<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>S-1 Komunikasi Penyiaran Islam</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/111" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/111</id>
<updated>2026-05-15T16:25:39Z</updated>
<dc:date>2026-05-15T16:25:39Z</dc:date>
<entry>
<title>Komunikasi Simbolik Pasca kematian Dalam Film The Life List (Studi Analisis George Herbert Mead Dan Semiotika Roland Barthes)</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4494" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maryam Mahfudhoh, 21220233</name>
</author>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4494</id>
<updated>2025-11-28T05:04:52Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Komunikasi Simbolik Pasca kematian Dalam Film The Life List (Studi Analisis George Herbert Mead Dan Semiotika Roland Barthes)
Maryam Mahfudhoh, 21220233
Fenomena ikatan emosional dengan orang yang telah meninggal sering&#13;
kali dimediasi melalui simbol-simbol bermakna, seperti benda kenangan,&#13;
pesan tertulis, mimpi, atau imajinasi, yang mencerminkan bentuk&#13;
komunikasi simbolik dalam konteks pasca kematian. Dalam hal ini, film&#13;
menjadi medium reflektif yang tidak hanya merepresentasikan dinamika&#13;
emosional tersebut, tetapi juga menyediakan ruang visual bagi pemirsa untuk&#13;
memahami proses kehilangan, harapan, dan pemaknaan yang terus&#13;
berlangsung. Hal ini tergambarkan dalam film The Life List melalui pesan&#13;
harapan dan proses rekonsiliasi dari ibu kepada anak yang membentuk inti&#13;
emosional dari perjalanan naratif tokohnya.&#13;
Berdasarkan latar belakang di atas, dirumuskan dalam pertanyaan mayor&#13;
dan minor. Pertanyaan ini dimulai dengan pertanyaan mayor yaitu&#13;
“Bagaimana representasi komunikasi simbolik pasca kematian dalam film&#13;
The List Life?”. Pertanyaan tersebut akan ditelusuri lebih lanjut dengan&#13;
pertanyaan minor, yaitu “Seperti apa komunikasi simbolik pasca kematian&#13;
dalam konsep mind, self, dan society pada film The Life List?” Untuk&#13;
menjawab permasalahan di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), di mana film The&#13;
Life List dianalisis sebagai sumber primer, dan berbagai literatur akademik&#13;
menjadi sumber sekunder untuk mendukung pemahaman teoretis. Melalui&#13;
metode ini, peneliti mengkaji narasi, dialog, dan simbol-simbol visual yang&#13;
muncul dalam film untuk mengungkap representasi makna mendalam yang&#13;
terkait dengan komunikasi antar tokoh. penelitian ini menggunakan dua&#13;
pendekatan teoritis, yaitu teori interaksionisme simbolik dari George Herbert&#13;
Mead yang menekankan pembentukan makna melalui interaksi sosial, serta&#13;
teori semiotika Roland Barthes untuk menelaah proses representasi dan&#13;
pemaknaan simbol dalam film secara denotative dan konotatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi komunikasi simbolik&#13;
pasca kematian dalam film ini terwujud melalui berbagai simbol bermakna&#13;
yang memediasi relasi emosional antara tokoh yang telah meninggal (ibu)&#13;
dan yang ditinggalkan (anak). Simbol-simbol seperti daftar kehidupan (life&#13;
list), video pesan terakhir, serta tindakan-tindakan simbolik yang dilakukan&#13;
tokoh utama, Alex, menunjukkan bahwa makna dibentuk dan dimaknai&#13;
melalui interaksi sosial yang tetap hidup meskipun secara fisik hubungan&#13;
tersebut telah terputus oleh kematian.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Genre Dakwah Toleransi Ustadz Syafiq Riza Basalamah Melalui Kanal Youtube (Analisis Syafiq Riza Basalamah Official)</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4493" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yulia, 19220160</name>
</author>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4493</id>
<updated>2025-11-28T05:02:06Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Genre Dakwah Toleransi Ustadz Syafiq Riza Basalamah Melalui Kanal Youtube (Analisis Syafiq Riza Basalamah Official)
Yulia, 19220160
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konten dakwah di&#13;
media sosial yang sering kali bersifat provokatif dan intoleran, sehingga&#13;
menyebabkan polarisasi di kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini&#13;
adalah untuk menganalisis genre dakwah toleransi yang disampaikan oleh&#13;
