<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/6">
<title>1. S-3 Ilmu Al Quran dan Tafsir</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/6</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4821"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4820"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4807"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4614"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-05T00:53:50Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4821">
<title>Deradikalisasi Penafsiran Ayat-Ayat Jihad Ibnu Taimiyah (Studi Kritis Kitab Majmu’ah al-Fatawa dan at-Tafsir al-Kabir Karya Ibnu Taimiyah (w. 728 H))</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4821</link>
<description>Deradikalisasi Penafsiran Ayat-Ayat Jihad Ibnu Taimiyah (Studi Kritis Kitab Majmu’ah al-Fatawa dan at-Tafsir al-Kabir Karya Ibnu Taimiyah (w. 728 H))
Cecep Rahmat, 321440079
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana penafsiran Ibnu Taimiyah mengenai nash-nash yang berkaitan dengan jihad maupun qitâl yang sering digunakan dan dijadikan dalil untuk tindakan radikal dengan membawa term perang untuk melegalkannya. Juga dalam rangka mengetahui metodologi Ibnu Taimiyah ketika menjelaskan ayat-ayat terkait jihad dan qital dan menganalisis relevansi penafsiran Ibnu Taimiyah tersebut dengan gerakan terorisme di Indonesia serta memahami kontekstualisasi penafsiran Ibnu Taimiyah terhadap ayat-ayat jihad dan qitâl dengan paradigma deradikalisasi.&#13;
Penelitian ini sependapat dengan Nasaruddin Umar (2014), Jamhari (2004), Yahya Michot (2011), Jon Hoover (2012), terkait dengan Ibn Taimiyah dianggap sebagai inspirasi dan penggunaan serampangan atas penafsiran Ibn Taimiyah oleh para kelompok jihadis. Sebaliknya penelitian ini tidak sependapat dengan Natalie Goldstein (2010) dan Kholilulrahman (2018), pada persoalan Ibn Taimiyah sangat radikal dan memecah belah kaum Muslimin.&#13;
Kajian ini memakai metode kualitatif berdasarkan library research (kepustakaan), disebabkan banyak sumber referensi referensi yang akan dikaji dan yang akan dipakai dari sumber-sumber literalis, maupun yang berkaitan langsung dengan judul yang akan dibahas maupun yang tidak langsung. &#13;
Penelitian ini menegaskan bahwa pembacaan komprehensif terhadap Ibn Taimiyah justru membuka ruang besar bagi deradikalisasi. Ia dapat dijadikan rujukan normatif untuk melawan narasi radikal yang berkembang di kalangan kelompok ekstrem modern. Dalam konteks negara-bangsa kontemporer, pemikirannya relevan untuk mendukung tatanan sosial-politik yang stabil, dengan penekanan pada keadilan dan perlindungan terhadap masyarakat dari kekerasan non-legitim.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4820">
<title>Konsep Ketahanan Keluarga dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ayat Kisah Keluarga Nabi Perspektif Sosiologi Profetik)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4820</link>
<description>Konsep Ketahanan Keluarga dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ayat Kisah Keluarga Nabi Perspektif Sosiologi Profetik)
Siti Mukhliso, 316440020
Kerapuhan struktur keluarga di tengah arus perubahan sosial global menjadi tantangan serius bagi ketahanan institusi keluarga. Dalam konteks ini, Al-Qur'an sebagai sumber ajaran utama Islam menyimpan narasi-narasi keluarga Nabi yang sarat makna dan nilai yang relevan untuk ditelaah secara akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketahanan keluarga dalam Al-Qur'an melalui analisis tematik terhadap kisah-kisah keluarga Nabi dengan menggunakan pendekatan sosiologi profetik.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan tafsir mauḍū’i terhadap ayat-ayat kisah keluarga Nabi dalam Al-Qur'an dengan teori-teori sosiologi keluarga. Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur'an beserta kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti TafsirAţ-Ţabarī, al- Mīzan, al-Tahrir wa al-Tanwir, dan al-Munīr. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur sosiologi keluarga dan teori sosiologi profetik yang dikembangkan Kuntowijoyo. Analisis dilakukan melalui metode sintetik-analitik untuk menemukan konstruksi teori ketahanan keluarga yang holistik integratif.&#13;
