<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Jurnal  dan Prosiding S-1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/1716</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 22:57:00 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-04T22:57:00Z</dc:date>
<item>
<title>Kompetensi Pemahaman Qirâ’at Al-Qur’an Mahasiswi IIQ Jakarta</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2539</link>
<description>Kompetensi Pemahaman Qirâ’at Al-Qur’an Mahasiswi IIQ Jakarta
Romlah Widayati, Ali Mursyid
Penelitian ini berjudul Kompetensi Pemahaman Qirâ’at&#13;
Mahasiswi IIQ Jakarta. Penelitian ini memiliki nilai penting minimal&#13;
karena beberapa alasan: Pertama, karena Qirâ’at al-Qur’an adalah&#13;
salah satu mata kuliah yang menjadi ciri khas IIQ Jakarta, selain&#13;
tahfizh, nagham, rasm, ulumul Qur’an dan Tafsir. Meneliti ilmu&#13;
Qirâ’at di IIQ Jakarta adalah sesuatu yang tepat dan signifikan.&#13;
Kedua, meneliti mahasiswi IIQ Jakarta, berarti juga meneliti&#13;
mahasiswi asal DKI Jakarta, karena dari penelitian ini, diketahui&#13;
bahwa jumlah mahasiswi IIQ yang berasal dari DKI Jakarta&#13;
mencapai 23 % setiap tahunnya.. Artinya meneliti mahasiswi IIQ&#13;
terkait erat dengan meneliti mahasiswi asal DKI Jakarta.&#13;
Masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah: (1) Sejauh&#13;
mana kompetensi dan penguasaan Ilmu Qirâ’at mahasiswa IIQ&#13;
Jakarta? (2) Bagaimana Metode Pengajaran yang tepat untuk&#13;
pembelajaran Ilmu Qirâ’at? (3) Bagaimana pengaruh latar belakang&#13;
pendidikan terhadap tingkat penguasaan mahasiswa terhadap mata&#13;
kuliah ilmu Qirâ’at ? (4) Bagaimana keberadaan mahasiswi asal DKI&#13;
Jakarta di IIQ dan bagaimana pula kompetensi Ilmu Qirâ’at mereka?&#13;
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian itu,&#13;
penelitian ini menggunakan pendekatan normative dan pendekatan&#13;
empiris. Pendekatan normative diperlukan untuk mendapatkan&#13;
gambaran tentang bagaimana metode dan model pengajaran Ilmu&#13;
Qirâ’at dilakukan, terutama berdasarkan pengalaman dan teori yang&#13;
ada. Sedangkan pendekatan empiris diperlukan untuk melihat&#13;
sejauhmana tingkat kompetensi dan penguasaan mahasiswa IIQ&#13;
Jakarta terhadap pengusaan Qirâ’at. Penelitian ini juga&#13;
menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitiatif sekaligus. Ini&#13;
yang disebut dengan penelitian kombinasi (mixed methods), dengan&#13;
analisa dan penyajian secara deksriptif analitis.&#13;
Dari hasil penelitian ini ditemukan hal-hal berikut: Pertama,&#13;
Kompetensi mahasiswa Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta bidang&#13;
Qira’at sangatlah baik. Indikatornya adalah bahwa nilai ujian ilmu&#13;
Qira’at para mahasiswa lebih banyak yang mendapatkan nilai sangat&#13;
baik dan baik. Konpetensi sangat baik dan baik ini meliputi&#13;
pengetahuan teori qira’at dan parkatekknya (tathbiqnya).&#13;
Kedua, Pengajaran yang tepat untuk mengajarkan Ilmu Qira’at&#13;
bagi mahasiswi IIQ Jakarta adalah dengan cara pengajaran ilmu&#13;
qirâ’at persis pada masa Rasulullah, sahabat, tabi’in, yang dilakukan&#13;
iv&#13;
dengan sistem talaqqi, atau musyafahah (Rasulullah saw dengan para&#13;
sahabat atau berhadapan langsung antara guru dengan murid).&#13;
Ketiga, berdasarkan penelitian melalui angket tentang latar&#13;
belakang mahasiswa dan nilai mata kuliah yang diperoleh mahasiswa&#13;
berlatar belakang pesantren dan bukan pesantren menunjukkan&#13;
bahwa: latar belakang pendidikan pesantren atau bukan pesantren&#13;
tidak memiliki signifikansi pada kompetensi, penguasaan atau nilai&#13;
prestasi mahasiswi IIQ Jakarta dalam bidang Qira’at. Karena&#13;
memang, mahasiswa baik lulusan pesantren atau bukan lulusan&#13;
pesantren, faktanya membuktikan mereka bisa mendapatkan nilai&#13;
sangat baik, dan ada juga yang nilainya sekedar baik saja. Begitu juga&#13;
mahasiswa lulusan non pesantren, yang nilainya sangat baik juga&#13;
banyak dan ada juga yang nilainya sekedar baik saja. Jadi, baik&#13;
lulusan pesantren maupun bukan lulusan pesantren, kemampuan&#13;
mahasiswi IIQ Jakarta di bidang Qira’at, rata-rata sangat baik dan&#13;
baik, tidak ada yang cukup saja atau bahkan buruk.&#13;
Keempat, mahasiswa IIQ Jakarta, khusus yang berasal dari DKI&#13;
Jakarta, jumlahnya 23% dari jumlah seluruhnya. Artinya keberadaan&#13;