Syafiq Riza Basalamah melalui saluran YouTube resminya. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk memahami pendekatan dan metode dakwah yang diterapkan&#13;
serta relevansinya dengan konteks masyarakat yang multikultural.&#13;
Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana Syafiq Riza&#13;
Basalamah menyampaikan pesan toleransi dalam konten dakwah digitalnya.&#13;
Penelitian ini memiliki kesamaan dengan studi sebelumnya dalam hal fokus&#13;
pada dakwah toleransi di media sosial, namun berbeda dalam objek&#13;
penelitian dan pendekatan analisis yang digunakan. Penelitian ini secara&#13;
khusus mengkaji video-video Syafiq Riza Basalamah, dengan menggunakan&#13;
teori toleransi Islam menurut Wahbah Az-Zuhaili.&#13;
Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan&#13;
pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi&#13;
terhadap empat video dakwah Syafiq Riza Basalamah, yaitu: Merry&#13;
Christmas and Happy New Year, Ketika Adzan Dipermasalahkan, Islam Itu&#13;
Cinta Perdamaian, dan Apakah Gereja Boleh Dibom. data dianalisis dengan&#13;
menggunakan teori lima prinsip toleransi Wahbah Az-Zuhaili.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syafiq Riza Basalamah bahwa&#13;
dalam beberapa video, seperti Merry Christmas and Happy New Year,&#13;
pendekatannya cenderung eksklusif, sedangkan di video ketika adzan&#13;
dipermasalahkan beliau lebih bersikap fleksibel dan inklusif. Adapun di Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konten dakwah di&#13;
media sosial yang sering kali bersifat provokatif dan intoleran, sehingga&#13;
menyebabkan polarisasi di kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini&#13;
adalah untuk menganalisis genre dakwah toleransi yang disampaikan oleh&#13;
Syafiq Riza Basalamah melalui saluran YouTube resminya. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk memahami pendekatan dan metode dakwah yang diterapkan&#13;
serta relevansinya dengan konteks masyarakat yang multikultural.&#13;
Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana Syafiq Riza&#13;
Basalamah menyampaikan pesan toleransi dalam konten dakwah digitalnya.&#13;
Penelitian ini memiliki kesamaan dengan studi sebelumnya dalam hal fokus&#13;
pada dakwah toleransi di media sosial, namun berbeda dalam objek&#13;
penelitian dan pendekatan analisis yang digunakan. Penelitian ini secara&#13;
khusus mengkaji video-video Syafiq Riza Basalamah, dengan menggunakan&#13;
teori toleransi Islam menurut Wahbah Az-Zuhaili.&#13;
Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan&#13;
pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi&#13;
terhadap empat video dakwah Syafiq Riza Basalamah, yaitu: Merry&#13;
Christmas and Happy New Year, Ketika Adzan Dipermasalahkan, Islam Itu&#13;
Cinta Perdamaian, dan Apakah Gereja Boleh Dibom. data dianalisis dengan&#13;
menggunakan teori lima prinsip toleransi Wahbah Az-Zuhaili.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syafiq Riza Basalamah bahwa&#13;
dalam beberapa video, seperti Merry Christmas and Happy New Year,&#13;
pendekatannya cenderung eksklusif, sedangkan di video ketika adzan&#13;
dipermasalahkan beliau lebih bersikap fleksibel dan inklusif. Adapun di
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Produksi Program Dakwah Kajian Bioskop di Muslim Tv Mnc Channels</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4492" rel="alternate"/>
<author>
<name>Gina Fatiyah, 21220227</name>
</author>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4492</id>
<updated>2025-11-28T04:59:30Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Produksi Program Dakwah Kajian Bioskop di Muslim Tv Mnc Channels
Gina Fatiyah, 21220227
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menjadikan&#13;
media sebagai sarana dakwah yang efektif dan menjangkau luas, salah&#13;
satunya melalui televisi. Muslim TV, sebagai saluran televisi berlangganan&#13;
di bawah naungan MNC Channels, menyajikan program dakwah “Kajian&#13;
Bioskop” yang memadukan dakwah dengan budaya populer berupa film.&#13;
Program ini berupaya menyampaikan pesan-pesan keislaman dan nilai&#13;
moral secara menarik dan kontekstual, terutama bagi generasi muda.&#13;
Dengan pendekatan visual, bahasa yang ringan, serta dukungan teknologi&#13;
seperti AI (Ciniti), program ini menjadi inovasi dalam penyampaian&#13;
dakwah masa kini.&#13;
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti melakukan analisis&#13;
