DSpace Repository

Konsep Islah Al-Afrad Perspektif Al-Qur’an (Studi Pemikiran Muhammad At-Tahir Ibnu ‘Asyur dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial)

Show simple item record

dc.contributor.advisor Abdul Muhaimin Zen
dc.contributor.advisor Ahmad Syukron
dc.contributor.author Thoyyibatus Sa’idah, 221411091
dc.date.accessioned 2025-12-31T07:03:08Z
dc.date.available 2025-12-31T07:03:08Z
dc.date.issued 2024
dc.identifier.uri https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4708
dc.description.abstract Tesis ini bertujuan untuk mengkaji upaya mewujudkan kesejahteraan sosial melalui konsep iṣlāḥ al-afrād yan digagas oleh Muhammad Aṭ-Ṭāhir Ibnu ‘Āsyūr (w. 1973 M). Al-Qur’an menuntun manusia untuk terus melakukan perbaikan dalam segala keadaan. Dalam konteks kesejahteraan, perbaikan individu harus menjadi langkah pertama dalam mengatasi kesenjangan sosial. Kajian ini menekankan bahwa memperbaiki individu adalah kunci awal menuju masyarakat yang sejahtera, karena perbaikan skala kecil akan mempermudah penerapan perbaikan pada skala yang lebih besar (tatanan kelompok masyarakat). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang berbasisi studi pustaka (library research), dengan data primer kitab Uṣūl an-Niẓām al-Ijtimā’ī fi al-Islām, Tafsīr at-Taḥrīr wa at-Tanwīr, dan Maqāṣid asy-Syarī’ah al-Islāmiyyah li Syaikh al-Islām Muhammad Aṭ-Ṭāhir Ibnu ‘Āsyūr, semuanya merupakan karya Ibnu ‘Āsyūr. Penelitian ini mengaplikasikan teori tematik yang digagas oleh Al-Farmawi (w. 2017 M) dan teori kontekstual yang digagas oleh Abdullah Saeed, serta data sekunder yang relevan. Penulis menggunakan metode analisis-deskriptif dan teknik pengumpulan data dokumentasi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep iṣlāḥ al-afrād selaras dengan sarana mewujudkan falah dalam kelompok ayat 1-11 QS. Al-Mu’minun. Konsep ini didasarkan pada empat ayat Al-Qur’an, yakni QS. Ar-Ra’d ayat 11, QS. Al-Hasyr ayat 18, QS. Al-‘Ankabut ayat 69, dan QS. Al-A’raf ayat 142. Konsep ini mempunyai memiliki tiga prinsip; iṣlāḥ al-i’tiqad (perbaikan keyakinan atau akidah), iṣlāḥ at-tafkir (perbaikan pola pikir), dan iṣlāḥ al-‘amal (berbuat baik dalam segala keadaan yang didasarkan pada keimanan, takwa, dan persetujuan naluriah hati). Tiga prinsip ini melahirkan individu yang berpredikat muslih. Dalam realitas sosial kontemporer, konsep ini dapat dijadikan panduan strategis dan filter yang dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan damai, serta melahirkan pribadi yang dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat global. Sementara internalisasi dan implementasi konsep iṣlāḥ al-afrād cenderung lebih efektif jika dilakukan melalui pendekatan yang penuh kemudahan dan kasih sayang, yakni bi at-taisir wa ar-rahmah. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher Program Pascasarjana IIQ Jakarta en_US
dc.subject Islah Al-Afrad en_US
dc.subject Muhammad At-Tahir Ibnu ‘Asyur en_US
dc.subject Kesejahteraan Sosial en_US
dc.title Konsep Islah Al-Afrad Perspektif Al-Qur’an (Studi Pemikiran Muhammad At-Tahir Ibnu ‘Asyur dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial) en_US
dc.type Tesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account