<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Tesis S2 Ilmu Al Quran dan Tafsir</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/16</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 09:10:49 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-06T09:10:49Z</dc:date>
<item>
<title>Konsep Islah Al-Afrad Perspektif Al-Qur’an (Studi Pemikiran Muhammad At-Tahir Ibnu ‘Asyur dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4708</link>
<description>Konsep Islah Al-Afrad Perspektif Al-Qur’an (Studi Pemikiran Muhammad At-Tahir Ibnu ‘Asyur dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial)
Thoyyibatus Sa’idah, 221411091
Tesis ini bertujuan untuk mengkaji upaya mewujudkan kesejahteraan sosial melalui konsep iṣlāḥ al-afrād yan digagas oleh Muhammad Aṭ-Ṭāhir Ibnu ‘Āsyūr (w. 1973 M). Al-Qur’an menuntun manusia untuk terus melakukan perbaikan dalam segala keadaan. Dalam konteks kesejahteraan, perbaikan individu harus menjadi langkah pertama dalam mengatasi kesenjangan sosial. Kajian ini menekankan bahwa memperbaiki individu adalah kunci awal menuju masyarakat yang sejahtera, karena perbaikan skala kecil akan mempermudah penerapan perbaikan pada skala yang lebih besar (tatanan kelompok masyarakat).&#13;
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang berbasisi studi pustaka (library research), dengan data primer kitab Uṣūl an-Niẓām al-Ijtimā’ī fi al-Islām, Tafsīr at-Taḥrīr wa at-Tanwīr, dan Maqāṣid asy-Syarī’ah al-Islāmiyyah li Syaikh al-Islām Muhammad Aṭ-Ṭāhir Ibnu ‘Āsyūr, semuanya merupakan karya Ibnu ‘Āsyūr. Penelitian ini mengaplikasikan teori tematik yang digagas oleh Al-Farmawi (w. 2017 M) dan teori kontekstual yang digagas oleh Abdullah Saeed, serta data sekunder yang relevan. Penulis menggunakan metode analisis-deskriptif dan teknik pengumpulan data dokumentasi.&#13;
hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep iṣlāḥ al-afrād selaras dengan sarana mewujudkan falah dalam kelompok ayat 1-11 QS. Al-Mu’minun. Konsep ini didasarkan pada empat ayat Al-Qur’an, yakni QS. Ar-Ra’d ayat 11, QS. Al-Hasyr ayat 18, QS. Al-‘Ankabut ayat 69, dan QS. Al-A’raf ayat 142. Konsep ini mempunyai memiliki tiga prinsip; iṣlāḥ al-i’tiqad (perbaikan keyakinan atau akidah), iṣlāḥ at-tafkir (perbaikan pola pikir), dan iṣlāḥ al-‘amal (berbuat baik dalam segala keadaan yang didasarkan pada keimanan, takwa, dan persetujuan naluriah hati). Tiga prinsip ini melahirkan individu yang berpredikat muslih. Dalam realitas sosial kontemporer, konsep ini dapat dijadikan panduan strategis dan filter yang dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan damai, serta melahirkan pribadi yang dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat global. Sementara internalisasi dan implementasi konsep iṣlāḥ al-afrād cenderung lebih efektif jika dilakukan melalui pendekatan yang penuh kemudahan dan kasih sayang, yakni bi at-taisir wa ar-rahmah.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4708</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Unifikasi Zakat dan Pajak di Indonesia: Studi Analisis Ayat Zakat dengan Metode Tafsir Maqasidi Wasfi ‘Asyur (1.1975 M)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4707</link>
<description>Unifikasi Zakat dan Pajak di Indonesia: Studi Analisis Ayat Zakat dengan Metode Tafsir Maqasidi Wasfi ‘Asyur (1.1975 M)
Agus Muslim, 222411096
