Abstract:
Kerapuhan struktur keluarga di tengah arus perubahan sosial global menjadi tantangan serius bagi ketahanan institusi keluarga. Dalam konteks ini, Al-Qur'an sebagai sumber ajaran utama Islam menyimpan narasi-narasi keluarga Nabi yang sarat makna dan nilai yang relevan untuk ditelaah secara akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketahanan keluarga dalam Al-Qur'an melalui analisis tematik terhadap kisah-kisah keluarga Nabi dengan menggunakan pendekatan sosiologi profetik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan tafsir mauḍū’i terhadap ayat-ayat kisah keluarga Nabi dalam Al-Qur'an dengan teori-teori sosiologi keluarga. Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur'an beserta kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti TafsirAţ-Ţabarī, al- Mīzan, al-Tahrir wa al-Tanwir, dan al-Munīr. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur sosiologi keluarga dan teori sosiologi profetik yang dikembangkan Kuntowijoyo. Analisis dilakukan melalui metode sintetik-analitik untuk menemukan konstruksi teori ketahanan keluarga yang holistik integratif.
Penelitian ini mengukuhkan relevansi teori sosiologi profetik Kuntowijoyo (2004)sebagai kerangka konseptual yang mampu membaca ulang nilai-nilai Al-Qur'an secara kontekstual dalam menghadapi tantangan sosial kontemporer. Dengan menelaah kisah-kisah keluarga para nabi jika dibaca melalui pendekatan tafsir maudhu’i dan didekati dengan paradigma sosiologi profetik, berfungsi sebagai data wahyu yang sahih dan otoritatif dalam membentuk konsep sosial, termasuk konsep ketahanan keluarga, ditemukan bahwa nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi bukan hanya terartikulasikan secara naratif, tetapi juga membentuk struktur ketahanan keluarga yang integral. Penelitian ini juga secara tidak langsung menguatkan metodologi tafsir maqāshidi dalam menemukan aspek tujuan Al-Qur'an baik aspek maqāshid syariah ataupun aspek maqāshid Al-Qur'an.
Penelitian ini menawarkan konstruksi konsep baru tentang “Ketahanan Holistik Keluarga Profetik”, yakni model teoritis yang menempatkan keluarga sebagai subjek aktif perubahan sosial berbasis spiritualitas transendental dan nilai-nilai profetik. Konsep ini bukan hanya hasil analisa studi ayat kisah dengan pendekatan sosiologi profetik yang dikembangkan Kuntowijoyo, tetapi juga memperluasnya dengan menegaskan pentingnya narasi Qur’ani sebagai basis epistemologis dalam membangun konsepsi sosiologis yang berbasis wahyu. darinya dapat ditarik prinsip-prinsip sosial yang dapat diformulasikan ke dalam bangunan teori, bukan sekadar normatif-teologis, tetapi juga ilmiah-sosiologis. Oleh karena itu, konsep “Ketahanan Holistik Keluarga Profetik” yang ditawarkan dalam disertasi ini berpijak pada Qur’an tidak hanya sebagai teks suci, tetapi sebagai sumber ilmu sosial yang transendental dan kontekstual.