Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4916Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Mabda Dzikara | - |
| dc.contributor.author | Maula Fitriah, 22211999 | - |
| dc.date.accessioned | 2026-11-05T06:56:10Z | - |
| dc.date.available | 2026-11-05T06:56:10Z | - |
| dc.date.issued | 2026 | - |
| dc.identifier.uri | https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4916 | - |
| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas penerapan kaidah ziyādatu al-mabnā tadullu ‘alā ziyādati al-ma‘nā dalam Tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibnu ‘Āsyūr, dengan menyoroti pentingnya pendekatan kebahasaan dalam penafsiran Al-Qur’an. Fokus kajian terletak pada hubungan antara perubahan bentuk lafaz dan perkembangan makna, yang selama ini banyak dibahas secara teoritis namun jarang dikaji secara aplikatif dalam karya tafsir, khususnya tafsir modern. Tujuan utama penelitian ini adalah membuktikan adanya penerapan kaidah ziyādah serta menganalisis implikasi yang ditimbulkan terhadap pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam Tafsir Ibnu ‘Āsyūr. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data primer bersumber dari Tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur terkait kaidah tafsir dan linguistik Arab. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, dan analisis data menggunakan metode content analysis yang memadukan pendekatan qawāʿid al-tafsīr dan semantik. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang bersifat konseptual atau linguistik umum, penelitian ini berfokus pada analisis aplikatif kaidah ziyādah dalam satu karya tafsir secara spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah ziyādatu al-mabnā tadullu ‘alā ziyādati al-ma‘nā diterapkan secara implisit oleh Ibnu ‘Āsyūr melalui kajian penambahan huruf dan perubahan wazan pada enam lafaz, yaitu ُ اﻟْﺤَﯿَﻮَ ان(penambahan huruf), serta اِﺻْﻄَﺒِﺮْ ، ﺗَﺒَﺘﱠﻞْ، ﻣُﺼْﻠِﺤُﻮْ نَ، ﻛُﺒْﻜِﺒُﻮا, dan َاِﺳْﺘَﻜْﺒَﺮ (perubahan wazan). Penerapan kaidah ini berdampak pada penguatan intensitas makna, pergeseran dari makna individual ke sosial, serta pendalaman aspek retoris. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kaidah ziyādah memiliki peran signifikan dalam memperluas dan memperdalam makna ayat, serta menjadi bagian penting dari pendekatan kebahasaan Ibnu ‘Āsyūr dalam menafsirkan Al-Qur’an. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta | en_US |
| dc.subject | kaidah ziyādah | en_US |
| dc.subject | Ibnu ‘Āsyūr | en_US |
| dc.subject | ziyādatu al-mabnā | en_US |
| dc.subject | tafsir kebahasaan | en_US |
| dc.subject | al-Taḥrīr wa al-Tanwīr | en_US |
| dc.title | Kaidah Tafsir Ziyadah Dalam Al-Quran (Analisis Penerapan dan Pengaruhnya pada Tafsir al-Taḥrir wa al-Tanwir Karya Ibnu Āsyur W. 1393 H) | en_US |
| dc.type | Skripsi | en_US |
| Appears in Collections: | Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 02-22211999.pdf Restricted Access | 3.87 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy | |
| 02-22211999_Publik.pdf Restricted Access | 2.7 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.