Penelitian ini mengukuhkan relevansi teori sosiologi profetik Kuntowijoyo (2004)sebagai kerangka konseptual yang mampu membaca ulang nilai-nilai Al-Qur'an secara kontekstual dalam menghadapi tantangan sosial kontemporer. Dengan menelaah kisah-kisah keluarga para nabi  jika dibaca melalui pendekatan tafsir maudhu’i dan didekati dengan paradigma sosiologi profetik, berfungsi sebagai data wahyu yang sahih dan otoritatif dalam membentuk konsep sosial, termasuk konsep ketahanan keluarga, ditemukan bahwa nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi bukan hanya terartikulasikan secara naratif, tetapi juga membentuk struktur ketahanan keluarga yang integral. Penelitian ini juga secara tidak langsung menguatkan metodologi tafsir maqāshidi dalam menemukan aspek tujuan  Al-Qur'an baik aspek maqāshid syariah ataupun aspek maqāshid Al-Qur'an.   &#13;
Penelitian ini menawarkan konstruksi konsep  baru tentang  “Ketahanan Holistik Keluarga Profetik”, yakni model teoritis yang menempatkan keluarga sebagai subjek aktif perubahan sosial berbasis spiritualitas transendental dan nilai-nilai profetik. Konsep  ini bukan hanya hasil analisa studi ayat kisah dengan pendekatan sosiologi profetik yang dikembangkan Kuntowijoyo, tetapi juga memperluasnya dengan menegaskan pentingnya narasi Qur’ani sebagai basis epistemologis dalam membangun konsepsi sosiologis yang berbasis wahyu. darinya dapat ditarik prinsip-prinsip sosial yang dapat diformulasikan ke dalam bangunan teori, bukan sekadar normatif-teologis, tetapi juga ilmiah-sosiologis. Oleh karena itu, konsep “Ketahanan Holistik  Keluarga Profetik” yang ditawarkan dalam disertasi ini berpijak pada Qur’an tidak hanya sebagai teks suci, tetapi sebagai sumber ilmu sosial yang transendental dan kontekstual.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4807">
<title>Antisemitisme dalam Tafsir Haraki (Studi Kritik-Komparatif Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an dan Min Wahyi Al-Qur’an)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4807</link>
<description>Antisemitisme dalam Tafsir Haraki (Studi Kritik-Komparatif Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an dan Min Wahyi Al-Qur’an)
Mohamad Mualim, 321440080
Penelitian ini tentang penafsiran bernuansa antisemitisme dalam tafsir ḥaraki, dan pengaruhnya terhadap terhadap kelompok pergerakan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam kaitan politik maupun non politik. Riset ini penting dilakukan untuk memberikan wawasan lebih luas dalam memahami tafsir agar sesuai dengan panduan Al-Qur’an.&#13;
Disertasi ini sejalan dengan karya Muhammad Asgar Muzakki (2025) dalam disertasinya tentang “Hadis-hadis bercorak antisemitisme: tinjauan hermeneutika fazlur rahman atas hadis konflik dan prediktif.” pada sisi kajian Antisemitiseme dalam terkait konflik dan prediksi. Berbeda dengan karya Abdullah Al-Thail, dalam bukunya “Yahudi Sang Penghancur Dunia” pada cara mendudukkan Semit atau Yahudi, terlebih di era konflik dan peperangan seperti yang terjadi pada kelompok pejuang Gaza-Palestina, Hizbullah, Houthi, Iran Melawan Israel ataupun kelompok pejuang yang lain dan tentu hal itu penting karena menjadi acuan dalam memupuk berbagai hal dalam situasi yang terjadi.&#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif library riset, dengan pendekatan historiografi dengan teknik analisis Kritik-Komparatif. Adapun sumber penelitian menggunakan sumber primer berupa kitab tafsir Fī Ẓilᾱl Al-Qur’an karya Sayyid Qutb dan Min Wahil Qur’an karya Sayyid Husayn Fadlallah. Serta data sekunder dari berbagai jurnal, artikel dan karya lainnya yang relevan. Data-data tersebut akan dianalisis secara kritis-komparatif menggunakan pendekatan historis.&#13;
