<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/108">
<title>Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/108</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4811"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4704"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4703"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4702"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-15T15:42:56Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4811">
<title>Tradisi Rebo Wekasan (Kajian Living Quran di Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4811</link>
<description>Tradisi Rebo Wekasan (Kajian Living Quran di Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu)
Naeli Rohmah, 21211720
Penelitian ini mengkaji tradisi Rebo Wekasan yang berkembang di&#13;
Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, dengan menggunakan&#13;
pendekatan Living Qur’an. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal utama,&#13;
yaitu genealogi atau asal-usul tradisi Rebo Wekasan, pelaksanaan ritual yang&#13;
menyertainya, serta resepsi fungsional masyarakat terhadap tradisi tersebut.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan&#13;
pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan,&#13;
wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih&#13;
secara purposif, meliputi tokoh agama, sesepuh desa, serta masyarakat pelaku&#13;
tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rebo Wekasan berakar&#13;
dari keyakinan masyarakat Muslim Jawa yang dipengaruhi oleh warisan&#13;
pemahaman tentang bulan Shafar sejak masa pra-Islam, kemudian diadaptasi&#13;
dan diberi makna baru dalam bingkai ajaran Islam. Dalam pelaksanaannya,&#13;
masyarakat Desa Sukagumiwang menjalankan berbagai ritual seperti shalat&#13;
lidaf‘il bala, doa bersama, mider putih, dan penggunaan air rajahan, yang&#13;
dimaknai sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan dari bencana. Adapun&#13;
resepsi fungsional masyarakat terhadap tradisi ini tampak pada keyakinan&#13;
mereka bahwa Al-Qur’an menjadi sumber keberkahan, perlindungan, dan&#13;
penguatan sosial melalui tradisi Rebo Wekasan.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4704">
<title>Keluarga Komunikatif Dalam Al-Quran (Studi Tematik-Komparatif Terhadap Tafsir Al-Quran Al-Azim dan Tafsir Al-Misbah)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4704</link>
<description>Keluarga Komunikatif Dalam Al-Quran (Studi Tematik-Komparatif Terhadap Tafsir Al-Quran Al-Azim dan Tafsir Al-Misbah)
Raihan Raudhatul Jannah, 21211765
Komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga keharmonisan&#13;
keluarga. Namun, fakta menunjukkan masih banyak keluarga yang mengalami&#13;
miskomunikasi, bahkan berujung pada konflik serius seperti perceraian hingga&#13;
tindak kekerasan. Padahal, Al-Qur’an telah menyajikan banyak teladan komunikasi keluarga, salah satunya dalam kisah Nabi Yusuf. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk menganalisis penafsiran Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Aẓīm&#13;
dan M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Miṣbāḥ terhadap ayat-ayat komunikasi&#13;
keluarga dalam kisah Nabi Yusuf, serta mengkaji relevansinya sebagai model&#13;
komunikasi keluarga harmonis di era modern. Permasalahan utama dalam&#13;
penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya&#13;
komunikasi dalam keluarga. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan&#13;
penelitian sebelumnya dari segi tema, tetapi berbeda dalam pendekatan dan&#13;
fokus sumber, khususnya pada komunikasi Nabi Yusuf dengan saudarasaudaranya yang masih jarang dibahas secara mendalam.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan&#13;
kepustakaan (library research). Sumber primer terdiri atas Tafsir Al-Qur’an&#13;
Al-‘Aẓīm dan Tafsir Al-Miṣbāḥ, sementara sumber sekunder mencakup&#13;
Qasasul Anbiya’, buku-buku pendukung, artikel ilmiah, dan literatur terkait.&#13;
Data diperoleh melalui dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-analitiskomparatif menggunakan pendekatan tematik (Abdul Hayy Al-Farmawi), pendekatan komparatif, serta teori Family Communication Patterns (Koerner &amp;&#13;
Fitzpatrick, 2006).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir cenderung menekankan&#13;
aspek historis dan riwayat, sedangkan Quraish Shihab lebih menyoroti dimensi&#13;
psikologis, linguistik, dan sosial. Komunikasi antara Nabi Yusuf dan Nabi&#13;