Zakat dan pajak, meskipun merupakan dua hal yang jelas berbeda, namun mempunyai beberapa kesamaan dalam beberapa konteks seperti adanya kewajiban untuk menyerahkan sebagian harta, adanya aturan atau undang-undang yang mendasari kewajibannya, dan keduanya sama-sama dikembalikan kepada masyarakat. Beberapa persamaan tersebut, ditambah dengan beberapa isu lainnya seperti realisasi pemungutan zakat yang jauh dari potensinya, dan adanya beban ganda bagi wajib pajak yang juga merupakan wajib zakat menjadi beberapa hal yang menyebabkan munculnya wacana penyatuan pajak dan zakat. Selain pembahasan tentang hukum dan aspek-aspek lainnya, pemaknaan ayat-ayat zakat harus dilakukan dengan pembacaan secara teliti penafsiran-penafsiran para ulama terhadap ayat-ayat tersebut dan melihat kembali apa sebenarnya yang menjadi maqasid ayat-ayat zakat untuk menganalisis wacana unifikasi zakat dan pajak.&#13;
Penelitian ini menitikberatkan pembahasan pada bagaimana analisis ayat-ayat zakat dengan metode Tafsir Maqasidi Wasfi ‘Asyur dan bagaimana analisis unifikasi zakat dan pajak  dengan dengan maqasid ayat-ayat zakat. Masalah pertama dibahas dengan identifikasi ayat-ayat zakat dan meneliti penafsiran para mufasir terhadap ayat-ayat zakat dan merumuskan maqasid ayat-ayat zakat dengan metode Tafsir Maqasidi Wasfi ‘Asyur. Pembahasan masalah kedua dilakukan dengan menganaisis unifikasi zakat dan pajak dengan maqasid ayat-ayat zakat yang telah dianalisis pada oembahasan sebelumnya untuk melihat kesesuaian unifikasi zakat dan pajak dengan maqasid ayat-ayat zakat.&#13;
Tesis ini membuktikan bahwa zakat hadir dalam dimensi yang luas dalam berbagai ayat Al-Qur’an sebagai salah satu pokok kewajiban agama yang bertujuan untuk mencapai kemaslahatan umat. Berdasarkan penelitian ini, unifikasi zakat dan pajak dibutuhkan untuk mencapai maqasid yang terkandung dalam ayat-ayat zakat.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4707</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Formalisasi Syari’at Islam (Studi Analisis Pendekatan Tafsir Maqashidi pada Kitab At-Tahrir wa At-Tanwir Karya Thahir Ibn ‘Asyur)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4606</link>
<description>Formalisasi Syari’at Islam (Studi Analisis Pendekatan Tafsir Maqashidi pada Kitab At-Tahrir wa At-Tanwir Karya Thahir Ibn ‘Asyur)
Anjaludin, 219410939
Ayat-ayat Al-Qur’an yang dikesankan seolah-olah sebagai ayat-ayat perintah yang mengharuskan atau memformalisasikan syari’at islam secara total diruang-ruang publik oleh kelompok-kelompok yang mencita-citakan tegaknya syari’at islam yang sebenarnya, esensial ayat tersebut adalah tidak bermakna demikian.	&#13;
Berdasarkan hal tersebut dalam tesis ini penulis akan membahas bagaiamana Penafsiran ayat-ayat yang difahami sebagai formalisasi Syari’at Islam dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an dan Formalisasi Syari’at Islam Studi Analisis Tafsir Maqashidi Ibn Asyhur.&#13;
Hasil penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode library reseacrh dengan menggunakan rujukan iTafsir iAt-Tahrir iWa iAt-Tanwir ikarya iIbn i'Asyur.&#13;
