DSpace Repository

Al-Qur’an dan Kebangsaan (Studi Komparatif Tafsir fi Zilalil Qur’an dan Al-Munir)

Show simple item record

dc.contributor.advisor M. Ziyadul Haq
dc.contributor.author Moh. Hisyam Hafidz, 224411263
dc.date.accessioned 2026-04-18T04:51:35Z
dc.date.available 2026-04-18T04:51:35Z
dc.date.issued 2026
dc.identifier.uri https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4798
dc.description.abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan pemahaman kebangsaan dalam perspektif Al-Qur’an melalui analisis komparatif terhadap Tafsir Fī Ẓilālil Qur’ān karya Sayyid Quṭb (w. 1966 M) dan Tafsir Al-Munīr karya Wahbah Az-Zuḥailī (w. 2015 M), serta menelaah relevansinya dalam konteks kebangsaan Indonesia. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan kebangsaan berupa radikalisme, intoleransi, dan perpecahan sosial yang bersumber dari pemahaman keagamaan yang parsial dan tidak kontekstual. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan kembali Al-Qur’an sebagai sumber nilai yang tidak hanya spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial-kebangsaan yang humanis dan inklusif. Penelitian-penelitian sebelumnya telah membahas relasi antara Al-Qur’an dan kebangsaan melalui pendekatan tematik, historis, maupun analisis pemikiran tokoh. Namun, kajian tersebut umumnya belum membandingkan secara mendalam perbedaan corak penafsiran tafsir ḥarakī dan adabī ijtimā‘ī dengan tafsir bercorak fiqhī dan adabī ijtimā‘ī dalam isu kebangsaan. Penelitian ini hadir untuk melengkapi kekosongan tersebut melalui perbandingan sistematis dua tafsir yang lahir dari konteks sosial dan metodologis yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode komparatif (tafsir muqārin). Data primer diperoleh dari Tafsir Fī Ẓilālil Qur’ān dan Tafsir Al-Munīr, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan, keadilan, moderasi, musyawarah, ketaatan kepada pemimpin, dan solidaritas sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sekaligus titik temu antara kedua tafsir. Sayyid Quṭb menekankan kebangsaan berbasis ikatan akidah dan kesadaran ideologis umat, serta bersikap kritis terhadap nasionalisme modern. Sebaliknya, Wahbah Az-Zuḥailī memandang kebangsaan sebagai nasionalisme kewarganegaraan yang selaras dengan Islam selama berpijak pada keadilan dan kemaslahatan. Dalam konteks Indonesia, kedua pandangan ini saling melengkapi dan menegaskan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi kebangsaan yang raḥmatan lil ‘ālamīn. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher Program Pascasarjana IIQ Jakarta en_US
dc.subject Tafsir Al-Qur’an en_US
dc.subject Kebangsaan en_US
dc.subject Tafsir fi Zilalil Qur’an en_US
dc.subject Tafsir Al-Munir en_US
dc.title Al-Qur’an dan Kebangsaan (Studi Komparatif Tafsir fi Zilalil Qur’an dan Al-Munir) en_US
dc.type Tesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account