Abstract:
Penelitian ini berusaha untuk mengkaji tanda al-waqf wa al-ibtidā’ yang merupakan komponen penting dalam membaca dan pemaknaan Al-Qur’an, yang mana menurut al-Asymūni penentuan al-waqf wa al-ibtidā’ akan memberikan dampak kepada penafsiran, qirā’at dan juga i’rab di setiap ayatnya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang secara khusus membahas konsep al-waqf wa al-ibtidā’ perspektif Ahmad bin Muhammad al-Asymūni dalam karyanya Manār al-Hudā Fi Bayān al-Waqf wa al-Ibtidā’ sebagai sumber primer-nya dan didukung dengan kitab-kitab serta buku lain yang membahas tentang al-waqf wa al-ibtidā’ ini. Adapun penelitian ini berfokus pada penentuan kualitas waqaf, apakah masuk kategori al-tām, al-kāfi, al-ḥasan, al-jāiz pada QS. Al-Baqarah serta pengaruhnya terhadap pemahaman tafsir, i’rab dan juga qirā’at.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik al-waqf wa al-ibtidā’ (memulai dan menghentikan) bacaan Al-Qur’an sangatlah diperhatikan oleh al-Asymūni, karena dengannya ilmu qirā’at akan mengalami perbedaan tanda baca, ilmu tafsir mengalami perbedaan hukum dan ilmu tata bahasa mengalami perbedaan i’rab-nya. Hal tersebut dikarenakan adanya implikasi pemaknaan yang berbeda, disebabkan pemilihan tanda waqaf yang berbeda pula.