<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Skripsi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/112</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2026 22:08:45 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-11-07T22:08:45Z</dc:date>
<item>
<title>Komonikasi Pesan Kemanusiaan dalam Buku  Toleransi: Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keberagamaan Karya M.  Quraish Shihab (Analisis Wacana Kritis Terhadap Perspektif Teun A. Van  Dijk)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4874</link>
<description>Komonikasi Pesan Kemanusiaan dalam Buku  Toleransi: Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keberagamaan Karya M.  Quraish Shihab (Analisis Wacana Kritis Terhadap Perspektif Teun A. Van  Dijk)
Ayu Safitri, 19220118
Penelitian ini membahas pesan-pesan kemanusiaan dalam buku &#13;
Toleransi: Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keberagamaan karya M. Quraish &#13;
Shihab. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena maraknya kasus &#13;
intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia yang &#13;
menunjukkan belum optimalnya penerapan nilai kemanusiaan dalam &#13;
kehidupan beragama. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian terhadap &#13;
pemikiran tokoh keagamaan yang menekankan aspek kemanusiaan sebagai &#13;
landasan keberagamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teks &#13;
kemanusiaan yang terkandung dalam buku tersebut, memahami konteks sosial &#13;
yang melatarbelakangi lahirnya gagasan Quraish Shihab, serta menganalisis &#13;
relevansinya dengan dinamika konflik sosial di masyarakat.&#13;
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan &#13;
analisis wacana model Teun A. Van Dijk yang meliputi tiga dimensi: struktur &#13;
teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data primer penelitian ini adalah buku &#13;
karya M. Quraish Shihab, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur &#13;
yang relevan seperti jurnal, skripsi, dan artikel akademis.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan kemanusiaan yang &#13;
terkandung dalam buku ini meliputi nilai keadilan, kasih sayang, empati, &#13;
toleransi, keterbukaan, serta penghormatan terhadap kebebasan beragama. &#13;
Quraish Shihab menegaskan bahwa keberagamaan tidak hanya diukur dari &#13;
hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap adil, &#13;
peduli, dan menghormati sesama manusia. Pemikiran ini sangat relevan &#13;
dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk, sehingga dapat menjadi &#13;
kontribusi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan &#13;
damai.&#13;
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan dalam &#13;
bidang kajian keislaman, khususnya terkait toleransi dan kemanusiaan, &#13;
sekaligus menjadi rujukan praktis bagi tokoh agama, pendidik, dan masyarakat &#13;
luas dalam mengelola keragaman serta mencegah konflik sosial berbasis &#13;
agama.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4874</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Komunikasi Simbolik Pasca kematian Dalam Film The Life List (Studi Analisis George Herbert Mead Dan Semiotika Roland Barthes)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4494</link>
<description>Komunikasi Simbolik Pasca kematian Dalam Film The Life List (Studi Analisis George Herbert Mead Dan Semiotika Roland Barthes)
Maryam Mahfudhoh, 21220233
Fenomena ikatan emosional dengan orang yang telah meninggal sering&#13;
kali dimediasi melalui simbol-simbol bermakna, seperti benda kenangan,&#13;
pesan tertulis, mimpi, atau imajinasi, yang mencerminkan bentuk&#13;
komunikasi simbolik dalam konteks pasca kematian. Dalam hal ini, film&#13;
menjadi medium reflektif yang tidak hanya merepresentasikan dinamika&#13;
emosional tersebut, tetapi juga menyediakan ruang visual bagi pemirsa untuk&#13;
memahami proses kehilangan, harapan, dan pemaknaan yang terus&#13;
berlangsung. Hal ini tergambarkan dalam film The Life List melalui pesan&#13;
harapan dan proses rekonsiliasi dari ibu kepada anak yang membentuk inti&#13;
emosional dari perjalanan naratif tokohnya.&#13;
Berdasarkan latar belakang di atas, dirumuskan dalam pertanyaan mayor&#13;
dan minor. Pertanyaan ini dimulai dengan pertanyaan mayor yaitu&#13;
