Abstract:
Ragam qirā’at dalam Al-Qur’an mencerminkan kekayaan bahasa yang
dapat memengaruhi makna dan penafsiran ayat. Meski sebagian berpendapat
bahwa perbedaan qirā’at tidak berdampak pada makna atau hukum, dalam
ayat-ayat gender variasi ini bisa menghadirkan nuansa berbeda yang
memengaruhi pemahaman tentang peran dan hubungan laki-laki dan
perempuan. Tafsir al-Jāmi’ li Aḥkām al-Qur’ān karya Al-Qurṭubī merupakan
salah satu karya klasik yang memuat analisis mendalam terhadap ragam
qirā’at dan penggunaannya dalam menafsirkan ayat-ayat hukum, termasuk
yang berkaitan dengan gender. Fokus penelitian ini adalah menelusuri sejauh
mana ragam qirā’at berkontribusi dalam pembentukan makna ayat-ayat gender
dalam tafsir tersebut. Berbeda dari penelitian sebelumnya, kajian ini menyoroti
tafsir klasik al-Qurṭubī sebagai sumber utama, yang memberikan pendekatan
fiqih dan linguistik dalam analisis ragam bacaan Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kepustakaan, menjadikan tafsir al-Jāmi’ li Aḥkām al-Qur’ān sebagai sumber
primer, serta didukung oleh literatur ilmiah lainnya sebagai sumber sekunder.
Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, yang kemudian
dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan qirā’at dan tafsir
tematik (mauḍū‘ī).
Hasil dari analisis ini menunjukkan al-Qurṭubī banyak merujuk pada
qirā’āt sab‘ah dan qirā’āt ‘asyrah yang mutawātir, serta beberapa qirā’āt
syāżżah yang berasal dari sahabat Nabi. Ragam bacaan yang ditemukan dalam
delapan ayat dengan tiga belas variasi qirā’āt yang berbeda. Penulis
menemukan bahwa terdapat perbedaan penafsiran pada ayat-ayat gender
diantaranya dalam QS. Al-Aḥzāb ayat 33, QS. Al-Nūr ayat 31, QS. Al-Baqarah
ayat 236, QS. Al-Mujādalah ayat 2, dan QS. Al-Nisā’ ayat 19. Temuan ini
menunjukkan bahwa qirā’at memiliki peran penting dalam memahami tafsir,
khususnya dalam isu gender, Dengan demikian, skripsi ini membuka rukontribusi terhadap pengembangan tafsir yang lebih inklusif dan responsif
terhadap dinamika sosial.ang
dialog antara studi qirā’at dan kajian tafsir gender, serta memberikan