<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Artikel S-1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1669</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 22:56:39 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-04T22:56:39Z</dc:date>
<item>
<title>Penafsiran ayat-ayat Tipu Daya Setan (Analisis Kontekstual dengan Pendekatan Mana Cum Magza)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4688</link>
<description>Penafsiran ayat-ayat Tipu Daya Setan (Analisis Kontekstual dengan Pendekatan Mana Cum Magza)
Triana Nursafitri, 21211853
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman telah membawa&#13;
tantangan baru dalam kehidupan beragama umat Islam. Di tengah kemajuan&#13;
teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, manusia semakin mudah&#13;
terpapar pada gaya hidup bebas, konten negatif, dan pemikiran yang&#13;
menjauhkan dari nilai-nilai spiritual. Dalam perspektif Al-Qur’an, fenomena&#13;
tersebut tidak terlepas dari peran setan sebagai musuh nyata yang terusmenerus menyesatkan manusia melalui berbagai bentuk tipu daya. Oleh&#13;
karena itu, diperlukan upaya penafsiran ulang terhadap ayat-ayat yang&#13;
membahas tentang strategi dan pengaruh setan dalam kehidupan manusia&#13;
modern.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan ayat-ayat tentang tipu daya&#13;
setan, khususnya pada QS. Al-A‘rāf: 16-17, QS. Al-Isra’: 64, dan QS. AlBaqarah: 268, dengan menggunakan pendekatan tafsir kontekstual dan metode&#13;
ma’nā cum maghzā. Pendekatan ini memungkinkan penggalian makna ayat&#13;
tidak hanya secara tekstual, tetapi juga pesan moral dan sosialnya yang relevan&#13;
dengan konteks kekinian. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode&#13;
kepustakaan, menggunakan data dari kitab-kitab tafsir dan literatur&#13;
kontemporer terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif tematik dengan&#13;
mengaitkan teks ayat dan dinamika sosial umat Islam saat ini.&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, ayat-ayat yang dikaji&#13;
menunjukkan bahwa tipu daya setan bersifat sistemik, menyeluruh, dan terusmenerus melalui godaan dari segala arah, perhiasan maksiat, serta&#13;
membangkitkan rasa takut dan kekhawatiran terhadap kehilangan dunia.&#13;
Kedua, pendekatan ma’nā cum maghzā mengungkap bahwa pesan ayat-ayat&#13;
tersebut relevan dengan realitas kontemporer, di mana tipu daya setan hadir&#13;
dalam bentuk kecanduan media sosial, hedonisme, individualisme, serta&#13;
keraguan terhadap nilai-nilai agama. Ketiga, hasil kajian ini mendorong&#13;
perlunya kesadaran spiritual yang lebih mendalam dan pemahaman Al-Qur’an yang kontekstual sebagai benteng dalam menghadapi tipu daya setan di era&#13;
modern
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4688</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Dzikir Jahar Dan Dzikir Khofi Sebagai Sarana Penyehat Batin Manusia Berdasarkan Perspektif Al-Quran</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4670</link>
<description>Dzikir Jahar Dan Dzikir Khofi Sebagai Sarana Penyehat Batin Manusia Berdasarkan Perspektif Al-Quran
Nesthya Fitri Nasrul, 19211249
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya manusia sering&#13;
mengalami gangguan psikologis seperti stress, kecemasan dan kegelisahan&#13;
batin. Kondisi ini memicu pencarian berbagai bentuk terapi spiritual yang&#13;
dapat membantu menyeimbangkan kondisi kejiwaan. Salah satu bentuk terapi&#13;
yang memiliki akar kuat dalam ajaran Islam adalah dzikir, yakni mengingat&#13;
Allah dengan lisan dan batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji zikir jahr&#13;
dan zikir khofi sebagai sarana penyehat batin manusia berdasarkan perspektif&#13;
Al-Qur'an. Dalam konteks kehidupan modern yang dipenuhi tekanan&#13;
emosional, zikir menjadi salah satu bentuk terapi spiritual yang relevan untuk&#13;
membangun ketenangan dan keseimbangan jiwa.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi&#13;
kepustakaan (library research), yakni menganalisis penafsiran para mufassir&#13;
terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan zikir jahr dan khafi,&#13;
seperti QS. Al-Baqarah [2] : 200, QS. Al-A‘rāf [7]: 55 &amp; 205. Beberapa karya&#13;
tafsir yang dikaji antara lain Tafsir An-Nur, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Maragi,&#13;
Tafsir Al-Muyassar, Tafsir Al-Jalalain, Tafsir fi Zhilalil Quran, Tafsir Ibnu&#13;
Katsir. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik&#13;
dokumentatif dengan Analisa deskriptif-analisis. Adapun pendekatan dalam&#13;
penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu’i).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik zikir jahr maupun khafi&#13;
memiliki peran penting dalam menyembuhkan batin manusia, dengan&#13;
karakteristik dan kondisi penerapan yang berbeda. Dzikir khofi lebih&#13;
menekankan pada kesunyian dan kedalaman spiritual, sementara zikir jahr&#13;
dapat menumbuhkan semangat dan kekuatan batin secara kolektif. Kedua&#13;
bentuk zikir ini, jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan,&#13;
mampu memberikan ketenteraman, membebaskan dari kegelisahan, dan&#13;
memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4670</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Mengembalikan Ayat Muhkam pada Ayat Mutasyabih</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4231</link>
<description>Mengembalikan Ayat Muhkam pada Ayat Mutasyabih
Istiq, Istiqomah
</description>
<pubDate>Thu, 21 Sep 2000 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4231</guid>
<dc:date>2000-09-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Waqf dan Ibtidā’ dalam Mushaf Al-Qur’an</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4230</link>
<description>Waqf dan Ibtidā’ dalam Mushaf Al-Qur’an
Istiqomah, Istiq
Tulisan ini membahas perbedaan waqf dan ibtidā’ antara Mushaf &#13;
Standar Indonesia, Mushaf Bombay, Mushaf Kudus dan Mushaf Madinah &#13;
berdasarkan tanda waqf yang digunakan dalam tiap-tiap mushaf, serta &#13;
pengaruhnya terhadap makna. Penelitian ini menggunakan metode &#13;
deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan waqf dan &#13;
ibtidā’ antara Mushaf Standar Indonesia, Mushaf Bombay, Mushaf Kudus &#13;
dan Mushaf Madinah terletak pada tanda yang digunakan, juga pada cara &#13;
penempatatannya. Dari perbedaan tersebut melahirkan suatu pemahaman &#13;
yang boleh jadi berbeda dengan pemahaman yang muncul dari waqf dan &#13;
ibtidā’ pada lafazh lain dalam ayat yang sama. Hanya saja perbedaan &#13;
makna yang lahir dari perbedaan tanda waqf dan ibtidā’ tersebut tidaklah &#13;
kontradiktif.
</description>
<pubDate>Mon, 30 Aug 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4230</guid>
<dc:date>2021-08-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