mahasiswi asal DKI Jakarta di DKI, cukup seginifikan, dan artinya&#13;
proses pembelajaran di IIQ memiliki urgensi dan arti signifikan bagi&#13;
upaya pencerdasan generasi muda DKI. Ini ditambah lagi, fakta&#13;
membuktikan bahwa Sementara itu untuk mahasiswa IIQ asal DKI&#13;
Jakarta, yang secara keseluruhan adalah 23 % dari jumlah seluruh&#13;
mahasiswi IIQ, ternyata juga menunjukkan kualitas kempetensi Ilmu&#13;
Qira’at nya juga membanggakan, 53 % diantaranya mendapatkan&#13;
nilai A, dan 47 % mendapat nilai B. Tidak ada yang prestasi atau&#13;
kompetensinya buruk (C)
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2539</guid>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Sejarah, Qirâ’ât dan Tafsir Al-Qur’an di Maroko (Sebuah Studi Pendahuluan)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2538</link>
<description>Sejarah, Qirâ’ât dan Tafsir Al-Qur’an di Maroko (Sebuah Studi Pendahuluan)
Ali Mursyid
Maroko, negeri Islam yang terletak di wilayah Barat Arab&#13;
(Maghrib ‘Arabî) ini menarik untuk dikaji. Selain karena memang&#13;
studi mengenai berbagai kajian Islam dari negeri ini belum banyak&#13;
dimunculkan, juga karena negeri ini memberi warna yang berbeda&#13;
dan khas dalam kajian keislaman.&#13;
Makalah ini, berusaha melakukan studi pendahuluan terhadap&#13;
salah satu tema kajian Islam di Maroko, yaitu mengenai sejarah,&#13;
qirâ’at dan tafsir Al-Qur’an di Maroko. Sejarah yang dimaksud&#13;
adalah bagaimana Al-Qur’an masuk ke Maroko dan bagaimana&#13;
penyebarannya. Sementara untuk qirâ’ât dan tafsir Al-Qur’an diulas&#13;
perkembangannya tahap demi tahap dari awal perkembangannya.&#13;
Studi pendahuluan ini bertujuan untuk membuka cakrawala para&#13;
pembaca tentang kekayaan kahzanah Islam dan studi Al-Qur’an di&#13;
Maroko, yang masih perlu dikaji lebih dalam dan lebih luas lagi.
Al-Fanar: Jurnal Ulum al-Qur’an dan Hadis, ISSN: 2085-8175, Vol. 6 No. 2&#13;
Desember 2014, terbit dengan menyajikan 6 (enam) artikel ilmiah. Salah satu di&#13;
antaranya adalah artikel ilmiah yang ditulis oleh Ali Mursyid, dengan judul Sejarah,&#13;
Qira’at dan Tafsir al-Qur’an di Maroko (Sebuah Studi Pendahuluan). Artikel yang&#13;
merupakan hasil penelitian penulisnya di Maroko ini ditulis dalam 23 halaman (61-&#13;
84).&#13;
Artikel ilmiah yang ditulis dosen IIQ ini, berusaha melakukan studi pendahuluan&#13;
terhadap salah satu tema kajian Islam di Maroko, yaitu mengenai sejarah, qirâ’at&#13;
dan tafsir Al-Qur’an di Maroko. Sejarah yang dimaksud adalah bagaimana Al-Qur’an&#13;
masuk ke Maroko dan bagaimana penyebarannya. Sementara untuk qirâ’ât dan&#13;
tafsir Al-Qur’an diulas perkembangannya tahap demi tahap dari awal&#13;
perkembangannya. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk membuka cakrawala para&#13;
pembaca tentang kekayaan kahzanah Islam dan studi Al-Qur’an di Maroko, yang&#13;
masih perlu dikaji lebih dalam dan lebih luas lagi.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2538</guid>
<dc:date>2014-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya (Discussing the Construction of Interpretation Criticism;History, Form, Legal Basis, Principles and Parameters)</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2514</link>
<description>Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya (Discussing the Construction of Interpretation Criticism;History, Form, Legal Basis, Principles and Parameters)
Muhammad Ulinnuha
Tulisan ini berusaha mengetengahkan diskursus kritik tafsir; mulai dari definisi,&#13;
sejarah, landasan hukum hingga prinsip dan parameter kritiknya. Untuk mendapat&#13;
gambaran yang jelas, digunakan pendekatan historis dengan metode deskriptiffilosofis. Studi ini sampai pada kesimpulan bahwa kritik tafsir merupakan&#13;
langkah-langkah ilmiah dan sistematis untuk melakukan analisis, evaluasi dan&#13;
penilaian terhadap tafsir Al-Qur’an. Secara normatif, landasan hukum kritisisme&#13;
penafsiran dapat dilacak dalam Al-Qur’an, Sunnah Nabi, pendapat sahabat&#13;
dan kaidah-kaidah ilmiah. Adapun prinsip dan parameter kritik tafsir yang&#13;
perlu dipedomani adalah bersikap adil dan proporsional, bersikap moderat,&#13;
mengetahui aspek qaṭ‘īyāt, tidak melanggar ijma‘ (konsensus), memperhatikan&#13;
norma adat (al-‘urf), memperhatikan konteks (siyāq), mempertimbangkan maslahat,&#13;
dan menggunakan ilmu logika (manṭiq).
