Abstract:
Masturbasi adalah kegiatan seseorang untuk melampiaskan hawa
nafsunya dengan tujuan untuk memenuhi puncak kenikmatan seksualnya.
Contohnya dengan menggunakan tangan sendiri atau dengan bantuan alat pada
kelamin. Kegiatan masturbasi ini dapat mengakibatkan dampak negatif pada
diri sendiri. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang
kegiatan masturbasi dan menelaahnya berdasarkan pandangan Al-Qur’an
beserta penafsirannya. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisa masturbasi dalam penafsiran Wahbah al-Zuh}ai>li.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melakukan
pengumpulan data dan pengkajian terhadap suatu kegiatan secara mendalam.
Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah library research dengan
merujuk pada sumber primer dan sekunder, terutama kitab Tafsir al-Munir dan
data pendukung lainnya seperti, buku, jurnal atau artikel yang dapat membantu
dalam penelitian ini. Kemudian metode analisis data dalam penelitian ini
berupa analisis deskriptif yaitu dengan mengumpulkan data-data yang
berkaitan dengan penelitian kemudian mengkajinya dan menyimpulkannya
berdasarkan pada data yang sudah di olah. Pendekatan pada teori ini dengan
menggunakan teori maudhu’i.
Hasil temuan dari penelitian ini yaitu penulis menemukan ayat-ayat
mengenai larangan masturbasi yaitu pada QS. Al-Mu`minu>n [23]: 5, QS. AlNu>r [24]: 30 dan 31, QS. Al-Ahza>b [33]: 35 dan QS. Al-Ma’a>rij [70]: 29. Ayatayat tersebut ditafsirkan oleh Wahbah al-Zuh}ai>li untuk menunjukkan tentang
pentingnya menjaga kemaluan dari hal-hal yang diharamkan. Masturbasi ini
dianggap hal yang wajar oleh masyarakat, pada kenyataannya masturbasi ini
adalah perbuatan yang keji dan juga zina. Mengapa demikian, dengan alasan
tidak merugikan orang lain, akan tetapi walaupun tidak merugikan orang lain
masturbasi ini juga memiliki dampak negatif yang dapat merugikan diri sendiri
baik dari segi psikologis dan juga kesehatan