Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4872
Title: HOAX DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN (Studi Komparatif Penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah dan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azhim)
Authors: Latifah, 13210521
Advisor: Ali Mursyid
Issue Date: 2017
Publisher: Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta
Abstract: Pokok pembahasan pada skripsi ini adalah mengenai hoax dalam perspektif Al-Qur`an dalam Tafsir Al-Mishbâh dan Al-Qur`ân Al-„Azhîm. Fenomenalnya kasus hoax yang beredar di dunia maya terutama melalui media sosial, mengakibatkan masyarakat tidak dapat membedakan mana berita fakta atau dusta, dan hal ini sangat mengganggu ketentraman hidup bersosial dan mengusik nasionalisme Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk diteliti agar masyarakat bisa lebih berharti-hati dalam menerima atau menshare suatu informasi atau berita, sehingga rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Apa yang dimaksud dengan hoax dan bagaimana perkembangannya di Indonesia?; 2) Bagaimana hoax dan upaya mengatasinya menurut Al-Qur`an berdasarkan Tafsir Al-Mishbâẖ dan Tafsir Al-Qur`ân Al-„Azhîm?. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian library research. Penelitian telaah pustaka ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber data primer yaitu Tafsir Al-Mishbâẖ karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al Qur`ân Al-„Azhîm karya Ibnu Katsîr. Juga dilengkapi dengan data sekunder berupa buku-buku yang relevan. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah metode maudhû‟i dan muqârin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: yang dimaksud dengan hoax adalah berita bohong. Sesuai dengan analisis peneliti berdasarkan kasus kasus yang beredar di media sosial, macam-macam hoax antara lain: 1) Hoax berdasarkan tuduhan tidak benar dan fitnah, 2) Hoax berdasarkan isu, 3) Hoax berupa cerita atau fiksi, 4) Hoax ditinjau dari segi tujuan sebagai penipuan. Di dalam Al-Qur`an hoax dapat diwakili oleh kata buhtân, ifkun, iftirâ` dan muftarâ, ikhtalaqa, kadzibun, makr, naba`, taqawwala, dan zûr. Cara mencegah hoax berdasarkan Al-Qur‟an: 1) Tabayyun, 2) Memilih dan memilah informasi (tidak berdasarkan dugaan atau perkiraan), 3) Keakuratan informasi, 4) Check dan recheck kebenaran berita kepada orang yang lebih tahu, 5) Jika berita itu benar-benar terjadi atas seorang muslim, harus tetap dirahasiakan, 6) Tidak menshare berita yang belum jelas kebenarannya.
URI: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4872
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
13210521.pdf
  Restricted Access
5.14 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
13210521_Publik.pdf
  Restricted Access
2 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.