Abstract:
Tesis ini bertujuan untuk meneliti berbagai cara yang bisa diterapkan untuk trauma healing bagi korban perkosaan dalam persepektif Al-Qur’an. Penelitian ini mendalami ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang ketenangan jiwa, keyakinan, kesabaran, instrospeksi diri, hikmah tentang cobaan hidup yang dialami korban perkosaan. Serta upaya untuk mencapai kedamaian dalam pikiran dan hati.
Tesis ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Nor Zakiah dalam tesisnya “Menjaga Kesehatan Mental Dengan Self-Healing (Studi Analisis Tafsir Maqasidi)” yang menyimpulkan bahwa konsep dan karakteristik mental health perspektif Al-Qur’an sejalan dengan perspektif penelitian ilmiah modern dan amalan seperti do’a, dzikir, shalat, dan puasa dapat diterapkan sebagai teknik self-healing perspektif Al-Qur’an. Namun, dalam tesis ini lebih fokus pada bentuk Trauma Healing bagi para korban pemerkosaan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan library research, dengan meneliti pemulihan korban pemerkosaan lewat Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pemilihan sampel, pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil. Diharapkan dengan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam bidang trauma healing dan kesehatan mental dari persepektif Al-Qur’an.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendekatan trauma-healing yang terinspirasi oleh nilai-nilai dan prinsip-prinsip Al-Quran dapat memiliki dampak yang positif dalam pemulihan trauma bagi korban, seperti muhasabah (kesadaran diri dan refleksi), doa dan koneksi spiritual, penerimaan diri (ikhlas) dan ridha dengan menerima cobaan dan ujian hidup sebagai bagian dari takdir Allah dan percaya pada kebijaksanaan Allah dapat membantu korban mengatasi trauma dan memperoleh kedamaian hati.