Disertasi ini membuktikan bahwa: Pertama, tafsir yang ditulis oleh tokoh bermadzhab Sunni, Sayyid Qutb (w.1966) cukup tajam dalam mengkritik hal-hal terkait semitisme. Konsep yang digunakan tidak eksplisit namun lebih pada penggunaan bahasa yang implisit terkait Bani Israil dan Yahudi, menggunakan bahasa yang sangat kritikal, ideologis, dan konfrontatif terhadap mereka, dengan menekankan watak permusuhan, pengkhianatan, dan penyimpangan historis kaum Yahudi terhadap risalah Ilahi. Kedua, tafsir yang ditulis oleh tokoh bermadzhab syiah imamiyyah, Husayn Fadlallah (w. 2010) cenderung lebih moderat dalam menjelaskan terkait semitisme dalam Al-Qur’an. Ia menghindari pendekatan yang generalis atau emosional terhadap kaum Yahudi. Ia lebih analitis, kontekstual, dan kritis secara sosial-politik, serta tetap menjaga etika keilmuan dan objektivitas historis dalam membaca ayat-ayat tentang Bani Israil atau Yahudi. Ketiga, pengaruh tafsir Sayyiq Qutb lebih kuat dalam pergerakan yang bergembang dalam kelompok Ikhwanul Muslimin, dibanding pengaruh tafsir Min Wahyi Al-Qur’an terhadap kelompok gerakan Hezbullah di Lebanon.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4614">
<title>Taujih Al-Qira’at dalam Tafsir Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al Bantani (1230 H/ 1813 M – 1314 H/1897 M</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4614</link>
<description>Taujih Al-Qira’at dalam Tafsir Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al Bantani (1230 H/ 1813 M – 1314 H/1897 M
Istiqomah, 319440062
Tafsir Marah Labid karya Syekh Nawawi al-Bantani memiliki posisi yang sangat penting di kalangan masyarakat Muslim di Indonesia, baik sebagai bahan kajian Islam tradisional maupun kajian virtual, serta menjadi objek penelitian bagi para akademisi Islam. Meskipun qira'at sebagai salah satu referensi dalam tafsir ini telah menjadi perhatian beberapa peneliti, kajian-kajiannya belum mencapai pembahasan mendalam terkait kerangka konseptual dan metodologis yang mendasarinya.&#13;
Disertasi ini mendukung pendapat Sukhairu (2013), Natasya (2017), Winardi (2020), dan Ikmal Zaidi tentang eksistensi qira’at mutawatirah dan qira’at syazzah dalam tafsir Marah Labid, tetapi menolak asumsi bahwa qira’at mutawatirah di dalamnya terdiri atas qira’at sab‘ah dan qira’at ‘asyrah saja. Karena, selain keduanya, juga terdapat qira’at samaniyah. Demikian juga dari segi objek kajiannya, Syekh Nawawi tidak hanya fokus pada farsy al-huruf, melainkan juga menyinggung sembilan qa‘idah usuliyah. &#13;
Penelitian ini mengembangkan konsep taujih al-qira’at at-Tayyar (1413 H/1993 M), yaitu memperluas ruang lingkupnya dari tiga aspek (linguistik, interpretasi, dan performansi), menjadi lima aspek dengan menambahkan aspek ortografi dan historis. &#13;
Untuk memperoleh gambaran utuh tentang konsep taujih al-qira’at Syekh Nawawi, data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dari sumber primer berupa tafsir Marah Labid karya Syekh Nawawi al-Bantani. Pembacaan data dilakukan dengan metode analisis wacana pendekatan sejarah yang diadaptasi dari Ruth Wodak, dengan pendekatan ilmu qira’at, linguistik dan ilmu-ilmu Al-Qur’an.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan taujih al-qira’at dalam tafsir Marah Labid menghidupkan kajian qira’at samaniyah yang digagas Tahir ibn Galbun (w. 399 H/1008 M). Kajian qira’at mutawatirah-nya juga terkonfirmasi dalam qira’at as-Sab‘ah versi Ibn Mujahid (w. 324 H/935 M), ad-Dani (w. 444 H/1052 M), dan asy-Syatibi (w. 590 H/1194 M), serta qira’at ‘asyrah versi Ibn al-Jazari (w. 833 H/1429 M). Taujih al-qira’at-nya disajikan dengan metode deskriptif-argumentatif (wasfi-ta‘lili) dalam bentuk taujih nahwi, sarfi, balagi, lahji, rasmi, tafsiri, fiqhi, isnadi, nuzuli, tarikhi, dan waqfi.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