“Bagaimana representasi komunikasi simbolik pasca kematian dalam film&#13;
The List Life?”. Pertanyaan tersebut akan ditelusuri lebih lanjut dengan&#13;
pertanyaan minor, yaitu “Seperti apa komunikasi simbolik pasca kematian&#13;
dalam konsep mind, self, dan society pada film The Life List?” Untuk&#13;
menjawab permasalahan di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), di mana film The&#13;
Life List dianalisis sebagai sumber primer, dan berbagai literatur akademik&#13;
menjadi sumber sekunder untuk mendukung pemahaman teoretis. Melalui&#13;
metode ini, peneliti mengkaji narasi, dialog, dan simbol-simbol visual yang&#13;
muncul dalam film untuk mengungkap representasi makna mendalam yang&#13;
terkait dengan komunikasi antar tokoh. penelitian ini menggunakan dua&#13;
pendekatan teoritis, yaitu teori interaksionisme simbolik dari George Herbert&#13;
Mead yang menekankan pembentukan makna melalui interaksi sosial, serta&#13;
teori semiotika Roland Barthes untuk menelaah proses representasi dan&#13;
pemaknaan simbol dalam film secara denotative dan konotatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi komunikasi simbolik&#13;
pasca kematian dalam film ini terwujud melalui berbagai simbol bermakna&#13;
yang memediasi relasi emosional antara tokoh yang telah meninggal (ibu)&#13;
dan yang ditinggalkan (anak). Simbol-simbol seperti daftar kehidupan (life&#13;
list), video pesan terakhir, serta tindakan-tindakan simbolik yang dilakukan&#13;
tokoh utama, Alex, menunjukkan bahwa makna dibentuk dan dimaknai&#13;
melalui interaksi sosial yang tetap hidup meskipun secara fisik hubungan&#13;
tersebut telah terputus oleh kematian.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4494</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Genre Dakwah Toleransi Ustadz Syafiq Riza Basalamah Melalui Kanal Youtube (Analisis Syafiq Riza Basalamah Official)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4493</link>
<description>Genre Dakwah Toleransi Ustadz Syafiq Riza Basalamah Melalui Kanal Youtube (Analisis Syafiq Riza Basalamah Official)
Yulia, 19220160
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konten dakwah di&#13;
media sosial yang sering kali bersifat provokatif dan intoleran, sehingga&#13;
menyebabkan polarisasi di kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini&#13;
adalah untuk menganalisis genre dakwah toleransi yang disampaikan oleh&#13;
Syafiq Riza Basalamah melalui saluran YouTube resminya. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk memahami pendekatan dan metode dakwah yang diterapkan&#13;
serta relevansinya dengan konteks masyarakat yang multikultural.&#13;
Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana Syafiq Riza&#13;
Basalamah menyampaikan pesan toleransi dalam konten dakwah digitalnya.&#13;
Penelitian ini memiliki kesamaan dengan studi sebelumnya dalam hal fokus&#13;
pada dakwah toleransi di media sosial, namun berbeda dalam objek&#13;
penelitian dan pendekatan analisis yang digunakan. Penelitian ini secara&#13;
khusus mengkaji video-video Syafiq Riza Basalamah, dengan menggunakan&#13;
teori toleransi Islam menurut Wahbah Az-Zuhaili.&#13;
Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan&#13;
pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi&#13;
terhadap empat video dakwah Syafiq Riza Basalamah, yaitu: Merry&#13;
Christmas and Happy New Year, Ketika Adzan Dipermasalahkan, Islam Itu&#13;
Cinta Perdamaian, dan Apakah Gereja Boleh Dibom. data dianalisis dengan&#13;
menggunakan teori lima prinsip toleransi Wahbah Az-Zuhaili.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syafiq Riza Basalamah bahwa&#13;
dalam beberapa video, seperti Merry Christmas and Happy New Year,&#13;
pendekatannya cenderung eksklusif, sedangkan di video ketika adzan&#13;
dipermasalahkan beliau lebih bersikap fleksibel dan inklusif. Adapun di Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konten dakwah di&#13;
media sosial yang sering kali bersifat provokatif dan intoleran, sehingga&#13;
menyebabkan polarisasi di kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini&#13;
adalah untuk menganalisis genre dakwah toleransi yang disampaikan oleh&#13;
