<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Program Pascasarjana</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2</id>
<updated>2026-06-04T22:53:32Z</updated>
<dc:date>2026-06-04T22:53:32Z</dc:date>
<entry>
<title>Deradikalisasi Penafsiran Ayat-Ayat Jihad Ibnu Taimiyah (Studi Kritis Kitab Majmu’ah al-Fatawa dan at-Tafsir al-Kabir Karya Ibnu Taimiyah (w. 728 H))</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4821" rel="alternate"/>
<author>
<name>Cecep Rahmat, 321440079</name>
</author>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4821</id>
<updated>2026-06-03T08:10:22Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Deradikalisasi Penafsiran Ayat-Ayat Jihad Ibnu Taimiyah (Studi Kritis Kitab Majmu’ah al-Fatawa dan at-Tafsir al-Kabir Karya Ibnu Taimiyah (w. 728 H))
Cecep Rahmat, 321440079
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana penafsiran Ibnu Taimiyah mengenai nash-nash yang berkaitan dengan jihad maupun qitâl yang sering digunakan dan dijadikan dalil untuk tindakan radikal dengan membawa term perang untuk melegalkannya. Juga dalam rangka mengetahui metodologi Ibnu Taimiyah ketika menjelaskan ayat-ayat terkait jihad dan qital dan menganalisis relevansi penafsiran Ibnu Taimiyah tersebut dengan gerakan terorisme di Indonesia serta memahami kontekstualisasi penafsiran Ibnu Taimiyah terhadap ayat-ayat jihad dan qitâl dengan paradigma deradikalisasi.&#13;
Penelitian ini sependapat dengan Nasaruddin Umar (2014), Jamhari (2004), Yahya Michot (2011), Jon Hoover (2012), terkait dengan Ibn Taimiyah dianggap sebagai inspirasi dan penggunaan serampangan atas penafsiran Ibn Taimiyah oleh para kelompok jihadis. Sebaliknya penelitian ini tidak sependapat dengan Natalie Goldstein (2010) dan Kholilulrahman (2018), pada persoalan Ibn Taimiyah sangat radikal dan memecah belah kaum Muslimin.&#13;
Kajian ini memakai metode kualitatif berdasarkan library research (kepustakaan), disebabkan banyak sumber referensi referensi yang akan dikaji dan yang akan dipakai dari sumber-sumber literalis, maupun yang berkaitan langsung dengan judul yang akan dibahas maupun yang tidak langsung. &#13;
Penelitian ini menegaskan bahwa pembacaan komprehensif terhadap Ibn Taimiyah justru membuka ruang besar bagi deradikalisasi. Ia dapat dijadikan rujukan normatif untuk melawan narasi radikal yang berkembang di kalangan kelompok ekstrem modern. Dalam konteks negara-bangsa kontemporer, pemikirannya relevan untuk mendukung tatanan sosial-politik yang stabil, dengan penekanan pada keadilan dan perlindungan terhadap masyarakat dari kekerasan non-legitim.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Konsep Ketahanan Keluarga dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ayat Kisah Keluarga Nabi Perspektif Sosiologi Profetik)</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4820" rel="alternate"/>
<author>
<name>Siti Mukhliso, 316440020</name>
</author>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4820</id>
<updated>2026-06-03T08:04:21Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Konsep Ketahanan Keluarga dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ayat Kisah Keluarga Nabi Perspektif Sosiologi Profetik)
Siti Mukhliso, 316440020
Kerapuhan struktur keluarga di tengah arus perubahan sosial global menjadi tantangan serius bagi ketahanan institusi keluarga. Dalam konteks ini, Al-Qur'an sebagai sumber ajaran utama Islam menyimpan narasi-narasi keluarga Nabi yang sarat makna dan nilai yang relevan untuk ditelaah secara akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketahanan keluarga dalam Al-Qur'an melalui analisis tematik terhadap kisah-kisah keluarga Nabi dengan menggunakan pendekatan sosiologi profetik.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan tafsir mauḍū’i terhadap ayat-ayat kisah keluarga Nabi dalam Al-Qur'an dengan teori-teori sosiologi keluarga. Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur'an beserta kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti TafsirAţ-Ţabarī, al- Mīzan, al-Tahrir wa al-Tanwir, dan al-Munīr. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur sosiologi keluarga dan teori sosiologi profetik yang dikembangkan Kuntowijoyo. Analisis dilakukan melalui metode sintetik-analitik untuk menemukan konstruksi teori ketahanan keluarga yang holistik integratif.&#13;
