| dc.description.abstract |
Al-Qur’an yang merupakan wahyu dari Allah swt. keasliannya tidak pernah diragukan sejak zaman dahulu. Akan tetapi, keotentikan Al-Qur’an masih seiring dipertanyakan oleh kelompok orientalis yang ingin membantahnya. Al-Qur’an memiliki aspek kemukjizatan yang luar biasa. Salah satu kemukjizatan Al-Qur’an terdapat dalam aspek keindahan bahasanya, atau yang disebut dengan I’jāz Balāghi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keotentikan Al-Qur’an melalui kajian I’jāz Balāghi dalam Surah Yāsīn dengan menggunakan metode komparatif tafsir al-Kasysyāf dan Ṣafwah At-Tafāsir.
Penelitian ini memiliki kemiripan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Khoirul ‘Ibad dalam tesisnya yang berjudul “Uslub Tikrar Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Kitab Tafsir Al-Kasysyāf dan afsir Al-Bahr Al-Madid fi Tafsir Al-Qur’an Al-Majid)” yang membantah perkataan orientalis melalui aspek balaghah. Perbedaan tesis ini dengan tesis sebelumnya adalah pada ayat Al-Qur’an yang diteliti, dan aspek balaghah serta Tafsir yang digunakan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode komparatif antara Tafsir al-Kasysyāf dan Ṣafwah at-Tafāsir guna melihat aspek I’jāz Balāghi atau keindahan gaya Bahasa Al-Qur’an.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa I’jāz Balāghi yang terdapat dalam Surah Yāsīn menurut Tafsir al-Kasysyāf dan Ṣafwah at-Tafāsir merupakan gaya bahasa yang mengandung aspek ma’ani (memberi pemahaman makna sesuai kondisi mukhattab), aspek bayan (membuat kejelasan makna yang bersastra tinggi), dan aspek badi’ (manyuguhkan keindahan bahasa, sesuai rima/saja’). Dari penjelasan kedua tafsir ini sangat tampak jelas kemukjizatan Al-Qur’an dari aspek kebahasaan yang sungguh luar biasa dan tak tertandingi. |
en_US |