terkait produksi program Kajian Bioskop dari tahap pra-produksi,&#13;
produksi, hingga pasca-produksi, serta tantangan dan kendala yang&#13;
dihadapi oleh tim produksi. Dengan rumusan pertanyaan Bagaimana&#13;
proses produksi program dakwah “Kajian Bioskop” mulai dari tahap pra&#13;
produksi, set up and rehearsal, tahap produksi, pasca produksi? Apa&#13;
tantangan dan kendala yang dihadapi dalam proses produksi program? dan&#13;
bagaimana solusinya?&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif&#13;
dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi&#13;
partisipan, wawancara langsung dengan produser dan production&#13;
assistant, serta dokumentasi. Teori produksi televisi Alan Wurtzel&#13;
dijadikan landasan analisis, yang mencakup empat tahap utama produksi:&#13;
pra produksi, set-up and rehearsal, produksi, dan pasca produksi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi program&#13;
Kajian Bioskop dilakukan melalui tahapan-tahapan utama dalam&#13;
memproduksi program televisi, yaitu mulai dari tahap pra produksi hingga&#13;
mencapai tahap pasca produksi. Semua itu disusun dengan perencanaan&#13;
yang matang dan senantiasa melakukan evaluasi untuk menjamin kualitas program. Tantangan dan kendala akan terjadi ketika proses produksi&#13;
program, baik secara teknis yang berkaitan dengan peralatan dan property,&#13;
maupun secara non teknis, meliputi pemilihan format film, keterbatasan&#13;
waktu, serta koordinasi tim yang kurang maksimal. Namun hal tersebut&#13;
dapat diatasi dengan terus meingkatkan intensitas briefing dan&#13;
pendampingan tim oleh produser untuk mengrangi segala bentuk kendala&#13;
dan miskomunikasi.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pola Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Introvert dalam Membangun Hubungan Sosial (Studi Kasus Mahasiswa IIQ Jakarta FUD Angkatan 2021)</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4491" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khairul Bariyyah, 21220229</name>
</author>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4491</id>
<updated>2025-11-28T04:56:41Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pola Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Introvert dalam Membangun Hubungan Sosial (Studi Kasus Mahasiswa IIQ Jakarta FUD Angkatan 2021)
Khairul Bariyyah, 21220229
Mahasiswa dengan kepribadian introvert cenderung lebih suka menyendiri&#13;
dan memiliki lingkaran sosial pertemanan yang terbatas, sehingga sebuah&#13;
tantangan bagi mahasiswa introvert dalam membangun hubungan sosial yang&#13;
baik. Oleh sebab itu, penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pola&#13;
komunikasi interpersonal mahasiswa berkepribadian introvert dalam&#13;
membangun hubungan sosial dan untuk mengidentifikasi pola komunikasi&#13;
yang digunakan oleh mahasiswa berkepribadian introvert dalam membangun&#13;
hubungan sosial.&#13;
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal&#13;
mahasiswa introvert dalam membangun hubungan sosial. Penelitian ini&#13;
menggunakan penelitian kualitatif. Objek dari penelitian ini yaitu&#13;
polakomunikasi interpersonal mahasiswa berkepribadian introvert dalam&#13;
membangun hubungan sosial, sedangkang subjek dari penelitian ini yaitu&#13;
mahasiswa Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Fakultas Ushuluddin dan&#13;
Dakwah tahun 2021.&#13;
Adapun pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi&#13;
terstruktur dan observasi partisipan. Teori dalam penelitian ini menggunakan&#13;
teori komunikasi interpersonal Joseph A. Devito sebagai alat analisis,&#13;
khususnya lima aspek utama komunikasi interpersonal yaitu keterbukaan,&#13;
empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa introvert memiliki&#13;
komunikasi yang berbeda dan unik dalam membangun hubungan sosial.&#13;
Mahasiswa berkepribadian introvert cenderung lebih memilih berkomunikasi&#13;
dengan cara tidak langsung, seperti melalui tulisan atau media sosial, dan lebih&#13;
selektif dalam memilih teman serta cenderung membangun hubungan yang&#13;
lebih mendalam dengan sedikit orang. Adapun faktor yang mempengaruhi&#13;
pola komunikasi mahasiswa introvert yaitu faktor kecemasan sosial,&#13;
overthinking, dan persepsi diri. mahasiswa introvert dapat membangun&#13;
hubungan sosial yang baik dengan caranya sendiri.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