Ya’qub (QS Yusuf: 4-5) mencerminkan pola komunikasi keluarga tipe konsensual, sedangkan interaksi Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya (QS Yusuf:&#13;
59-61) menunjukkan pola komunikasi tipe protektif.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4703">
<title>Memahami Ayat Al-Quran Melalui Ilmu Alat (Analisis Korelatif Metode Amsilati dan Kitab Irab Al-Quran)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4703</link>
<description>Memahami Ayat Al-Quran Melalui Ilmu Alat (Analisis Korelatif Metode Amsilati dan Kitab Irab Al-Quran)
Aghitsni Afwa Nur Maqbula, 21211606
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi dan sinkronisasi antara&#13;
metode Amṡilati dan kitab I‘rāb al-Qur’ān dalam menjelaskan i‘rāb ayat-ayat&#13;
Al-Qur’an. Metode Amṡilati dikenal sebagai metode visual dan aplikatif dalam&#13;
pembelajaran nahwu, sedangkan kitab I‘rāb al-Qur’ān merupakan rujukan&#13;
klasik yang menyajikan analisis gramatikal secara mendalam terhadap lafadzlafadz Al-Qur’an.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan&#13;
teknik dokumentasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang dianalisis melalui&#13;
kedua pendekatan tersebut. Adapun sumber data yang digunakan antara lain&#13;
metode Amṡilati sebagai metode modern visual, serta kitab-kitab i‘rāb seperti&#13;
karya Muḥyiddīn al-Darwīsh dan ulama lainnya sebagai rujukan utama dalam&#13;
analisis klasik.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara&#13;
metode Amṡilati dan kitab I‘rāb al-Qur’ān. Keduanya memiliki kesamaan&#13;
dalam penggunaan objek ayat Al-Qur’an, namun berbeda dalam metode&#13;
penyampaian dan tingkat kedalaman analisis. Amṡilati berfungsi sebagai&#13;
pondasi awal untuk mengenalkan struktur kalimat Arab secara praktis,&#13;
sedangkan kitab I‘rāb al-Qur’ān memperkuat pemahaman dengan pendekatan&#13;
analitis dan argumentatif.&#13;
Penelitian ini merekomendasikan integrasi kedua pendekatan tersebut&#13;
dalam pembelajaran nahwu agar tercipta proses belajar yang holistik, dari&#13;
praktis ke teoretis, serta dari simbol ke pemahaman mendalam terhadap&#13;
bahasa Al-Qur’an.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4702">
<title>Karakteristik Dabt Mushaf Kuno Nusantara (Studi Komparasi Mushaf Kuno NB 246 dan Mushaf Kuno NB 752 Koleksi PNRI)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4702</link>
<description>Karakteristik Dabt Mushaf Kuno Nusantara (Studi Komparasi Mushaf Kuno NB 246 dan Mushaf Kuno NB 752 Koleksi PNRI)
Nurus Saadah, 21211753
Kajian terhadap mushaf kuno hingga kini masih tergolong terbatas di&#13;
kalangan akademisi. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seluruh&#13;
mushaf Al-Qur‟an memiliki kesamaan dalam teks dan bentuk penulisannya.&#13;
Padahal, sepanjang sejarah, aspek ḍabṭ Al-Qur‟an mengalami perkembangan&#13;
dan perubahan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap khazanah&#13;
sekaligus menelusuri keautentikan mushaf kuno yang tersimpan dalam&#13;
koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, khususnya melalui telaah&#13;
konsep ilmu ḍabṭ serta perbandingan penerapannya pada Mushaf Kuno NB&#13;
246 dan NB 752.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi&#13;
kepustakaan dan penelusuran digital. Analisis data dilakukan dengan metode&#13;
deskriptif-analitis dan komparatif, menggunakan sumber primer berupa&#13;
Mushaf Kuno NB 246 dan NB 752, serta sumber sekunder berupa literatur&#13;
berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan filologi dan ilmu&#13;
ḍabṭ.&#13;
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua mushaf kuno pada&#13;
umumnya mengikuti kaidah ilmu ḍabṭ sebagaimana dijelaskan dalam Irsyād&#13;
aṭ-Ṭālibīn ilā Ḍabṭ al-Kitāb al-Mubīn karya Muḥammad Sālim al-Muḥaisin&#13;
(1929–2001 M), dengan kecenderungan pada tradisi mazhab masyāriqah.&#13;
Persamaan penerapan ḍabṭ pada kedua mushaf digital meliputi bentuk tanda&#13;
baca untuk harakat, tanwin, tasydid, mad, hamzah qaṭ„, alif waṣl, serta huruf&#13;
ziyādah. Adapun perbedaannya tampak pada penggunaan tanda sukun, mad&#13;
wajib, mad badal, serta huruf tertentu yang dihilangkan dalam rasm.&#13;
Kesamaan tersebut dipengaruhi oleh keseragaman riwayat rasm dan mazhab&#13;
ḍabṭ yang dianut, sedangkan perbedaan lebih disebabkan oleh variasi qirā‟ah&#13;
dan ijtihad penyalin mushaf.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
