Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4919
Title: Komparasi Tanda Waqf Mushaf Standar Braille dan Mushaf Braille Madinah serta Penerapannya di Yayasan Hikmah Mata Hati
Authors: Inayah Mardhatillah, 22211961
Advisor: Abdul Rosyid
Issue Date: 2026
Publisher: Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta
Abstract: Penelitian ini membahas komparasi tanda waqf Mushaf Standar Braille dan Mushaf Braille Madinah serta penerapannya di Yayasan Hikmah Mata Hati. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya akses Al-Qur'an bagi penyandang tunanetra serta adanya perbedaan sistem tanda waqf pada kedua mushaf yang berpotensi memengaruhi proses membaca Al-Qur'an Braille. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan sistem tanda waqf pada kedua mushaf, mendeskripsikan penerapan tanda waqf dalam pembelajaran Al-Qur'an Braille, serta menganalisis efektivitas penggunaannya berdasarkan perspektif capability approach. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan komparatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan uji coba terbatas terhadap pengguna Mushaf Braille di Yayasan Hikmah Mata Hati. Analisis data dilakukan secara komparatif dan deskriptif, kemudian diinterpretasikan menggunakan teori al-waqf wa al-ibtidā' dan capability approach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mushaf Standar Braille dan Mushaf Braille Madinah memiliki persamaan fungsi sebagai pedoman berhenti dan melanjutkan bacaan sesuai kaidah tajwid, tetapi berbeda dalam jumlah tanda waqf, representasi simbol Braille, penggunaan kode penanda sebelum simbol waqf, serta standar penyusunannya. Kedua mushaf telah menerapkan sistem tanda waqf secara konsisten sesuai standar masing-masing dan membantu pengguna menentukan jeda bacaan secara lebih tepat. Berdasarkan perspektif capability approach, pengguna telah memiliki kemampuan yang baik dalam mengenali dan menggunakan tanda waqf, sedangkan dari aspek functioning, tanda waqf mendukung ketepatan, kelancaran, kenyamanan, pemahaman struktur bacaan, serta kemandirian pengguna dalam membaca Al-Qur'an Braille. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan kode penanda titik (3–6) sebelum simbol waqf pada Mushaf Standar Braille berpotensi menimbulkan kekeliruan, khususnya pada tanda lā waqfa fīh, karena sebagian pengguna cenderung berhenti sebelum simbol terbaca secara utuh.
URI: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4919
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
05-22211961.pdf
  Restricted Access
2.37 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
05-22211961_Publik.pdf
  Restricted Access
1.19 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.