</description>
<pubDate>Fri, 20 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2514</guid>
<dc:date>2023-01-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Nama-Nama Surah Al-Qur’an: Tipologi, Metodologi, Karya, dan Maqāṣid yang Tersembunyi</title>
<link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2513</link>
<description>Nama-Nama Surah Al-Qur’an: Tipologi, Metodologi, Karya, dan Maqāṣid yang Tersembunyi
Muhammad Ulinnuha
Tulisan ini mendiskusikan tentang tipologi nama-nama surah Al-Qur’an, metodologi&#13;
penetapannya, karya-karya yang dihasilkan para ulama, dan maqāṣid yang tersirat dari nama-nama&#13;
tersebut. Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif library research, pengolahan data memakai&#13;
deskriptif-analitik dan pendekatan maqāṣidī dan sosio-hostoris, terlihat bahwa sumber penamaan&#13;
surah diambil dari awal kata, tema pokok surah, term-term yang asing dan unik, dan nama-nama&#13;
tokoh. Secara tipologis, tiap-tiap surah memiliki beragam nama. Ada surah yang mempunyai satu&#13;
nama, beberapa surah disebut dalam satu nama, dan ada yang memiliki lebih dari satu nama. Dari sisi&#13;
redaksional, nama-nama tersebut ada yang berbentuk huruf, isim, dan fi‘il. Adapun metodologi&#13;
penetapan surah dilakukan dengan tiga cara; melalui petunjuk Nabi Saw (tauqīfī), ijtihad sahabat atau&#13;
tabi’in, dan gabungan antar keduanya. Sementara karya-karya seputar tema ini dapat diklasifikasi&#13;
menjadi tiga model yaitu karya utuh, bagian dari book chapter, dan karya untuk kepentingan tugas&#13;
akademik. Dari aspek maqāṣid-nya, tiap nama memiliki tujuan dan pesan yang selalu inheren dengan&#13;
tema pokok surah. Bahkan nama-nama tersebut mengisyaratkan tentang tata aturan kehidupan, baik&#13;
secara individual dan komunal, maupun sosial keagamaan, kebangsaan dan peradaban.
Dari penjelasan di atas setidaknya terdapat beberapa catatan penting. Pertama, tidak ada naṣ&#13;
ṣariḥ dari Nabi Saw yang melarang penyematan nama tertentu terhadap suatu surah. Karena itu,&#13;
sepanjang tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama dan tidak mengganggu ketertiban umum,&#13;
penyebutan nama satu surah dengan nama lainnya dapat ditolerir oleh para ulama. Misalnya, surah alFīl disebut dengan surah Alam Tara, dan surah al-Insyirāḥ dengan Alam Nasyraḥ. Kedua, kaedah umum&#13;
yang dijadikan patokan dalam memberikan nama secara ijtihādī adalah tingkat urgensi tema yang&#13;
dibicarakan surah. Hal ini biasanya diambil dengan pertimbangan prioritas, mayoritas dan&#13;
urgensitasnya.&#13;
Ketiga, jika distratifikasi, urutan nama surah yang paling utama adalah nama-nama yang ada&#13;
riwayatnya dari Nabi Saw. Kemudian nama-nama dari sahabat, sebab dimungkinkan mereka pernah&#13;
mendengarnya dari baginda Nabi, dan terakhir nama-nama yang berasal dari tabi’in atau ulama&#13;
setelahnya. Keempat, dalam konteks hari ini, yang lebih penting dari itu semua adalah menguak rahasia&#13;
dan hikmah di balik nama-nama surah, kemudian membumikan dan mengimplementasikannya dalam&#13;
kehidupan. Karena itu, perlu dikembangkan kajian mengenai nama-nama surah agar pesan-pesan&#13;
agung di balik nama-nama tersebut dapat diejawantahkan dalam rangka pengembangan peradaban.
</description>
<pubDate>Sun, 25 Dec 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/2513</guid>
<dc:date>2022-12-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
