Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Sholih bin Fauzan dan Hatim Al-‘Auni terhadap konsep al-walā’ wa al-barā’, sekaligus mengidentifikasi persamaan dan perbedaan keduanya sebagaimana termuat dalam karya al-Walā’ wa al-Barā’ fī al-Islām. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui telaah kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh sama-sama memandang al-walā’ wa al-barā’ sebagai bagian penting dari tauhid dan keimanan. Namun, terdapat perbedaan mendasar dalam implementasinya. Sholih bin Fauzan menafsirkan konsep ini secara tekstual dan eksklusif dengan penekanan pada bara’ yang tegas terhadap non-Muslim demi menjaga kemurnian akidah. Sementara itu, Hatim Al-‘Auni menawarkan pendekatan moderat dan kontekstual dengan menyeimbangkan al-walā’ wa al-barā’ melalui nilai rahmah, toleransi, dan penghormatan terhadap hak-hak kemanusiaan. Persamaannya terletak pada urgensi loyalitas sesama Muslim, sedangkan perbedaannya tampak pada praktik bara’: Fauzan bersifat ketat, sedangkan Al-Auni lebih inklusif.