Abstract:
Penelitian ini mengkaji fenomena tradisi bacaan Al-Quran surah Al-Fath ayat 29 dan Al-Maidah ayat 114 di Pesantren Tahfiz Ummul Quro Al-Islami Bogor. Penelitian ini berfokus pada dua aspek utama, yaitu pelaksanaan tradisi pembacaan kedua ayat tesebut serta bentuk resepsi atau pemaknaan santriwati terhadap tradisi pembacaan Al-Qur’an yang dilakukan di lingkungan pesantren.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskritif, menggunakan pendekatan living Qur’an dengan teori resepsi fungsional sebagai landasan dalam menganalisis data penelitian. Adapun proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik pengambilan sampel wawancara menggunakan simple random sampling. Data primer dari penelitian ini adalah observasi di Pesantren Tahfiz Ummul Quro Al-Islami Bogor serta wawancara dengan pimpinan pesantren, guru pengabdian, dan santri putri yang terlibat dalam tradisi tersebut. Sumber data sekunder diperoleh melalui dokumentasi kegiatan, arsip pesantren, buku, jurnail ilmiah, serta karya tulis lainnya yang memiliki keterkaitan dengan objek dan pembahasan penelitian. Hasil penelitian ini yaitu pertama, latar belakang pengamalan tradisi yang merupakan anjuran sang guru terhadap santrinya. Kedua, pelaksanaan praktik tradisi dilaksanakan setelah salat Isya setiap hari secara bersama-sama dipimpin oleh pengurus pesantren dimulai dengan salat hajat, lalu membaca QS.Al-Fath ayat 29 sebanyak tiga kali, kemudian membaca QS. Al-Maidah ayat 114 dan QS. Al-Fill, ketika sampai pada lafaz tarmiihin dibaca sebanyak sebelas kali sambil tahan nafas, kemudian membaca sholawat nariyah. Ketiga, resepsi santriwati setelah mengamalkan tradisi bacaaan bacaan Al-Quran surah Al-Fath ayat 29 dan Al-Maidah ayat 114 ini adalah untuk melancarkan rezeki, mempermudah segala urusan, mencari keberkahan dan sebagai perlindungan diri.