| dc.description.abstract |
Penelitian ini mengkaji tradisi Rebo Wekasan yang berkembang di
Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, dengan menggunakan
pendekatan Living Qur’an. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal utama,
yaitu genealogi atau asal-usul tradisi Rebo Wekasan, pelaksanaan ritual yang
menyertainya, serta resepsi fungsional masyarakat terhadap tradisi tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan,
wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih
secara purposif, meliputi tokoh agama, sesepuh desa, serta masyarakat pelaku
tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rebo Wekasan berakar
dari keyakinan masyarakat Muslim Jawa yang dipengaruhi oleh warisan
pemahaman tentang bulan Shafar sejak masa pra-Islam, kemudian diadaptasi
dan diberi makna baru dalam bingkai ajaran Islam. Dalam pelaksanaannya,
masyarakat Desa Sukagumiwang menjalankan berbagai ritual seperti shalat
lidaf‘il bala, doa bersama, mider putih, dan penggunaan air rajahan, yang
dimaknai sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan dari bencana. Adapun
resepsi fungsional masyarakat terhadap tradisi ini tampak pada keyakinan
mereka bahwa Al-Qur’an menjadi sumber keberkahan, perlindungan, dan
penguatan sosial melalui tradisi Rebo Wekasan. |
en_US |