Maqasid Al-Qur'an dalam ayat-ayat yang hampir formal dalam memformalisasikan Syari'at Islam adalah sebagai berikut: Al-Baqarah/2: 208 menegaskan pentingnya masuk dalam agama Islam dengan nilai-nilai universal yang berlaku bagi semua manusia. Al-Ma'idah/4:60 menjelaskan bahwa taghut adalah wujud selain Allah yang disembah, dan penting untuk patuh kepada pemimpin yang sah. Al-Ma'idah/5:44 memberikan definisi kafir sebagai ketidaktaatan pemeluk agama terhadap syariat agama samawi, sambil memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia. Al-Ma'idah/5:45 dan 47 menunjukkan bahwa zalim dan fasik adalah istilah bagi pemeluk agama apapun yang tidak mengikuti ketentuan hukum kitab sucinya dan tidak memberikan manfaat. An-Nisa/4:59 menjelaskan bahwa ulil amri adalah pemimpin yang adil, amanah, dan memberikan manfaat. Terakhir, An-Nisa/4:65 menyatakan bahwa syariat Muhammad Saw adalah syariat Islam yang adil dan hukum ijtihad yang berlandaskan keadilan. Kesemua ayat-ayat tersebut mewakili ideal moral dari Al-Qur'an, yang bertujuan untuk memenuhi kemaslahatan umat manusia dan menekankan bahwa Al-Qur'an merupakan wahyu yang relevan untuk setiap ruang dan waktu (salihs for all time and place).
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4606</guid>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Eksploitasi Perempuan pada Industri Media: Studi Analisis Kitab Tafsir Rawai’u Al-Bayan Tafsir Ayat Al-Ahkam min Al-qur'an Karya Imam Muhammad Ali Ash-Shabuni (W. 2021 M)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4604</link>
<description>Eksploitasi Perempuan pada Industri Media: Studi Analisis Kitab Tafsir Rawai’u Al-Bayan Tafsir Ayat Al-Ahkam min Al-qur'an Karya Imam Muhammad Ali Ash-Shabuni (W. 2021 M)
Sumayyah, 221411063
Tesis ini bertujuan untuk menganalisis tentang eksploitasi perempuan pada industri media pada kitab tafsir ahkam khususnya Tafsir Rawa 'i'u al-bayan tafsir ayat al-ahkam min al-qur'n karya Imam Muhammad Ali Ash-Shabuni dan Menganalisis relevansi penafsiran Imam Muhammad Ali Ash-Shabuni terkait eksploitasi perempuan pada industri media. Tesis ini menjelaskan bentuk-bentuk eksploitasi perempuan di industri media, seperti fisik/seksual, psikologis, dan verbal, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Dampaknya meliputi penciptaan standar kecantikan yang tidak realistis serta pengobjekan perempuan sebagai simbol seksual, yang merendahkan potensi dan keberagaman mereka.&#13;
Tesis ini berbeda dengan hasil penelitian Gumilar Pratama yang berjudul “Eksploitasi Perempuan Dalam Iklan Media Massa” dan hasil penelitian Ahmad Hamdani yang berjudul “Eksploitasi Perempuan Di Media Massa Perspektif Al-Qur’an.” yang keduanya meneliti hanya pada media massa, sedangkan penulis dalam penelitian ini, mencakup industri media, termasuk media massa. &#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bergantung pada data-data dari sumber literatur, baik kitab klasik, buku, jurnal, artikel dan literatur lainnya, maka penelitian ini dikategorikan sebagai Library Research dan bersifat teoritis, yang menjadikan ayat- ayat Al-Qur’an sebagai objek kajian di dalam penelitian ini dan penlitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif baik berupa teks verbal maupun non verbal.&#13;
Tesis ini membuktikan bahwa adanya relevansi antara persepektif Tafsir Rawa 'i'u al-bayan tafsir ayat al-ahkam min al-qur'an dengan eksploitasi perempuan yang ada di zaman ini dan pencegahannya. Pada industri media, khususnya iklan dan berita online. Pertama, menjaga kehormatan diri dengan menjaga aurat dan menampakkan rasa malu. Kedua, kesadaran bahwa setiap laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4604</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