Penelitian ini mengukuhkan relevansi teori sosiologi profetik Kuntowijoyo (2004)sebagai kerangka konseptual yang mampu membaca ulang nilai-nilai Al-Qur'an secara kontekstual dalam menghadapi tantangan sosial kontemporer. Dengan menelaah kisah-kisah keluarga para nabi  jika dibaca melalui pendekatan tafsir maudhu’i dan didekati dengan paradigma sosiologi profetik, berfungsi sebagai data wahyu yang sahih dan otoritatif dalam membentuk konsep sosial, termasuk konsep ketahanan keluarga, ditemukan bahwa nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi bukan hanya terartikulasikan secara naratif, tetapi juga membentuk struktur ketahanan keluarga yang integral. Penelitian ini juga secara tidak langsung menguatkan metodologi tafsir maqāshidi dalam menemukan aspek tujuan  Al-Qur'an baik aspek maqāshid syariah ataupun aspek maqāshid Al-Qur'an.   &#13;
Penelitian ini menawarkan konstruksi konsep  baru tentang  “Ketahanan Holistik Keluarga Profetik”, yakni model teoritis yang menempatkan keluarga sebagai subjek aktif perubahan sosial berbasis spiritualitas transendental dan nilai-nilai profetik. Konsep  ini bukan hanya hasil analisa studi ayat kisah dengan pendekatan sosiologi profetik yang dikembangkan Kuntowijoyo, tetapi juga memperluasnya dengan menegaskan pentingnya narasi Qur’ani sebagai basis epistemologis dalam membangun konsepsi sosiologis yang berbasis wahyu. darinya dapat ditarik prinsip-prinsip sosial yang dapat diformulasikan ke dalam bangunan teori, bukan sekadar normatif-teologis, tetapi juga ilmiah-sosiologis. Oleh karena itu, konsep “Ketahanan Holistik  Keluarga Profetik” yang ditawarkan dalam disertasi ini berpijak pada Qur’an tidak hanya sebagai teks suci, tetapi sebagai sumber ilmu sosial yang transendental dan kontekstual.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Implementasi Fatwa MUI Nomor 15 Tahun 2011 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dalam Pendistribusian Zakat oleh Baznas (Studi Kasus di Baznas Tangerang Selatan dan Baznas Bazis DKI Jakarta Kota Administrasi Jakarta Selatan)</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4819" rel="alternate"/>
<author>
<name>Putri Nurhayati, 219420370</name>
</author>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4819</id>
<updated>2026-06-03T07:57:19Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Implementasi Fatwa MUI Nomor 15 Tahun 2011 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dalam Pendistribusian Zakat oleh Baznas (Studi Kasus di Baznas Tangerang Selatan dan Baznas Bazis DKI Jakarta Kota Administrasi Jakarta Selatan)
Putri Nurhayati, 219420370
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Keteladanan Orang Tua dan Guru dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di SDN Bintara III Bekasi</title>
<link href="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4818" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nur Miswondrima, 224430430</name>
</author>
<id>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4818</id>
<updated>2026-06-03T07:47:55Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Keteladanan Orang Tua dan Guru dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di SDN Bintara III Bekasi
Nur Miswondrima, 224430430
Penelitian ini bertujuan menganalisis keteladanan orang tua dan guru dalam membentuk karakter religius pada peserta didik dan menganalisis gambaran karakter religius peserta didik di SDN Bintara III Bekasi. &#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Sumber data primer melalui observasi, wawancara dengan orang tua murid, guru dan peserta didik SDN Bintara III Bekasi dan dengan dokumntasi. Sumber data sekunder berasal dari literatur seperti buku, jurnal, tesis, dan artikel-artikel lain yang relevan. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Bentuk keteladanan orang tua dan guru dalam membentuk karakter religius peserta didik melalui tiga bentuk yaitu keteladanan dalam bentuk perkataan, keteladanan dalam bentuk perbuatan dan keteladanan dalam bentuk pembiasaan. 2). Karakter religius peserta didik di SDN Bintara III Bekasi terdiri dari lima aspek, Religious belief (aspek keyakinan), Religious practice (aspek peribadatan), Religious feeling (aspek penghayatan), Religious knowledge (aspek pengetahuan) dan Religious effect (Aspek Pengamalan)
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