Syafiq Riza Basalamah melalui saluran YouTube resminya. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk memahami pendekatan dan metode dakwah yang diterapkan&#13;
serta relevansinya dengan konteks masyarakat yang multikultural.&#13;
Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana Syafiq Riza&#13;
Basalamah menyampaikan pesan toleransi dalam konten dakwah digitalnya.&#13;
Penelitian ini memiliki kesamaan dengan studi sebelumnya dalam hal fokus&#13;
pada dakwah toleransi di media sosial, namun berbeda dalam objek&#13;
penelitian dan pendekatan analisis yang digunakan. Penelitian ini secara&#13;
khusus mengkaji video-video Syafiq Riza Basalamah, dengan menggunakan&#13;
teori toleransi Islam menurut Wahbah Az-Zuhaili.&#13;
Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan&#13;
pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi&#13;
terhadap empat video dakwah Syafiq Riza Basalamah, yaitu: Merry&#13;
Christmas and Happy New Year, Ketika Adzan Dipermasalahkan, Islam Itu&#13;
Cinta Perdamaian, dan Apakah Gereja Boleh Dibom. data dianalisis dengan&#13;
menggunakan teori lima prinsip toleransi Wahbah Az-Zuhaili.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syafiq Riza Basalamah bahwa&#13;
dalam beberapa video, seperti Merry Christmas and Happy New Year,&#13;
pendekatannya cenderung eksklusif, sedangkan di video ketika adzan&#13;
dipermasalahkan beliau lebih bersikap fleksibel dan inklusif. Adapun di
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4493</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Produksi Program Dakwah Kajian Bioskop di Muslim Tv Mnc Channels</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4492</link>
<description>Analisis Produksi Program Dakwah Kajian Bioskop di Muslim Tv Mnc Channels
Gina Fatiyah, 21220227
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menjadikan&#13;
media sebagai sarana dakwah yang efektif dan menjangkau luas, salah&#13;
satunya melalui televisi. Muslim TV, sebagai saluran televisi berlangganan&#13;
di bawah naungan MNC Channels, menyajikan program dakwah “Kajian&#13;
Bioskop” yang memadukan dakwah dengan budaya populer berupa film.&#13;
Program ini berupaya menyampaikan pesan-pesan keislaman dan nilai&#13;
moral secara menarik dan kontekstual, terutama bagi generasi muda.&#13;
Dengan pendekatan visual, bahasa yang ringan, serta dukungan teknologi&#13;
seperti AI (Ciniti), program ini menjadi inovasi dalam penyampaian&#13;
dakwah masa kini.&#13;
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti melakukan analisis&#13;
terkait produksi program Kajian Bioskop dari tahap pra-produksi,&#13;
produksi, hingga pasca-produksi, serta tantangan dan kendala yang&#13;
dihadapi oleh tim produksi. Dengan rumusan pertanyaan Bagaimana&#13;
proses produksi program dakwah “Kajian Bioskop” mulai dari tahap pra&#13;
produksi, set up and rehearsal, tahap produksi, pasca produksi? Apa&#13;
tantangan dan kendala yang dihadapi dalam proses produksi program? dan&#13;
bagaimana solusinya?&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif&#13;
dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi&#13;
partisipan, wawancara langsung dengan produser dan production&#13;
assistant, serta dokumentasi. Teori produksi televisi Alan Wurtzel&#13;
dijadikan landasan analisis, yang mencakup empat tahap utama produksi:&#13;
pra produksi, set-up and rehearsal, produksi, dan pasca produksi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi program&#13;
Kajian Bioskop dilakukan melalui tahapan-tahapan utama dalam&#13;
memproduksi program televisi, yaitu mulai dari tahap pra produksi hingga&#13;
mencapai tahap pasca produksi. Semua itu disusun dengan perencanaan&#13;
yang matang dan senantiasa melakukan evaluasi untuk menjamin kualitas program. Tantangan dan kendala akan terjadi ketika proses produksi&#13;
program, baik secara teknis yang berkaitan dengan peralatan dan property,&#13;
maupun secara non teknis, meliputi pemilihan format film, keterbatasan&#13;
waktu, serta koordinasi tim yang kurang maksimal. Namun hal tersebut&#13;
dapat diatasi dengan terus meingkatkan intensitas briefing dan&#13;
pendampingan tim oleh produser untuk mengrangi segala bentuk kendala&#13;
dan miskomunikasi.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4492</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
