional untuk menumbuhkan kembali daya lenting keluarga muslim di tengah tantangan modernitas.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana IIQ Jakartaen_US
dc.subjectKetahanan Keluargaen_US
dc.subjectTafsir Maudhu'ien_US
dc.subjectFroma Walshen_US
dc.titleKonsep Ketahanan Keluarga Perspektif AL-Qur’an: Analisis Ayat-Ayat Keluarga Pendekatan Family Resilience Theory Froma Walsh (L. 1942 M)en_US
dc.typeTesisen_US
Appears in Collections:Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
224411245_Ayyub Mukaffi Qomashirath.pdf
  Restricted Access
224411245_Tesis2.54 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
224411245_Ayyub Mukaffi Qomashirath_BAB 1&5.pdf
  Restricted Access
224411245_Tesis_BAB 1&51.46 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.